Kesehatan Anak

Si Kecil Demam, Kompres Pakai Air Hangat atau Plester, Mana Lebih Efektif?

September 15, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh melebihi ambang batas normal. Badan kesehatan dunia WHO menjelaskan, suhu tubuh normal manusia ada pada rentang 36.5 hingga 37° Celcius, terlepas dari temperatur di luar.

Pada anak, demam bisa membuatnya tidak nyaman, gelisah, rewel, hingga menangis terus-menerus. Ada dua cara yang bisa dicoba, yaitu mengompresnya menggunakan handuk basah hangat atau plester demam. Mana yang lebih efektif? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Beda Demam Biasa dengan Suhu Tubuh Corona: Ini Fakta Lengkapnya

Kondisi demam pada anak

Mengutip Kids Health, demam pada anak dibedakan menjadi dua kategori, yaitu ringan dan tinggi. Demam ringan terjadi saat suhu tubuh si kecil berada pada rentang 37 hingga 39° Celcius. Sedangkan demam tinggi, di atas 39° Celcius.

Cara paling mudah untuk mengetahui suhu badan adalah dengan menggunakan termometer. Menurut St. Jude Research Hospitaldi Amerika Serikat, pengukuran melalui mulut (oral) adalah cara terbaik untuk mengetahui suhu tubuh anak.

Penyebab paling umum dari demam pada anak adalah infeksi virus. Naiknya suhu tubuh adalah salah satu bentuk respons sistem imun yang sedang melakukan perlawanan.

Baca juga: Mengenal Kondisi Demam pada Anak yang Harus Moms Ketahui

Redakan demam anak dengan kompres air hangat

Kompres adalah salah satu cara rumahan yang paling banyak dilakukan orang tua untuk meredakan demam anak. Caranya sangat mudah, cukup gunakan handuk yang dibasahi air lalu letakkan pada permukaan kulit si kecil.

Moms bisa meletakan handuk yang telah dibasahi di dahi, lipatan ketiak, atau selangkangan. Taruh handuk selama 10 hingga 15 menit, kemudian basahi kembali setiap setengah jam.  

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kompres untuk demam sebaiknya menggunakan air hangat. Air hangat akan membantu mengeluarkan panas dari dalam tubuh lewat pori-pori melalui proses penguapan.

Mengapa harus air hangat?

Sebuah riset oleh sejumlah peneliti di Universitas Muhammadiyah Purwokerto memaparkan, kompres air hangat bisa mendukung proses penyembuhan demam seperti:

  • Pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga pasokan oksigen bisa menjangkau ke seluruh bagian tubuh. Hal ini bisa membantu proses penurunan suhu badan.
  • Air hangat bisa memberikan sinyal ke bagian otak bernama hipotalamus melalui sumsum tulang belakang. Saat reseptor pengatur suhu di hipotalamus terangsang, tubuh akan mulai membuang panas dengan cara mengeluarkan keringat.

Bolehkah menggunakan air dingin?

Mengompres anak yang sedang demam menggunakan air dingin adalah hal yang tidak disarankan. Kompres air dingin bisa membuat pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang justru dapat memicu kenaikan suhu badan.

Ada beberapa bahaya yang bisa muncul jika Moms memaksakan mengompres si kecil menggunakan air dingin, yaitu:

  • Air dingin dapat merangsang produksi panas di dalam tubuh.
  • Memungkinkan terjadinya shivering, atau peningkatan aktivitas otot yang bisa membuat menggigil atau gemetar.
  • Memunculkan warna kebiruan pada kulit akibat peningkatan aktivitas otot.

Kompres menggunakan plester demam

Plester demam yang diletakkan di dahi. Sumber foto: www.healthline.com

Belakangan ini, tren penggunaan plester demam mulai diminati. Ini karena cara pemakaiannya cukup mudah dan lebih praktis ketimbang kompres tradisional menggunakan handuk basah.

Plester demam mengandung hidrogel berbasis poliakrilat dengan senyawa paraben dan mentol. Kandungan itu diformulasikan untuk mempercepat proses pemindahan panas dari tubuh ke plester. Cara pemakaiannya juga mudah, cukup tempelkan plester ke dahi, lipatan ketiak, atau pangkal paha.

Bicara soal efektivitas, kompres tradisional menggunakan handuk masih menjadi pilihan terbaik. Sebuah penelitian menjelaskan, penggunaan kompres handuk dengan air hangat mampu menurunkan suhu tubuh hingga 0,71° Celcius. Sedangkan kompres plester hanya 0,13° Celcius.

Kompres air hangat dinilai lebih unggul karena memiliki fungsi dan cara kerja yang lebih beragam, seperti meningkatkan suplai darah dan oksigen ke semua bagian tubuh.

Kapan harus memberikan obat pereda demam?

Tidak ada patokan waktu untuk memberikan obat demam pada anak. Moms bisa memberikannya sesaat setelah suhu tubuh si kecil naik. Obat pereda demam juga dapat digunakan meski Moms menerapkan metode kompres.

Moms bisa menggunakan beberapa pilihan obat pereda demam yang tersedia di apotek, seperti ibuprofen dan parasetamol. Jangan lupa untuk membaca takaran dosis dan aturan minumnya agar buah hati tercinta tak mengalami efek samping tertentu.

Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Sebagian orang tua mungkin beranggapan jika demam pada anak bisa disembuhkan dengan cara mandiri di rumah. Keputusan tersebut tak salah, karena demam pada anak biasanya akan mereda dan menghilang pada rentang tiga hari.

Tapi, tak ada salahnya pula untuk berkonsultasi ke dokter sesaat setelah si kecil mengalami demam. Sebab, penanganan mandiri yang tidak tepat justru bisa membahayakan kondisi buah hati tercinta.

Bayi yang suhu tubuhnya terus meningkat hingga 40° Celcius perlu mendapat penanganan khusus. Jika tidak, bayi bisa mengalami kejang atau yang lebih dikenal dengan istilah step.

Kejang pada bayi yang terjadi lebih dari 15 menit dapat meningkatkan risiko kerusakan otak, epilepsi, dan gangguan mental.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7.

Reference

  1. Kids Health, diakses 14 September 2020, Fever.
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diakses 14 September 2020, Penanganan Demam pada Anak.
  3. St. Jude Research Hospital, diakses 14 September 2020, Fever.
  4. NHS UK, diakses 14 September 2020, Advice for managing child fever.
  5. Medline Plus, diakses 14 September 2020, When your baby or infant has a fever.
  6. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, diakses 14 September 2020, Efektivitas penurunan suhu tubuh menggunakan kompres air hangat dan kompres plester pada anak dengan demam di ruang kanthil rumah sakit umum daerah banyumas.
  7. UIN Malang, diakses 14 September, Efektifitas kompres dingin dan hangat pada penataleksanaan demam.

    register-docotr