Menyusui

6 Efek Samping Menggunakan Breast Pump yang Tak Banyak Diketahui

September 4, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bagi para ibu pekerja, keinginan untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada si kecil akan menjadi sangat terbantu dengan adanya breast pump. Bentuknya yang ringkas dan mudah dipakai, menjadikan alat ini favorit bagi para ibu-ibu dengan rutinitas padat.

Sayangnya tak banyak yang tahu bahwa memakai alat pompa ASI juga bisa menimbulkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa di antaranya akan dibahas melalui ulasan berikut ini.

Efek samping menggunakan breast pump

Meski alat ini memiliki banyak kegunaan, terutama untuk memberikan ASI saat Moms tidak berada di dekat si kecil. Namun ternyata alat ini juga bisa menimbulkan dampak buruk.

Membuat bayi bingung puting

Saat menyusui secara langsung, bayi tidak hanya mendapatkan asupan gizi. Setiap sentuhan, sensasi langit-langit mulut saat melekat pada payudara, sampai tekstur puting itu sendiri, akan memberikan kenyamanan yang luar biasa pada si kecil.

Hal-hal tersebut secara tidak langsung akan membuat bayi mengenali apa sumber makanan dan kenyamanan yang membuatnya merasa terlindungi.

Ketika hal ini tergantikan oleh dot botol susu, mau tak mau bayi akan bingung menentukan di mana sumber makanannya yang sebenarnya.

Oleh karena itu, bukan hal yang aneh jika bayi yang semula diberikan ASI secara langsung menjadi enggan menyusu lagi setelah beberapa kali mengonsumsi ASI melalui botol.

Baca juga: Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan, Atasi Sembelit sampai Cegah Osteoporosis

Ada kemungkinan membuat ASI terkontaminasi bakteri

Alat pompa ASI yang tidak dibersihkan secara baik sangat rentan membuat ASI di dalamnya terkontaminasi oleh bakteri.

Dilansir dari Theasianparent, beberapa tahun lalu seorang bayi prematur terkena meningitis akibat diberi ASI perah (ASIP) dari breast pump yang tidak higienis.

Dari hasil tes yang dijalankan, bayi tersebut diketahui memiliki Cronobacter sakazakii di dalam cairan sumsum tulang belakang. Mengingat keberadaan bakteri tersebut sangat langka, para ahli kemudian mencoba mengaitkannya dengan susu yang terkontaminasi.

Setelah ditemukan fakta bahwa sang bayi tidak pernah sekali pun mengonsumsi susu formula, investigasi pun dilakukan secara menyeluruh. Hasilnya, diketahui pula bahwa pada alat pompa yang digunakan ibunya terdapat jejak bakteri tersebut.

Kerusakan jaringan pada puting dan payudara

Terlalu tinggi maupun rendah dalam mengatur kecepatan serta daya hisap breast pump, bisa membuat Moms mengalami rasa sakit saat memompa ASI.

Jika dibiarkan terus menerus, jaringan kulit pada payudara maupun puting bisa sobek dan terluka.

Baca juga: Begitu Lezat, Simak Berbagai Kandungan Gizi Susu Berikut Ini

Membuat payudara bengkak

Sebagian ibu memompa ASI secara rutin agar bisa menyediakan stok yang banyak di kemudian hari. Sayangnya hal ini ternyata bisa memicu terjadi kelebihan produksi ASI yang mengakibatkan payudara menjadi bengkak.

Jika dibiarkan, Moms dapat mengalami mastitis yakni infeksi penyumbatan saluran ASI yang sangat menyakitkan.

Mengurangi produksi ASI

Berbeda dengan mekanisme bayi yang menghisap ASI secara langsung. Pemakaian alat pompa ASI secara terus menerus di sisi lain juga bisa menurunkan produksi ASI.

Menurut Parentingfirstcry, hal ini terjadi karena alat pompa ASI tidak bisa merangsang saraf payudara memproduksi ASI seperti yang dilakukan oleh hisapan mulut bayi.

Sangat menghabiskan waktu

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, untuk menjaga kualitas ASI yang telah diperah, Moms harus memastikan aspek kebersihan alat pompanya.

Hal ini berarti Moms harus mencuci, mengeringkan, dan bahkan mensterilkan breast pump setiap kali habis digunakan.

Tentu ini akan menguras waktu dan energi yang cukup banyak dan akan membuat Moms mengalami kelelahan.

Baca juga: Cara Tepat Gunakan Candesartan, Obat untuk Tekanan Darah Tinggi

Bagaimana menghindari efek samping pemakaian breast pump

Agar Moms terhindar dari efek samping yang telah disebutkan sebelumnya, lakukan beberapa hal cermat di bawah ini.

  1. Hanya berikan ASI melalui botol jika Moms benar-benar tidak bisa menyusui secara langsung
  2. Cuci tangan sampai bersih sebelum memakai breast pump
  3. Bersihkan alat pompa baik sebelum maupun sesudah dipakai
  4. Gunakan peralatan cuci terpisah antara breast pump dengan alat dapur lainnya
  5. Simpan breast pump di tempat yang higienis untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Itulah beberapa efek samping memakai breast pump yang bisa terjadi. Untuk menghindarinya, Moms bisa menerapkan langkah pencegahan di atas.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Side Effects of Using a Breast Pump and How to Avoid Them https://sg.theasianparent.com/side-effects-of-using-a-breast-pump diakses pada 3 September 2020

10 Breast Pump Side Effects No One Told You About, https://parenting.firstcry.com/articles/10-breast-pump-side-effects-no-one-told-you-about/ diakses pada 3 September 2020

    register-docotr