Kesehatan Anak

Biasa Dialami saat Baru Lahir, Ini Macam-Macam Penyebab Bayi Kuning

October 1, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Penyebab bayi kuning harus diketahui agar tidak memunculkan kecemasan pada orang tua. Ya, penyakit kuning merupakan kondisi umum karena darah pada bayi baru lahir mengandung bilirubin dalam jumlah yang banyak.

Penyakit bayi baru lahir kuning biasanya terjadi akibat hati belum cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah. Dalam kebanyakan kasus, penyakit kuning pada bayi akan hilang dalam 2 hingga 3 minggu.

Baca juga: Perkembangan Bayi 10 Bulan: Mulai Belajar Merangkak dan Berdiri Sendiri

Penyebab bayi kuning yang perlu diketahui

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa semua bayi yang baru lahir perlu melakukan pemeriksaan untuk penyakit kuning sebelum keluar dari rumah sakit.

Bayi yang baru lahir akan dengan cepat memecah hemoglobin lama dan kemudian menghasilkan kadar bilirubin lebih tinggi dari biasanya. 

Karena itu, jika hati kurang berkembang dan tidak dapat menyaring secepat yang diproduksi maka akan menyebabkan hiperbilirubinemia atau kelebihan bilirubin.

Beberapa kasus bayi baru lahir kuning yang parah terkait dengan gangguan pada tubuh, termasuk penyakit hati, perdarahan di bawah kulit kepala, serta kelenjar tiroid kurang aktif.

Dilansir Mayo Clinic, penyakit bayi baru lahir kuning dapat terjadi karena beberapa macam penyebab yang mendasari. Nah, penyebab umum penyakit kuning yang sering terjadi pada bayi baru lahir, antara lain:

Masalah pada tahap menyusui

Bayi kuning (ikterus neonatrum) bisa pula terjadi dalam dua kondisi berbeda, yakni karena faktor menyusui dan faktor ASI. Ikterus menyusui biasanya terjadi pada minggu pertama kehidupan, terutama jika bayi tidak menyusu dengan baik atau karena ASI lambat masuk.

Sementara itu, faktor ASI umumnya diakibatkan karena zat-zat dalam ASI mengganggu proses penguraian bilirubin dan terjadi setelah 7 hari kehidupan. Penyakit kuning akan memuncak pada 2 hingga 3 minggu setelahnya sehingga perlu penanganan lebih lanjut.

Kelahiran bayi prematur

Penyebab utama kenapa bayi kuning adalah kelahiran prematur atau dengan usia kehamilan 37 minggu. Bayi yang lahir secara prematur mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi lainnya.

Selain itu, bayi prematur juga akan menyusu dalam jumlah sedikit dengan berkurangnya keinginan buang air besar sehingga bilirubin sulit keluar melalui tinja. Segera lakukan pemeriksaan bersama dokter, terutama jika bayi lahir dengan kondisi prematur.

Golongan darah ibu dan bayi berbeda

Seorang bayi yang memiliki golongan darah berbeda dari sang ibu dapat mengembangkan penumpukan antibodi. Hal ini akan mengakibatkan sel-sel darah merah hancur dan kadar bilirubin meningkat secara tiba-tiba.

Biasanya, kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi prematur dan kembar. Masalah ini harus diketahui sejak awal dan dilakukan penanganan oleh dokter sebelum menyebabkan masalah yang serius.

Dehidrasi atau asupan kalori rendah

Tubuh yang mengalami dehidrasi atau kekurangan asupan kalori bisa menjadi salah satu alasan kenapa bayi kuning. Selain itu, kadar bilirubin juga bisa meningkat akibat kekurangan enzim hingga rendahnya kadar oksigen.

Karena itu, penting untuk memastikan bayi mendapatkan cukup makan dan terhidrasi dengan baik. Periksakan segera dengan dokter ahli jika bayi menderita penyakit kuning agar mendapatkan penanganan tepat lebih lanjut.

Memar selama persalinan

Bayi yang lahir memar akibat persalinan mungkin akan memiliki kadar bilirubin lebih tinggi sehingga kerusakan sel darah merah juga lebih banyak. Karena itu, perdarahan internal lainnya juga bisa menjadi penyebab utama kenapa bayi kuning tidak lama setelah dilahirkan.

