Kesehatan Anak

Serba-serbi Sunat Bayi Perempuan yang Perlu Kamu Pahami

November 7, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sama seperti pada laki-laki, sunat bayi perempuan juga merupakan suatu prosedur untuk memotong sebagian atau keseluruhan eksternal kemaluan. Namun praktik ini tidak memiliki alasan khusus untuk dilakukan secara medis.

Kebanyakan praktik sunat bayi perempuan dilakukan karena alasan budaya. Meskipun terkadang prosedur ini dijalankan oleh tenaga medis agar lebih aman, namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar tenaga medis tidak melakukan praktik ini.

Baca Juga: Moms, Coba Terapkan Tips Ini Agar Mental Anak Siap untuk Disunat

Sunat bayi perempuan dianggap melanggar hak asasi manusia

WHO beranggapan sunat bayi perempuan ini sebagai suatu tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Praktik ini juga dinilai sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Hal ini disebabkan sunat perempuan merenggut hak kesehatan dari si Kecil. WHO menilai kalau praktik ini hanyalah bentuk penyiksaan yang kejam.

Untuk skala nasional, Indonesia sebenarnya sempat memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk melakukan sunat pada bayi perempuan pada 2010. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 1636. 

Namun SOP itu dicabut melalui Permenkes nomor 6 tahun 2014. Jika melihat pada poin pertimbangan, jelas disebutkan kalau sunat perempuan tidak terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

Siapa saja yang berisiko?

Kebanyakan sunat pada perempuan ini dilakukan pada bayi dan remaja. Tapi dalam beberapa kasus sunat ini dilakukan pada perempuan dewasa juga dan WHO mencatat setidaknya ada 3 juta perempuan yang berisiko menerima praktik ini setiap tahunnya.

Lebih dari 200 juta bayi perempuan, remaja dan perempuan dewasa yang hidup saat ini pernah mengalami praktik ini.

Praktik ini banyak terjadi di wilayah barat, timur dan timur laut Afrika. Serta beberapa negara di Timur Tengah dan Asia serta para imigran yang berasal dari negara-negara ini.

Jenis sunat bayi perempuan

Ada 4 jenis dari sunat pada perempuan. Yaitu:

  • Clitoridectomy (tipe 1): Mengangkat sebagian atau seluruh klitoris
  • Excision (tipe 2): Mengangkat sebagian atau keseluruhan klitoris dan bagian dalam labia, dengan atau tanpa membuang labia mayora
  • Infibulation (tipe 3): Menyempitkan lubang vagina dengan cara menciptakan penutup yang dibentuk dengan menggunting dan mengatur ulang posisi labia
  • Tipe terakhir: Berupa segala bentuk prosedur yang dilakukan terhadap alat kelamin perempuan lainnya, baik itu ditusuk, dipotong, dikikis atau dibakar

Saat sunat dilakukan, biasanya tanpa anestesi dan menggunakan alat berupa pisau, gunting, pisau bedah, potongan kaca atau silet.

Sunat pada perempuan dilakukan tanpa persetujuan mereka, itu sebabnya banyak praktik ini yang dilakukan saat mereka masih bayi. Mereka pun terpaksa harus menahan sakit yang ditimbulkan dari praktik ini.

Tidak peduli dilakukan di mana atau oleh siapa, praktik sunat pada bayi perempuan ini tidak menghasilkan manfaat kesehatan. 

Baca Juga: Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Sunat pada Anak Usia Bayi

Efek sunat pada bayi perempuan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak ada manfaat kesehatan dari sunat pada perempuan. Sebaliknya, praktik ini justru bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti:

  • Nyeri yang tidak kunjung hilang
  • Jika dilakukan pada perempuan dewasa, maka akan menimbulkan nyeri dan kesulitan untuk berhubungan seksual
  • Infeksi yang berulang yang dapat menyebabkan infertilitas
  • Perdarahan, kista dan bengkak bernanah
  • Kesulitan untuk buang air kecil.

Beberapa perempuan dapat meninggal dunia karena kehilangan darah atau infeksi yang disebabkan oleh prosedur ini. Maka risikonya sangat tinggi jika dilakukan pada bayi.

Komplikasi jangka panjang

WHO mencatat daftar komplikasi berikut ini yang dapat ditimbulkan oleh sunat pada perempuan:

  • Masalah saat buang air kecil, mulai dari nyeri hingga infeksi kandung kemih yang bisa muncul
  • Masalah pada vagina seperti gatal, ada nanah, infeksi bakteri
  • Pada perempuan yang sudah dewasa akan menimbulkan masalah menstruasi seperti nyeri saat menstruasi, kesulitan mengeluarkan darah menstruasi dan lainnya
  • Jaringan parut dan keloid
  • Dibutuhkan operasi tambahan. Misalnya saat penutup vagina yang dibuat pada tipe 3 terbuka
  • Membuat bayi menjadi stres dan rewel karena masalah mental yang terjadi.

Demikianlah serba-serbi sunat bayi perempuan yang ternyata tidak menimbulkan manfaat bagi kesehatan. Selalu pahami manfaat kesehatan sebuah tindakan atau prosedur seperti ini sebelum kamu menerapkannya, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. World Health Organization, diakses 29 Oktober 2020. Female Genital Mutilation
  2. National Health Service, diakses 29 Oktober 2020. Female genital mutilation (FGM)
  3. United Nation Population Fund, diakses 29 Oktober 2020. Top 5 things you didn’t know about female genital mutilation
  4. Kementerian Kesehatan Indonesia, diakses 29 Oktober 2020. Permenkes Nomor 1636 Tahun 2010 tentang Sunat Perempuan: Menjamin Keamanan dan Perlindungan Sistem Reproduksi Perempuan
  5. Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal, diakses 29 Oktober 2020. Permenkes 6 tahun 20114
    register-docotr