Kesehatan Anak

Penting, Ini Beberapa Infeksi Virus yang Kerap Menyerang si Kecil

December 15, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sistem imun yang masih belum matang menyebabkan anak sering terkena berbagai penyakit. Beberapa di antaranya disebabkan oleh virus.

American Academy of Family Physicians menyebut banyak anak usia 4-8 tahun yang rentan mengalami infeksi. Tidak jarang infeksi ini berulang karena tubuh mereka masih menyesuaikan diri.

Baca Juga: Kenali Infeksi Telinga yang Seringkali Menyerang Bayi dan Anak-Anak

Infeksi virus pada anak

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus yang sering menimpa anak-anak:

Selesma

Penyakit selesma atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas. Ini adalah jenis infeksi virus yang paling sering terjadi pada anak-anak.

American Academy of Pediatrics menyebut banyak anak yang mengalami 8-10 kali selesma selama dua tahun pertama masa hidupnya. Beberapa anak yang sudah memasuki usia sekolah bahkan akan lebih sering lagi terkena penyakit ini, karena penularannya yang mudah.

Penyebaran virus ini berawal dari batuk atau bersin dari orang yang sudah mengidap penyakit ini. Selanjutnya virus tersebut akan terhirup oleh si Kecil dan membuat mereka sakit.

Gejala dari penyakit ini antara lain adalah:

  • Ingus yang meler (pada awalnya ingus masih bening, lama kelamaan akan berwarna dan berlendir)
  • Bersin-bersin
  • Demam yang rendah sekitar 38,3-38,9 derajat Celsius
  • Nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan
  • Sakit tenggorokan bahkan sulit untuk menelan
  • Batuk
  • Amandel bernanah, terutama pada anak usia tiga tahun ke atas. Kemungkinan ini adalah infeksi streptococcus

Cara mengatasi selesma

Saat ini tidak ada obat untuk mengatasi penyakit ini. Yang bisa dilakukan adalah memberikan antibiotik untuk melawan infeksi, tapi tidak berpengaruh terhadap virus.

Oleh karena itu, yang bisa kamu lakukan sebagai orang tua adalah membuat si Kecil nyaman, biarkan mereka cukup beristirahat dan minum banyak air putih.

Flu 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebut anak usia 5 tahun ke bawah, terutama kurang dari dua tahun memiliki risiko yang tinggi terkena flu. Mereka bahkan bisa terkena komplikasi dari penyakit flu ini.

Dalam laman tersebut bahkan dikatakan kalau flu pada anak-anak lebih berbahaya ketimbang selesma atau batuk pilek. Untuk itu, mereka membutuhkan perawatan medis untuk penyakit ini, terutama anak yang berusia di bawah 5 tahun.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada anak-anak karena virus flu adalah:

  • Pneumonia
  • Dehidrasi
  • Bertambah buruknya penyakit jangka panjang seperti penyakit jantung atau asma
  • Masalah pada fungsi otak seperti ensefalopati
  • Masalah pada sinus dan infeksi di telinga
  • Beberapa kematian, walau kejadian ini sangat langka.

Cara mengatasi flu

Cara terbaik mengatasi flu adalah dengan vaksin flu. CDC merekomendasikan setiap orang berusia 6 tahun ke atas untuk mendapatkan vaksin flu musiman setiap tahun di akhir Oktober.

Karena virus flu ini bersirkulasi, maka penting vaksinasi terus dilakukan secara berkesinambungan setiap musim flu.

Baca Juga: Waspadai Sindrom Inflamasi Multisistem (MIS-C) pada Anak yang Pernah Terinfeksi COVID-19

Bronchiolitis

Bronchiolitis merupakan penyakit saluran pernapasan yang umum terjadi pada anak-anak. Salah satu gejalanya adalah kesulitan bernapas, yang pada beberapa anak dan orang tua, adalah hal yang menyeramkan.

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang mengganggu saluran pernapasan seperti influenza, respiratory syncytial virus (RSV), parainfluenza dan human metapneumovirus. Ketika virus ini menginfeksi, maka saluran kecil di paru-paru yang disebut bronchioles akan membengkak.

Pembengkakan ini lah yang menyebabkan si Kecil sulit bernapas. Penyakit ini lebih sering menimpa anak-anak karena saluran udara mereka lebih kecil dan lebih mudah tersumbat ketimbang anak yang lebih besar.

Gejala dari penyakit ini antara lain:

Biasanya penyakit ini dimulai dengan gejala yang mirip dengan selesma. Si Kecil bisa mengalami ingus yang meler, batuk yang ringan dan demam. Setelah satu atau dua hari, batuknya akan menjadi parah dan si Kecil akan bernapas dengan lebih cepat.

Mengatasi bronchiolitis

Saat ini tidak ada pengobatan spesifik untuk RSV atau virus lain yang menyebabkan penyakit ini. Meskipun demikian, kamu bisa melakukan berbagai cara untuk meringankan gejala yang diderita oleh si Kecil.

Untuk melegakan ingus yang tersumbat, kamu bisa menggunakan  obat tetes hidung yang direkomendasikan dokter untuk mencairkan lendir yang menyumbat. Kamu juga bisa menggunakan bola pengisap untuk mengisap lendir tersebut.

Jika si Kecil demam, kamu bisa gunakan acetaminophen dan jangan berikan aspirin. Gunakan dengan dosis yang direkomendasikan bagi anak-anak.

Demikianlah berbagai jenis infeksi virus yang bisa menimpa si Kecil. Selalu jaga kesehatan mereka, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. American Academy of Family Physicians, diakses 14 Desember 2020. Repeated Infections in Children
  2. CDC, diakses 14 Desember 2020. Flu & Young Children
  3. American Academy of Pediatrics, diakses 14 Desember 2020. 10 Common Childhood Illness and Their Treatments
  4. American Academy of Pediatrics, diakses 14 Desember 2020. Bronchiolitis
  5. American Academy of Pediatrics, diakses 14 Desember 2020. Treating Bronchiolitis in Infants
  6. American Academy of Pediatrics, diakses 14 Desember 2020. Children and Colds
    register-docotr