Kesehatan Anak

Tips Aman Membonceng Balita Ketika Mengendarai Sepeda

October 28, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Sepeda dianggap sebagai salah satu alat transportasi paling mudah dan juga menjadi hobi yang menyehatkan. Namun, ketika sudah berkeluarga biasanya banyak orang tua yang merasa ragu untuk mengajak bayi atau balita untuk bersepeda.

Membonceng bayi atau balita naik sepeda memang memiliki risiko tersendiri, tetapi tidak berarti sebagai suatu larangan. Nah, agar ketika merasa aman ketika membonceng bayi yuk simak penjelasan mengenai trik dan tipsnya berikut.

Baca juga: Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan Ketika Terkena Sengatan Lebah

Bagaimana tips aman membonceng bayi di sepeda?

Dilansir dari Babylist.com, beberapa keluarga umumnya mencoba sepeda trailer sebelum anak-anaknya bisa bersepeda sendiri. Biasanya, sepeda ini menempel pada tiang jok atau rak kargo belakang di kebanyakan sepeda dewasa standar.

Sepeda trail paling baik untuk bayi atau balita karena dilengkapi dengan tali pengaman dan pastikan anak duduk nyaman di dalamnya. Nah, agar ketika berkendara terasa nyaman berikut beberapa tips aman ketika membonceng bayi atau balita di sepeda.

Selalu kenakan helm

Trotoar dan gundukan kecil di jalanan dapat membuat anak-anak bergoyang saat dibonceng naik sepeda. Karena itu, anak harus memiliki kontrol kepala serta leher yang baik dan diikat dengan pengaman. 

Berapapun usia anak, mengenakan helm ketika dibonceng naik sepeda sangat diperlukan. Orang tua harus menyesuaikan helm dengan bentuk dan ukuran kepala anak agar terasa nyaman ketika digunakan.

Sebelum berangkat, pastikan juga agar helm terpasang dengan benar untuk mengurangi risiko cedera.

Pilih boncengan khusus untuk anak

Jangan menggunakan boncengan bawaan ketika ingin mengendarai sepeda bersama anak, terutama jika masih bayi atau balita. Pilihlah boncengan khusus yang memiliki sandaran punggung dan pijakan kaki agar anak merasa nyaman selama perjalanan.

Perlu diketahui, saat ini sudah banyak tersedia berbagai jenis boncengan sepeda anak yang bisa diletakkan di depan atau belakang. Penggunaan boncengan khusus juga cocok untuk si kecil yang belum siap mengayuh sendiri.

Cari rute yang aman

Ketika mengendarai sepeda bersama anak, carilah rute yang aman dan tidak berisiko menyebabkan guncangan hebat. Hindari jalan raya yang ramai, jalan dengan banyak batu, banyak tikungan, serta menanjak.

Pastikan juga untuk mengendarai sepeda pada jalur yang tepat atau telah disediakan. Jangan terlalu berada di tengah karena sangat berbahaya jika sewaktu-waktu datang kendaraan lain dari belakang.

Jenis boncengan sepeda untuk anak yang perlu diketahui

Saat mengendarai sepeda bersama anak, kamu perlu mengetahui beberapa jenis kursi sepeda yang biasa digunakan. Jenis kursi atau boncengan sepeda ini biasanya disesuaikan dengan usia anak. Beberapa jenis boncengan yang bisa dipasang pada sepeda dewasa, yakni sebagai berikut:

Dipasang di depan

Kebanyakan orang tua lebih menyukai boncengan atau kursi yang dipasang di depan. Selain aman, kursi yang berada di depan akan mempermudah orang tua ketika ingin berbicara dengan anak selama perjalanan.

Biasanya, kursi ini dipasang dengan menempel pada bagian depan sepeda tetap di bawah setang. Kursi atau boncengan di depan ini dirancang untuk pengendara mulai dari usia sembilan bulan atau tiga tahun dengan batas berat sekitar 35 pon.

Dipasang di rangka belakang

Boncengan jenis ini biasanya langsung menempel ke rangka sepeda atau di sepanjang tiang pengaman. Kursi yang dipasang di rangka belakang berukuran lebih besar daripada yang dipasang di depan dan memiliki banyak fitur, seperti sandaran dan katup pelindung.

Namun, penggunaan kursi belakang ini memiliki sisi negatif yakni tidak bisa melihat anak atau mengobrol selama di perjalanan. Nah, penggunaan kursi yang dipasang di rangka belakang sangat cocok untuk anak dengan usia sembilan bulan hingga berat sekitar 45 pon.

Dipasang di rak belakang

Jenis kursi ini dipasang ke rak yang terhubung ke rangka sepeda orang dewasa, yakni di atas ban belakang. Kursi yang dipasang di rak belakang merupakan pilihan terbaik karena orang tua bisa berbicara dengan anak dan terasa lebih aman karena dilengkapi dengan pengaman.

Baca juga: Manfaat Minyak Kayu Putih untuk Kesehatan, Bersihkan Sinus hingga Redakan Nyeri!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Babylist.com (2017), diakses 27 Oktober 2020. How to Bike as a Family
  2. Bikeradar.com (2020), diakses 27 Oktober 2020. Beginner’s guide to cycling with kids
    register-docotr