Menyusui

Moms Sedang Menyusui? Ini Daftar Makanan dan Minuman yang Wajib Dihindari!

August 4, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Untuk mendapatkan ASI (air susu ibu) yang bergizi, Moms perlu menerapkan pola konsumsi gizi seimbang yang memenuhi kebutuhan gizi untuk diri Moms sendiri dan untuk pertumbuhan serta perkembangan bayi.

Oleh karena itu, mengetahui apa saja makanan dan minuman yang harus Moms konsumsi dan yang harus Moms hindari menjadi penting untuk diketahui.

Agar Moms tidak salah konsumsi, berikut beberapa makanan dan minuman yang harus Moms hindari agar produksi ASI tetap lancar dan bergizi.

Makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui

Sebuah studi menunjukkan bahwa jenis makanan yang Moms konsumsi saat menyusui akan memengaruhi dan memberikan efek bagi kualitas ASI dan pasti akan berdampak pada bayi.

Demi kesehatan Moms dan bayi, sangat disarankan agar Moms yang sedang menyusui menghindari makanan-makanan seperti:

Ikan dengan kandungan merkuri tinggi

Beberapa ikan mengandung dua jenis asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak bayi. Namun, ada juga beberapa ikan dan makanan laut lain yang mengandung kadar merkuri sangat tinggi.

Sebuah studi menjelaskan bahwa bayi dan anak-anak memiliki tingkat sensitifitas lebih tinggi terhadap merkuri. Akibatnya, risiko bayi keracunan merkuri pun menjadi sangat tinggi apabila Moms mengonsumsi ikan atau makanan laut lain yang mengandung merkuri tinggi.

Paparan akut merkuri tingkat tinggi dapat secara permanen memengaruhi sistem saraf pusat bayi.

Risiko paling fatal yang mungkin terjadi pada bayi adalah mengalami keterlambatan atau gangguan pada beberapa hal, seperti:

  • Gangguan kognisi (kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan)
  • Keterampilan motorik
  • Perkembangan bicara dan bahasa
  • Kesadaran visual spasial atau kemampuan dalam membayangkan, mengingat, dan memanggil kembali bayangan-bayangan visual

Beberapa jenis ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi adalah:

  • Ikan tuna mata besar
  • Ikan raja makarel
  • Ikan marlin
  • Ikan oranye kasar
  • Ikan hiu
  • Ikan todak

Makanan Cepat Saji

Makanan olahan cepat saji umumnya mengandung kalori, lemak tidak sehat, dan gula tambahan yang cukup tinggi. Selain itu, makanan olahan juga rendah akan serat, vitamin, dan mineral.

Oleh karena itu, Moms yang sedang menyusui sangat disarankan untuk menghindari makanan-makanan olahan ini.

Cokelat

Melansir dari laman babycenter.com, dikatakan bahwa cokelat mengandung cukup tinggi teobromin yang memiliki efek serupa dengan kafein.

Jika Moms yang sedang menyusui mengonsumsi cokelat, maka efek yang akan dialami oleh bayi adalah bayi menjadi rewel dan susah tidur. Cokelat hitam memiliki lebih banyak kandungan teobromin daripada cokelat susu.

Suplemen herbal

Beberapa dokter dan peneliti tidak merekomendasikan Moms yang sedang menyusui untuk mengonsumsi suplemen herbal. Hal ini dikarenakan banyak produk suplemen herbal yang masih belum terdaftar dan diakui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apabila Moms ingin mengonsumsi suplemen herbal saat menyusui, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar tidak terhindar dari dampak buruk yang tidak diinginkan.

Minuman yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui

Selain makanan, ada beberapa minuman yang juga sangat disarankan untuk dihindari oleh Moms yang sedang menyusui. Beberapa di antaranya seperti:

Kafein

Kopi, cokelat, beberapa jenis minuman soda dan teh mengandung kafein yang cukup bermasalah apabila dikonsumsi oleh bayi. Saat bayi mengonsumsi kafein, bayi akan mengalami kesulitan dalam memecah, mencerna dan membuangnya.

Akibatnya, sejumlah besar kafein dari waktu ke waktu yang menumpuk pada sistem pencernaan bayi akan terganggu dan membuat bayi menjadi sulit untuk tidur.

Oleh karena itu, selama menyusui, Moms dianjurkan untuk membatasi asupan kafein hingga 300 mg per hari atau kurang untuk mencegah gangguan pencernaan dan pola tidur bayi terganggu.

Alkohol

Tingkat konsumsi alkohol yang tinggi telah terbukti mengurangi produksi ASI sebesar 20 persen. Oleh karena itu, tidak mengonsumsi alkohol adaah pilihan yang paling baik agar ASI tetap terjaga.

Apalagi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa jumlah alkohol dalam ASI akan memuncak pada 30 hingga 60 menit setelah Moms mengonsumsi alkohol terakhir.

Selain itu, alkohol dapat tetap berada dalam tubuh selama 2 hingga 3 jam, bahkan hanya untuk satu kali minum.

Semakin banyak alkohol yang Moms konsumsi, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membersihkan alkohol tersebut.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. babycenter.com (2019). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.babycenter.com/404_are-there-any-foods-to-avoid-while-breastfeeding_8906.bc

2. healthline.com (2020). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.healthline.com/nutrition/breastfeeding-foods-to-avoid#5

3. Drugs and Lactation Database (2019). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501467/

4. cdc.gov. Diakses 3 Agustus 2020. https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-micronutrients/maternal-diet.html

5. Drugs and Lactation Database (2020). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501469/

6. Drugs and Lactation Database (2020). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501469/

7. Mercury Exposure and Children’s Health (2010). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3096006/

8. Impact of maternal nutrition on breast-milk composition: a systematic review (2016). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27534637/

    register-docotr