Kesehatan Anak

Orang Tua Patut Waspada, Inilah Penyebab Anak Mimisan Saat Tidur

May 13, 2020 | Haekal | dr Heru Tri Purwanto
feature image

Hidung berdarah pada anak terutama saat sedang tidur memang seringkali memicu rasa panik. Apa ya sebenarnya penyebab anak mimisan saat tidur?

Pada umumnya, para Moms merasa takut akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyakit yang tidak diketahui sebelumnya. Meski demikian, hidung berdarah alias mimisan (epistaxis) merupakan hal yang sangat umum. 

Serba-serbi mimisan

penyebab anak mimisan
Ketahui lebih lanjut tentang mimisan yuk, Moms! Foto: Shutterstock.com

Sekitar 60% manusia akan pernah mengalami mimisan selama hidup dan paling sering terjadi pada anak berusia 2-10 tahun dan orang berusia lanjut sekitar 50-80 tahun.

Dari sekian banyak mimisan yang terjadi, hanya 10% di mana mimisan menjadi gejala dari suatu kondisi medis yang lebih serius.

Terdapat dua jenis mimisan, yang paling umum adalah mimisan anterior, di mana darah muncul dari bagian depan hidung. Kapiler atau pembuluh darah kecil dalam hidung dapat pecah dan berdarah dan memicu mimisan jenis ini. 

Lainnya adalah mimisan posterior yang muncul dari bagian terdalam dari hidung. Hal ini terjadi lebih umum pada orang dewasa yang menderita tekanan darah tinggi dan yang pernah menderita cedera pada hidung dan wajah.

Lalu apa yang menjadi penyebab mimisan pada anak saat tidur?

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Gejala Tipes pada Anak yang Harus Diwaspadai!

Penyebab anak mimisan saat tidur

Mimisan seringkali terjadi dipicu oleh hal-hal yang tidak berbahaya seperti mengupil, atau meniup hidung terlalu sering dan keras. Terkadang terjadi akibat terkena benturan saat bermain.

Penyebab lainnya termasuk pembuluh darah yang sensitif yang pecah dan berdarah pada cuaca hangat dan kering; infeksi pada hidung, tenggorokan, dan sinus; alergi; benda asing pada hidung; sembelit; dan efek pengobatan tertentu.

Pada kasus yang sangat jarang, mimisan juga bisa disebabkan oleh gangguan medis yang tidak diketahui. Anak kecil dapat mengalami mimisan berkali-kali dalam beberapa minggu.

Di malam hari, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan mimisan pada anak seperti konsumsi obat-obatan tertentu, paparan terhadap senyawa kimia tertentu, alergi dan demam, serta suasana kamar dan rumah yang kering.

Ya, suasana sekitar yang kering sering terjadi pada perubahan musim sebelum jaringan pada hidung menyesuaikan diri dengan kenaikan atau penurunan kelembapan.

Apa yang harus dilakukan saat anak mimisan?

Segera lakukan cara tepat menangani mimisan pada anak. Foto: Shutterstock.com

Jika mimisan terjadi, pastikan agar Moms dan anak tetap tenang meski darah terus keluar dari hidung. Posisikan si Kecil dalam posisi duduk tegak di kursi atau di pangkuan Moms.

Miringkan kepalanya sedikit ke depan dan jangan biarkan menyender karena dapat membuat aliran darah bergerak ke tenggorokan dan dapat memicu batuk, tersedak, dan bahkan muntah.

Lalu pencet hidung bagian empuk dengan tisu atau kain bersih selama sekitar 10 menit hingga mimisan berhenti. Biarkan anak rileks setelah mimisan, dan usahakan jangan memasukkan jari, menggosok, atau berusaha membuang darah dari hidung dengan kasar.

Baca juga: Paling Banyak Diidap Anak-Anak, Seberapa Bahayanya Meningitis?

Kapan penyebab anak mimisan perlu diperiksa dokter?

Jika kondisinya demikian, segera cek mimisan pada anak ke dokter. Foto: Shutterstock.com

Pada beberapa kasus seperti mimisan yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Selain itu, konsultasi dokter juga disarankan dilakukan ketika pola mimisannya berubah dari biasanya; terjadi bersamaan dengan hidung mampet kronis atau terlalu mudah berdarah dan memar.

Kondisi darurat pada mimisan yang harus ditangani segera oleh dokter terjadi ketika mimisan berlanjut selama lebih dari 20 menit setelah hidung ditekan.

Perhatikan juga apabila ini terjadi setelah anak jatuh dan membentur kepala atau wajah; dibarengi dengan sakit kepala berat, demam, atau gejala-gejala lainnya.

Misalnya jika hidung anak terlihat patah atau berubah bentuk; anak menunjukkan tanda kehilangan terlalu banyak darah seperti pucat, lemas, pusing, hingga pingsan; anak mulai batuk dan muntah darah; dan anak memiliki kelainan darah atau mengonsumsi pengencer darah.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Epistaxis (Nose Bleed). Diakses pada 6 November 2019. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK435997/
Nosebleeds. Diakses pada 6 November 2019. Kidshealth.
https://kidshealth.org/en/parents/nose-bleed.html.
Nosebleeds. Diakses pada 6 November 2019. The Royal Children’s Hospital Melbourne.
https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/nosebleeds/.
When to see a doctor if a child has a nosebleed. Diakses pada 6 November 2019. Medicalnewstoday.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/324536.php#when-to-see-a-doctor.

    register-docotr