Kesehatan Anak

Moms Wajib Tahu, Bagaimana Cara Tepat Memberikan Oralit untuk Bayi?

June 3, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Oralit untuk bayi bisa diberikan, namun tetap memerhatikan dosis yang disarankan oleh dokter. Oralit sendiri merupakan ramuan alami yang bisa diberikan pada orang dewasa maupun anak-anak apabila mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan.

Misalnya karena mengalami diare atau muntah-muntah yang cukup parah. Ramuan ini mengandung campuran natrium, kalium, gula, dan elektrolit penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ketika dicampur dan diberikan dalam jumlah tepat, maka bisa dengan cepat menggantikan elektrolit dan cairan yang hilang untuk rehidrasi tubuh.

Baca juga: 5 Penyebab Limfosit Rendah: Salah Satunya Akibat Penyakit Autoimun!

Bagaimana pemberian oralit untuk bayi?

Perlu diketahui, penyakit diare akut adalah salah satu penyebab utama kematian pada bayi dan anak kecil di banyak negara berkembang. Dilansir WHO, dalam kebanyakan kasus kematian bayi disebabkan oleh dehidrasi akibat hilangnya cairan dalam tubuh.

Namun, dehidrasi akibat diare dapat dicegah dengan memberikan cairan ekstra di rumah atau diobati secara sederhana, efektif, dan murah dengan oralit.

Dalam kasus yang parah, penyakit diare bisa berbahaya terutama pada anak-anak usia muda karena tanda-tanda dehidrasi sulit terlihat.

Nah, tanda seorang anak mengalami dehidrasi bisa diketahui dengan sedikit cairan urine yang keluar, menjadi kurang aktif, sering mengantuk, mulut kering, dan menangis tanpa air mata.

Agar pemberian oralit pada anak tepat, berikut beberapa panduan pemberian oralit untuk bayi:

Larutkan dengan air

Oralit yang biasa dijual di apotek tersedia dalam bentuk bubuk atau botol pra-campuran sehingga perlu dilarutkan dengan air. Biasanya, satu sachet obat perlu dicampurkan dengan 200 ml air. Untuk memaksimalkan efektivitas bubuk, campurkan dengan jumlah air yang tepat.

Larutkan obat dan aduk sampai bubuk benar-benar tercampur dengan air hingga terlihat sedikit keruh. Obat umumnya sudah mengandung gula sehingga tidak perlu ditambahkan dengan bahan lain.

Gunakan sendok atau alat tetes

Berikan obat oralit yang telah dilarutkan dengan air pada bayi secara perlahan dengan menggunakan sendok atau alat tetes. Pastikan untuk memberikan obat dalam dosis kecil agar bayi tidak kaget atau langsung memuntahkannya.

Beberapa bayi mungkin akan memuntahkan cairan asing yang diberikan dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, berikanlah secara bertahap sampai bayi sudah terbiasa sehingga obat bisa masuk ke dalam mulut.

Gunakan selang makanan

Dalam kasus yang jarang terjadi dan melibatkan rawat inap, biasanya dokter akan memberikan obat melalui selang makanan. Obat akan langsung dialirkan ke dalam lambung di dalam tubuh melalui selang. 

Perhatikan dosis obat yang tepat

Banyak yang berpikir jika bayi hanya perlu minum sebanyak mungkin untuk mengisi kembali cairan yang hilang. Namun, biasanya bayi mungkin akan mengalami muntah dan tidak mau mengonsumsi obat dalam jumlah yang telah disarankan dalam sekali jalan.

Sebelum memberikan oralit, dosis obat pada bayi atau anak-anak perlu diperhatikan. Untuk anak di bawah usia 2 tahun perlu 50 hingga 100 ml cairan. Sementara anak berusia 2 hingga 10 tahun memerlukan 100 hingga 200 ml cairan.

Baca juga: Kamu Punya Masalah Pencernaan? Yuk Ketahui Jenis dan Cara Pencegahannya

Bagaimana jika bayi mengalami muntah?

Ketika bayi mengalami perut sakit, muntah dan diare yang datang secara bersamaan, segera berikan oralit dalam jumlah tepat. Berikan dalam jumlah kecil sesering mungkin, seperti 10-20 ml setiap 5 sampai 10 menit.

Sebagian besar obat dapat menyebabkan rasa sakit dan muntah lagi sehingga penting untuk memberikan jumlah dosis penuh dalam waktu lebih lama. Selain itu, berikut beberapa hal lain yang perlu diperhatikan jika bayi mengalami rasa sakit.

  • Jika akan sakit dan muntah dalam waktu 30 menit setelah mengonsumsi oralit, maka berikan lagi pada bayi
  • Jika anak muntah setelah 30 menit mengonsumsi oralit, maka tidak perlu memberikan obat sampai bayi memiliki kotoran berair

Apabila terlihat gejala yang tidak biasa dan mengkhawatirkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter akan memberikan resep obat lain yang mungkin diperlukan untuk mengatasi rasa sakit pada bayi Moms.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. World Health Organization (2006), diakses 29 Juni . Oral rehydration salts
  2. Parenting.firstcry.com (2018), diakses 29 Juni 2020. Oral Rehydration Solution (ORS) for Babies
  3. Medicinesforchildren (2013), diakses 29 Juni 2020. Oral rehydration salts
    register-docotr