Menyusui

5 Cara Mengatasi Puting Lecet pada Ibu Menyusui Lebih Efektif dan Aman

June 16, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Puting lecet merupakan salah satu masalah yang kerap dialami oleh ibu menyusui. Ada beberapa cara untuk segera mengatasi puting lecet pada ibu menyusui.

Puting lecet bisa menyebabkan proses menyusui tidak nyaman. Lalu apa saja hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi puting lecet, ikuti ulasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab puting lecet pada ibu menyusui

Puting lecet umumnya terjadi pada awal masa menyusui. Momen awal bayi menyusu, mereka juga masih belajar dan butuh waktu menyesuaikan diri.

Tak jarang mereka kesulitan minum ASI hingga menggigitnya terlalu keras dan menyebabkan lecet. Selain itu, puting lecet juga bisa disebabkan oleh:

  • Posisi menyusui. Sering kali, lecet pada puting Ibu disebabkan karena ibu dan bayi memiliki posisi yang tidak nyaman ketika ibu memberikan ASI. Posisi yang tidak sempurna antara mulut bayi dan payudara Ibu saat memberikan ASI membuat bayi mengunci puting ibu dengan menjepitnya menggunakan gusi dan langit-langit mulut. Sehingga, saat sedang menyusui, puting tidak terlepas. Hal ini membuat gesekan dan iritasi pada puting ibu.
  • Berganti antara menyusui melalui botol dan puting ibu. Jika bayi menyusu langsung dan juga lewat botol, maka bisa membuat masalah adaptasi cara menyusu bayi. Bayi menggunakan teknik yang berbeda dalam menyedot ASI dari puting dan botol. Bayi mungkin mengalami kebingungan dan menggunakan teknik yang kurang tepat saat mengunci, sehingga menyebabkan lecet pada puting ibu.
  • Penggunaan pompa payudara yang salah. Pastikan Moms menggunakan pompa ASI dengan tingkat hisapan yang tidak terlalu tinggi dan pas dengan ukuran payudara untuk mencegah lecet.

Cara mengatasi puting lecet pada ibu menyusui

Puting lecet memang bisa membuat tidak nyaman, bahkan sampai ada Moms yang malas menyusui bayinya karena hal ini.

Apa saja langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini? Berikut beberapa tips yang bisa Moms lakukan.

1. Kompres air hangat

Perawatan ini cukup mudah dan murah. Kompres air hangat bisa membantu mengurangi gejala perih, nyeri, dan rasa tidak nyaman lainnya.

Lakukan kompres hangat dengan cara:

  • Rendam kain lembut dan bersih ke dalam air hangat
  • Peras kain hingga airnya hilang
  • Tempatkan kain tersebut pada payudara Moms untuk beberapa menit
  • Setelah itu angkat dan tepuk-tepuk secara lembut untuk mengeringkannya

2. Kompres air garam

Kompres air garam bisa membantu penyembuhan lecet lebih cepat, Moms. Langkah mengompres larutan garam buatan rumah ini akan membantu melembabkan kulit dan mempercepat proses penyembuhan.

Lakukan dengan cara:

  • Campurkan 1/2 sendok teh garam dengan 8 ons air hangat, Moms bisa menggunakan mangkuk kecil untuk mencampurkannya
  • Rendam puting dalam larutan ini sekitar satu menit setelah menyusui
  • Selain merendamnya secara langsung, Moms juga bisa memasukkan larutannya ke botol spray untuk mengaplikasikannya ke puting secara merata
  • Terakhir, tepuk-tepuk dengan lembut untuk mengeringkannya

Rasa asin yang ditinggalkan larutan garam ini bisa saja tidak disukai bayi, jadi ada baiknya Moms membilas puting sebelum menyusui.

3. Krim topikal

Oleskan krim emolien, seperti krim berbasis lanolin atau minyak kelapa pada bagian puting setelah menyusui. 

Menggunakan salep lanolin yang dirancang khusus untuk ibu menyusui akan membantu mempercepat penyembuhan luka lecet pada puting. 

Moms tidak perlu membilasnya sebelum menyusui karena ini tergolong alami. Namun, jika bayi tak mau menyusu setelah Moms mengoles krim ini, mungkin memang harus dibilas dahulu.

4. Penggunaan bra

Saat puting lecet, ada baiknya Moms membiarkannya terbuka dan terangin-angin selama mungkin agar lukanya cepat mengering. 

Jika menggunakan bra, jangan pakai bra yang terlalu ketat. Moms juga bisa menggunakan nipple pad untuk mengurangi kelembaban dan gesekan.

5. Yang harus diperhatikan

Pastikan setelah ibu mengompres puting payudara, ibu segera mengeringkan puting dengan baik sebelum menutupinya atau menggunakan bra. Hal ini dapat mencegah timbulnya infeksi dan potensi tumbuh jamur.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medical News Today. Diakses pada 13 Juni 2020. Cracked nipples: Causes and treatments.

Healthline. Diakses pada 13 Juni 2020. 5 Natural Remedies for Cracked Nipples.

Kelly Mom. Diakses pada 13 Juni 2020. Healing Tips for Nipple Cracks or Abrasions.

Flo. Diakses pada 13 Juni 2020. Cracked Nipples: 4 Proven Ways to Heal.

    register-docotr