Selain yang sudah disebutkan di atas, penyebab bayi kuning lainnya yang mungkin terjadi antara lain:

  • Perdarahan internal (hemorrhage)
  • Infeksi pada darah bayi (sepsis)
  • Infeksi virus atau bakteri lainnya
  • Kerusakan hati
  • Atresia bilier, suatu kondisi di mana saluran empedu bayi tersumbat atau terluka

Segera hubungi dokter jika melihat ciri-ciri bayi kuning, seperti bayi mengalami demam, kulit bayi kuning dan semakin lama semakin gelap, tidak dapat menyusu dengan baik, dan sering menangis. Lakukan pemeriksaan sebelum masalah semakin serius dan bertambah parah.

Baca juga: Sebelum Transplantasi Ginjal, Yuk Pahami Dulu Prosedur dan Risikonya Setelah Operasi!

Mengenal ciri-ciri bayi kuning

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ciri-ciri bayi kuning yang paling umum adalah kulit bayi kuning, biasanya diawali di bagian wajah. Kemudian diikuti dengan mata kuning pada bayi.

Biasanya ciri-ciri itu muncul 2 hingga 4 hari setelah bayi dilahirkan. Selain itu, berikut beberapa ciri-ciri bayi kuning lainnya yang perlu Moms waspadai. 

  • Warna kuning akan menyebar ke seluruh tubuh bayi, bukan cuma di kulit wajah atau mata kuning pada bayi
  • Kulit bayi kuning dan semakin hari warna kuningnya semakin gelap
  • Bayi mengalami demam sekitar 38 derajat Celcius atau lebih tinggi
  • Bayi tidak mau menyusu
  • Terlihat lesu dan lemas
  • Menangis dengan nada tinggi. 

Jika melihat ciri-ciri tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter atau cari bantuan medis.

Apa bahaya bayi kuning?

Sebenarnya tidak semua bayi kuning membahayakan. Ada juga bayi kuning yang normal atau dalam bahasa medis disebut ikterus fisiologis. Kondisi bayi kuning yang normal umumnya hanya menunjukkan gejala ringan, seperti warna kuning hanya terlihat di area wajah dan tidak menyebar. 

Meski dianggap sebagai bayi kuning yang normal, kondisinya akan tetap dipantau. Jika tidak ada ciri-ciri lain seperti mata kuning pada bayi atau warna kuning yang semakin gelap, maka kondisinya akan pulih menyeluruh dalam waktu 2 minggu. 

Sementara itu, jika setelah empat hari bayi menunjukkan kondisi yang semakin parah, dokter kemungkinan besar akan meminta bayi untuk melakukan pemeriksaan berupa tes darah lengkap untuk mengetahui tingkat bilirubin. 

Meski sebagian besar kasus penyakit kuning tidak membutuhkan perawatan khusus, tapi beberapa bayi yang mengalami peningkatan bilirubin dengan cepat atau tingkat bilirubinnya sudah dianggap tinggi, akan dirawat di rumah sakit.

Perawatan akan dilakukan untuk menghindari risiko bahaya bayi kuning. Beberapa risiko yang dapat membahayakan bayi antara lain:

  • Kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak yang disebut kernikterus.
  • Bahaya bayi kuning lainnya, dapat menyebabkan komplikasi seperti cerebral palsy dan juga tuli pada bayi.

Bisakah penyakit bayi baru lahir kuning dicegah?

Pada dasarnya, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah penyakit kuning pada bayi baru lahir. Namun, selama kehamilan Moms bisa melakukan tes golongan darah untuk mengesampingkan ketidakcocokan yang menjadi penyebab penyakit kuning.

Pastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup melalui pemberian air susu ibu atau ASI. Berilah ASI bayi 8 hingga 12 kali sehari selama beberapa hari pertama untuk memastikan agar tidak dehidrasi.

Pantau bayi dengan hati-hati lima hari pertama kehidupan untuk gejala penyakit, seperti kulit dan mata menguning. Segera hubungi dokter jika bayi sudah menunjukkan gejala umum penyakit kuning untuk mencegah terjadinya bahaya bayi kuning pada si kecil.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2017), diakses 23 Juni 2020. Causes and treatments of infant jaundice
  2. Healthline (2017), diakses 23 Juni 2020. Understanding Newborn Jaundice
  3. Mayo Clinic (2020), diakses 23 Juni 2020. Infant jaundice
    register-docotr