Kesehatan Anak

3 Manfaat Sarung Tangan Bayi untuk Newborn, Bukan Cuma Berikan Kehangatan!

November 14, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Bukan sekadar hiasan atau pelengkap pakaian, sarung tangan memiliki fungsi khusus bagi bayi, terutama yang baru lahir atau newborn. Tak hanya memberi rasa hangat, ada beberapa manfaat sarung tangan bayi yang jarang diketahui banyak orang.

Lantas, apa saja manfaat itu? Serta, sampai kapan bayi harus menggunakan sarung tangan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang sarung tangan bayi

Sesuai dengan namanya, sarung tangan bayi adalah alat pelindung untuk telapak tangan si Kecil. Sarung tangan tersebut biasanya terbuat dari bahan yang halus, seperti kain wol dan katun lembut.

Tidak seperti punya orang dewasa, sarung tangan bayi tidak dirancang memiliki lubang khusus untuk lima jari, melainkan hanya satu kantung besar yang dapat memuat semua bagian telapak tangan hingga pergelangan.

Memiliki banyak motif dan warna, sarung tangan bayi sering dijadikan hadiah bagi ibu yang baru melahirkan. Sarung tangan bayi dijual bebas, Moms bisa membelinya di toko perlengkapan bayi, butik, maupun secara online.

Fungsi dan manfaat sarung tangan bayi

Tak sedikit orang yang menganggap sarung tangan bayi hanya sebagai pelengkap pakaian. Padahal, ada alasan khusus mengapa bayi baru lahir sebaiknya menggunakan sarung tangan, yaitu:

1. Menjaga panas tubuh

Manfaat sarung tangan bayi yang pertama adalah membantu menjaga panas tubuh si Kecil. Suhu hangat dapat memberikan rasa nyaman pada bayi.

Dilansir dari Stanford Children’s Health, mekanisme pengaturan suhu pada tubuh bayi sangat berbeda dengan orang dewasa. Bayi bisa kehilangan panas empat kali lebih cepat. Sarung tangan bisa mencegah proses penguapan panas tersebut, sehingga si Kecil akan tetap merasa hangat.

Baca juga: Si Kecil Demam, Kompres Pakai Air Hangat atau Plester, Mana Lebih Efektif?

2. Melindungi dari suhu dingin

Masih berbicara soal suhu, manfaat sarung tangan bayi berikutnya adalah melindungi si Kecil dari paparan temperatur dingin.

Sebuah riset yang dilakukan sejumlah ilmuwan di University of Wollongong, Australia, menjelaskan, sama seperti orang dewasa, kulit pada telapak tangan bayi bisa menjadi sensor alami pengukur suhu.

Terdapat ujung saraf pada lapisan kulit, berfungsi mengirim sinyal ke otak tentang temperatur di luar tubuh. Setelah otak menerima sinyal itu, reaksi yang diberikan biasanya berupa demam. Bahkan, menurut Firstcry Parenting, paparan suhu rendah juga dapat memicu hipotermia pada bayi.

Dengan menggunakan sarung tangan, kulit di telapak bayi akan terlindung dari paparan dingin tersebut.

3. Menghindari cakaran

Manfaat sarung tangan bayi yang terakhir adalah untuk menghindari cakaran. Bayi baru lahir atau newborn bisa melukai diri sendiri dengan mencakar kulitnya. Berbeda dengan orang dewasa, bayi belum memiliki kontrol penuh atas apa yang dilakukan.

Ini juga berlaku saat si Kecil merasakan gatal. Bayi bisa menggaruk kulitnya tanpa kontrol, lalu menimbulkan goresan luka. Jika ini terjadi, kulit akan mudah mengalami iritasi yang biasanya disertai perih. Tentu saja, hal tersebut akan membuat bayi merasa tidak nyaman, menangis, dan rewel.

Baca juga: Moms Harus Tahu! Ini Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan Motorik pada Bayi

Sampai kapan harus memakai sarung tangan?

Tidak ada aturan khusus tentang rentang penggunaan sarung tangan bayi. Hanya saja, ada baiknya Moms tidak memakaikannya saat si Kecil berumur tiga bulan.

Pada usia tersebut, bayi mulai memasuki masa perkembangan saraf motorik. Penggunaan sarung tangan dikhawatirkan dapat memperlambat perkembangan itu.

Keterampilan motorik adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan. Keterampilan ini dibagi menjadi dua, yaitu motorik halus dan motorik kasar.

  • Motorik halus: Kemampuan untuk melakukan sesuatu menggunakan kontrol dari otot kecil, misalnya memegang benda.
  • Motorik kasar: Kemampuan untuk melakukan tindakan menggunakan otot besar, seperti berjalan dan melompat.

Sebagian besar aktivitas motorik tersebut melibatkan tangan dan kaki. Jika tangan ditutup dengan kain, maka si Kecil akan kesulitan melakukan banyak hal, misalnya:

  • Memegang benda
  • Menggenggam sesuatu
  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain
  • Mengangkat benda
  • Melempar benda
  • Menggunakan mainan

Nah, itulah beragam manfaat sarung tangan bayi yang perlu Moms tahu. Agar tidak mengalami keterlambatan perkembangan motorik, batasi atau bahkan hentikan pemakaiannya ketika si Kecil sudah berusia tiga bulan, ya!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Stanford Children’s Health, diakses 3 November 2020, Keeping Your Baby Warm.
  2. Gerber Children’s Wear, diakses 3 November 2020, Does Your Newborn Need Baby Mittens?
  3. Verywell Family, diakses 3 November 2020, Fine and Gross Motor Skills in Children.
  4. Firstcry Parenting, diakses 3 November 2020, Low Body Temperature in Baby – Causes, Symptoms and What You Should Do.
  5. University of Wollongong Research Online, diakses 3 November 2020, The roles of hands and and feet in temperature regulation in hot and cold environments.

    register-docotr