Kesehatan Anak

Perut si Kecil Buncit dan Membesar, Normal atau Tidak?

November 11, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tak hanya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami perut buncit, lho. Perut si Kecil akan terlihat lebih menonjol dari bagian tubuh lainnya. Tak sedikit orang tua yang cemas terhadap kondisi tersebut.

Apakah perut buncit pada bayi adalah hal yang normal? Apa saja faktor yang bisa memicu kondisi tersebut? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Perut buncit pada bayi, normalkah?

Jika perut si Kecil buncit atau membesar, jangan cemas dulu. Menurut American Academy of Pediatrics, hal tersebut adalah kondisi yang normal dan wajar. Biasanya, perut akan makin terlihat membesar ketika buah hati selesai menyusu dalam jumlah yang banyak.

Tapi ketika sudah makan, perut ini akan perlahan menjadi empuk, meski tetap terlihat buncit. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi tersebut. Selama bayi tidak rewel, menangis, dan mengeluhkan sesuatu dengan mengusap-usap perutnya, tak ada sesuatu yang perlu dicemaskan.

Baca juga: Mengatasi Perut Kembung pada Bayi Tak Boleh Sembarangan! Berikut Ini Caranya

Beragam penyebab perut buncit pada bayi

Meski sebagian besar kasus perut buncit pada bayi relatif normal, Moms tetap perlu memerhatikannya secara berkala. Jika perut si Kecil terus mengeras, ada beberapa hal yang kemungkinan sedang terjadi, yaitu:

1. Terlalu banyak menelan udara

Terlalu banyak menelan udara dapat menyebabkan perut bayi membesar dan mengeras. Kondisi ini biasanya dipicu ketika si Kecil salah menempelkan mulut ke puting payudara saat menyusu. Akibatnya, banyak udara yang masuk ke mulut.

Penggunaan botol dan dot juga bisa memicu keadaan ini. Secara teknis, celah yang ada di bawah lubang dot dapat membuat udara terjebak, lalu ikut tertelan si Kecil saat diisap.

2. Masalah pencernaan

Bayi belum memiliki saluran pencernaan yang sempurna seperti orang dewasa. Sehingga, mekanismenya juga masih sangat terbatas. Inilah alasan mengapa bayi di bawah enam bulan hanya boleh minum air susu ibu (ASI), bukan makanan lain.

Adanya gangguan pada saluran pencernaan si Kecil dapat menyebabkan penumpukan gas di lambung. Akibatnya, tak hanya buncit, perut bayi juga ikut mengeras.

3. Intoleransi laktosa

Salah satu penyebab perut buncit pada bayi yang paling umum adalah intoleransi laktosa. Dilansir dari Healthline, kondisi ini tak hanya membuat perut membesar, tapi juga bisa memicu kram, diare, dan kembung.

Pada beberapa kasus, keadaan tersebut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, rewel, dan terus menangis.

Intoleransi laktosa adalah kondisi gangguan pencernaan ketika tubuh tidak bisa menerima dan mengolah laktosa, yaitu gula alami yang terdapat pada produk susu hewani. Solusinya, Moms dapat menggunakan alternatif susu nabati seperti yang berbahan dasar kedelai.

4. Alergi susu

Penyebab perut buncit pada bayi berikutnya adalah alergi. Cleveland Clinic menjelaskan, alergi dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi di saluran pencernaan bayi. Hal tersebut bisa membuat perut si Kecil membesar. Si Kecil akan merasa tidak nyaman dan biasanya terus rewel.

Alergi sendiri adalah keadaan di mana sistem imun memberikan respons berlebihan terhadap zat asing dari luar. Pada bayi, susu sapi sering menjadi penyebab utama dari kondisi tersebut.

Protein dari susu sapi seperti kasein dan whey dapat memicu pelepasan senyawa histamin, zat kimia yang diproduksi oleh sistem imun ketika ada zat asing yang dianggap berbahaya.

Kapan harus ke dokter?

Seperti yang telah dijelaskan, pada umumnya, perut buncit pada bayi adalah kondisi yang normal, selama si Kecil tidak rewel dan tetap tenang. Namun jika sebaliknya, Moms perlu mulai waspada.

Perhatikan apakah buah hati terus rewel dan menangis tanpa henti. Jika bayi mulai enggan menyusu, demam, diare, muntah, dan muncul ruam di kulit, ini adalah waktu untuk memeriksakannya ke dokter.   

Penanganan mandiri di rumah

Gerakan mengayuh sepeda. Sumber foto: www.happyfamilyorganics.com

Jika bayi hanya mengusap perutnya yang membuncit tanpa disertai demam, ruam di kulit, dan muntah, kemungkinan besar penyebabnya adalah penumpukan gas. Moms dapat melakukan beberapa cara untuk meredakan kondisi tersebut, yaitu dengan:

  • Kompres air hangat dan tekan secara lembut perut bayi
  • Buat bayi bersendawa, yaitu dengan mengusap punggungnya secara perlahan
  • Lakukan tummy time, yaitu membiarkan si Kecil dalam posisi tengkurap. Ini bisa memberikan tekanan pada perut dan memudahkan gas untuk keluar.
  • Gerakan bersepeda. Dalam posisi berbaring, angkat kedua kaki si Kecil lalu gerakkan seperti sedang mengayuh sepeda. Hal tersebut dapat memberikan tekanan pada perut yang bisa memudahkan gas untuk keluar.

Nah, itulah ulasan tentang perut buncit pada bayi dan berbagai faktor yang mungkin bisa menjadi penyebabnya. Jika si Kecil terus rewel dan menangis, tak perlu pikir panjang untuk memeriksakannya ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. American Academy of Pediatric, diakses 10 November 2020, Common Conditions in Newborns.
  2. Kids Health, diakses 10 November 2020, Looking at Your Newborn: What’s Normal.
  3. Parents, diakses 10 November 2020, 4 Reasons Your Kid Is Bloated and How to Help.
  4. Cleveland Clinic, diakses 10 November 2020, Infant With Serious Tummy Troubles? Understanding Milk Protein Allergy and Intolerance.
  5. Healthline, diakses 10 November 2020, Signs and Symptoms Your Baby May Be Lactose Intolerant.
  6. Firstcry Parenting, diakses 10 November 2020, 8 Easy and Effective Home Remedies for Stomach Pain in Babies.

    register-docotr