Diabetes

Sering Tak Sarapan Bisa Picu Risiko Diabetes? Ini Tips Sehat Sarapan Bernutrisi Tiap Hari!

November 21, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Meskipun ahli gizi, dokter, dan orang tua telah sering menasihati bahwa sarapan bernutrisi adalah bagian penting dari gaya hidup sehat. Sayangnya, masih ada banyak orang yang suka melewatkan kebiasaan baik ini.

Bahkan, dilansir dari Everydayheatlh, sebuah survei yang diselenggarakan NPD Group melaporkan, bahwa 1 dari 10 orang Amerika tidak pernah sarapan.

Padahal selain bagus untuk metabolisme tubuh, sarapan pagi ternyata juga bisa menjaga kamu dari risiko terkena diabetes.

Baca juga: Kenali Penyebab Gula Darah Tinggi, Gejala dan Cara Mengatasinya

Fakta ilmiah tentang sarapan dan risiko diabetes

Melewatkan makan pagi empat hingga lima hari dalam seminggu, bisa meningkatkan risiko diabetes menjadi 55 persen. Hal ini diketahui lewat sebuah penelitian ilmiah yang diterbitkan di The Journal of Nutrition.

Studi tersebut meneliti lebih dari 96.000 orang, di mana 5.000 di antaranya telah didiagnosis dengan diabetes tipe 2.

Mencakup 6 percobaan terpisah, penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan bahwa melewatkan sarapan sekali seminggu, erat kaitannya dengan risiko 6 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Dilansir dari ABCNews, studi yang dilakukan oleh para peneliti Jerman tersebut juga menyatakan, bahwa orang dengan berat badan berapa pun menghadapi risiko yang sama terkena diabetes jika mereka melewatkan sarapan.

Mengapa sarapan penting agar terhindar dari risiko diabetes?

Saat sarapan, metabolisme tubuh akan aktif dan menggunakan gula untuk menjadi energi. Dalam kehidupan sehari-hari, proses ini memudahkan kamu untuk mengatur nafsu makan, dan tingkat rasa lapar sepanjang hari.

Akan tetapi jika kamu melewatkannya, tubuh akan menyimpan gula dalam bentuk cadangan lemak dan meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin. Ini adalah kondisi di mana kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah jadi terganggu.

Apabila sudah kronis, resistensi insulin sangat bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Selain itu, tidak sarapan juga menyebabkan peningkatan gula darah setelah makan siang dan makan malam. Hal ini bisa memicu stres berlebihan pada tubuh, dan berujung pada pilihan makanan yang buruk.

Terakhir, tidak mengonsumsi sesuatu setelah tidur malam juga bisa membuat tubuh dan metabolisme semakin lelah. Hal ini bila dibiarkan juga bisa menyebabkan makan berlebihan saat di siang hari.

Baca juga: Jangan Ditunda, Cara Mencegah Diabetes Ini Perlu Dicatat Anak Muda

Bagaimana membiasakan diri untuk sarapan pagi?

Setelah kamu mengetahui pentingnya sarapan untuk mengurangi risiko diabetes, kini saatnya untuk mulai konsisten melakukan kebiasaan ini.

Mulailah dari yang kecil dan ringan

Biasakan dengan memakan sarapan dalam porsi kecil, mudah dicerna dan kaya nutrisi. Sebagai permulaan, kamu bisa mencoba protein shake dengan buah, atau telur rebus dengan potongan buah di sampingnya.

Tambahkan sedikit protein

Protein adalah nutrisi penting yang tidak hanya akan membuat kenyang, tetapi juga membantu kamu tetap waspada secara mental.

Dilansir dari Discovergoodnutrition, sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang makan sarapan berprotein tinggi, mengonsumsi 200 kalori lebih sedikit pada malam hari.

Bagi makanan menjadi camilan kecil

Terkadang ada orang yang malas untuk sarapan karena takut perutnya terasa begah. Jika kamu adalah salah satunya, siasati hal ini dengan membagi-bagi menu sarapan ke dalam jumlah sedikit-sedikit.

Minumlah shake yang telah kamu siapkan sepanjang pagi, atau makan telur terlebih dahulu, lalu baru konsumsi buah satu jam kemudian.

Bangun 15 menit lebih awal

Tambahan waktu selama 15 menit di pagi hari dapat membuat perbedaan besar bagi mereka yang tidak pernah sempat sarapan karena terburu-buru berangkat kerja.

Kamu tidak hanya memiliki waktu untuk membuat sarapan dengan lebih cepat, tetapi juga memberikan kesempatan pada sistem metabolisme di dalam tubuh untuk bersiap dengan lebih optimal.

Makan apa yang membuat kamu berselera

Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa kamu harus selalu sarapan dengan menu ‘makanan sarapan’ seperti telur, atau roti setiap hari. Agar kamu tidak merasa bosan, tak ada salahnya untuk membuat menu sarapan yang bervariasi.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar sarapan atau diabetes? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Skipping breakfast even once a week might increase risk of type 2 diabetes, https://abcnews.go.com/Health/skipping-breakfast-week-increase-risk-type-diabetes/story?id=60024234 diakses pada 21 November 2020

Eating Breakfast Regularly May Reduce Type 2 Diabetes Risk, https://www.everydayhealth.com/type-2-diabetes/diet/skipping-breakfast-tied-higher-type-2-diabetes-risk/ diakses pada 21 November 2020

6 Tips to Get Your Breakfast Habit Started, https://discovergoodnutrition.com/2012/08/start-your-breakfast-habit/ diakses pada 21 November 2020

DOES SKIPPING BREAKFAST PUT YOU AT A HIGHER RISK FOR TYPE 2 DIABETES?, https://www.diabnext.com/does-skipping-breakfast-put-you-at-a-higher-risk-for-type-2-diabetes/ diakses pada 21 November 2020

Eating Breakfast Every Day Can Lower Your Risk for Type 2 Diabetes, https://www.healthline.com/health-news/skipping-breakfast-can-increase-your-risk-for-type-2-diabetes diakses pada 21 November 2020

Skipping Breakfast May Raise Diabetes Risk, https://www.webmd.com/diabetes/news/20130616/skipping-breakfast-may-raise-diabetes-risk diakses pada 21 November 2020

    register-docotr