Kesehatan Anak

Moms, Yuk Kenali Ciri-ciri Dehidrasi pada Bayi yang Harus Diwaspadai!

July 2, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Tahukah Moms bahwa bukan hanya orang dewasa saja yang dapat mengalami dehidrasi, tetapi bayi juga bisa?

Ya, dehidrasi memang dapat terjadi pada bayi, tetapi gejala dehidrasi pada bayi berbeda dengan orang dewasa. Lalu, bagaimana ciri-ciri dehidrasi pada bayi?

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan air dan nutrisi lebih cepat dan dapat digantikan dengan yang baru. Pada bayi, pergantian ini cenderung lebih kecil, terutama ketika mereka melawan penyakit yang dengan cepat menghabiskan cairan.

Oleh karena itulah, dehidrasi yang terjadi pada bayi lebih cepat daripada orang dewasa dan hal ini pun harus diwaspadai.

Baca juga: Moms, Yuk Ketahui Apa Saja Perkembangan yang Dialami si Kecil saat Berumur 11 Bulan

Ciri-ciri dehidrasi pada bayi

Ketika bayi mengalami dehidrasi mereka akan menunjukkan suatu gejala tertentu. Gejala dehidrasi pada bayi tentu saja akan berbeda dengan orang dewasa.

Moms, jika bayi mengalami ciri-ciri di bawah ini sebaiknya segeralah diobati agar tidak menimbulkan kondisi yang membahayakan kesehatan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ciri-ciri dehidrasi pada bayi yang perlu diperhatikan dan diwaspadai.

1. Popok basah lebih sedikit daripada biasanya

Salah satu ciri-ciri pertama yang dapat menunjukkan bahwa bayi mengalami dehidrasi adalah popok basah lebih sedikit daripada biasanya.

Jika bayi biasanya buang air kecil tiga atau empat kali sehari dan hal tersebut berkurang menjadi sekali yang terjadi sebelum tidur, mungkin bayi mengalami dehidrasi. Hal tersebut dikarenakan dehidrasi dapat memengaruhi seluruh tubuh.

2. Frekuensi tidur lebih banyak

Dilansir The Bump, dokter anak Katherine O’Connor, MD mengatakan bahwa bayi yang mengalami dehidrasi cenderung tidak ingin bermain atau tersenyum, mereka cenderung lebih banyak tidur.

Nah, bayi yang terlihat aktif dan sering mengoceh itu tidak perlu dikhawatirkan karena itu merupakan tanda bagus bahwa ia tidak mengalami dehidrasi.

3. Mulut tampak kering dan pecah-pecah

Ciri-ciri bayi yang mengalami dehidrasi lainnya yang perlu Moms waspadai adalah mulut bayi menjadi kering. Tak hanya mulut kering saja, bibir bayi pun dapat pecah-pecah.

Salah satu alasan bibir pecah-pecah pada bayi adalah kebiasaan bayi untuk mengisap bibir. Ciri-ciri tersebut juga merupakan tanda yang kuat terjadinya dehidrasi pada bayi.

4. Menangis tidak mengeluarkan air mata

Normalnya, bayi yang menangis akan mengeluarkan air mata. Akan tetapi pada beberapa bayi yang baru lahir mengalami saluran air mata yang tersumbat, yang berarti bahwa mereka dapat membuat air mata tetapi air mata tidak mengalir dengan baik.

Pada bayi yang lebih besar yang mengalami demam, menangis tanpa air mata juga dapat menjadi ciri-ciri dehidrasi. Tak hanya demam saja, bayi juga dapat mengalami muntah dan diare. Jika hal tersebut terjadi sebaiknya pastikanlah bayi mendapatkan cairan yang cukup.

5. Urine berwarna lebih gelap

Moms, ketika mengganti popok bayi selalu perhatikanlah warna urine pada bayi. Karena jika urine yang dikeluarkan oleh bayi berwarna gelap daripada biasanya, itu dapat menjadi tanda bahwa ia membutuhkan lebih banyak cairan.

6. Mata tampak cekung

Kurangnya hidrasi yang baik dapat menyebabkan mata cekung, terutama pada anak-anak. Anak-anak dan bayi sangat rentan terhadap dehidrasi.

Jika bayi memiliki mata cekung yang disertai dengan diare dan muntah, segeralah hubungi dokter. Hal tersebut mungkin saja menjadi tanda dehidrasi yang serius.

7. Mudah rewel dan menangis

Salah satu ciri-ciri lainnya yang dapat terlihat jika bayi mengalami dehidrasi adalah bayi menjadi rewel.

Ketika bayi sakit biasanya mereka akan rewel karena rasa tidak nyaman yang dialaminya. Tetapi ketika Moms melihat salah satu ciri-ciri dehidrasi lainnya Moms harus memperhatikan tangisannya. Bayi yang sangat rewel dapat menandakan bahwa ia mengalami dehidrasi.

Tips mencegah dehidrasi pada bayi

Untuk mencegah dehidrasi pada bayi ada beberapa cara yang dapat Moms lakukan. Dilansir Very Well Health, berikut adalah cara mencegah dehidrasi pada bayi.

  • Rutin memberi makanan pada bayi
  • Selalu pantau jumlah popok basah pada bayi
  • Jauhi panas yang ekstrem
  • Dibandingkan dengan memberi air, sebaiknya berilah ASI dan susu formula agar bayi mendapatkan nutrisi lebih
  • Cegah penyebaran kuman

Moms, ciri-ciri dehidrasi pada bayi yang sudah dijelaskan di atas patut untuk diwaspadai dan diperhatikan. Jika dehidrasi pada bayi tak kunjung sembuh, segeralah periksakan bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Baby Center. Diakses pada 24 Juni 2020. Is It Normal for My Baby to Cry Without Tears?

Drip Drop (2014). Diakses pada 24 Juni 2020. Infant Dehydration: Causes, Symptoms and Treatment

Healthline (2017). Diakses pada 24 Juni 2020. What Causes Sunken Eyes 

Parenting (2019). Diakses pada 24 Juni 2020. Baby’s Chapped Lips – Causes, Signs and Remedies 

Romper (2016). Diakses pada 24 Juni 2020. 9 Signs Your Baby Is Dehydrated & Needs Some Nourishment 

The Bump (2018). Diakses pada 24 Juni 2020. Dehydration in Babies 

Very Well Health (2020). Diakses pada 24 Juni 2020. Dehydration in Newborns and Infants

    register-docotr