Kesehatan Anak

Kulit Kepala Bayi Berkerak? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

August 30, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ada banyak hal yang bisa membuat bayi tak nyaman, salah satunya adalah adanya kerak di kepalanya. Tenang, kulit kepala bayi berkerak bukanlah sesuatu yang berbahaya. Kamu bisa mengatasinya dengan beberapa cara rumahan.

Lantas, apa yang menyebabkan kulit kepala bayi berkerak? Bagaimana cara menghilangkannya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Gatal-gatal pada Bayi? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kondisi kulit kepala bayi berkerak

Kerak di kulit kepala bayi. Sumber foto: www.happycappyshampoo.com

Kerak pada kulit kepala bayi disebut dengan cradle cap. Pada orang dewasa, cradle cap lebih dikenal dengan istilah ketombe. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi di bawah usia enam bulan, dan biasanya muncul beberapa minggu setelah proses persalinan.

Menurut American Dermatological Asssociation (ADA), cradle cap merupakan salah satu gangguan kulit yang sangat umum terjadi pada bayi. Di dunia medis, keadaan ini disebut dengan dermatitis seboroik.

Seperti yang telah disebutkan, kulit kepala bayi berkerak bukan kondisi yang berbahaya, karena bisa hilang dengan sendirinya.

Penyebab kulit kepala bayi berkerak

Penyebab kulit kepala bayi berkerak masih belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu dari kondisi tersebut, di antaranya adalah:

  • Hormon. Kerak pada kulit kepala bayi dapat dipicu oleh hormon yang diturunkan dari ibu sebelum lahir. Hormon-hormon tersebut memacu produksi minyak berlebih di folikel rambut, yang kemudian membentuk kerak di kulit kepala.
  • Infeksi jamur. Kerak yang ada di kulit kepala bayi bisa disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Obat-obatan antijamur seperti ketoconazole cukup efektif digunakan untuk mengatasi masalah ini.
  • Bahan kimia. Cradle cap bisa juga terbentuk karena paparan zat kimia yang ada pada produk sampo. Padahal, kulit bayi masih sangat sensitif untuk menerima paparan zat kimia aktif seperti itu.
  • Cuaca. Tingkat kelembapan dan suhu udara bisa memengaruhi kondisi kulit bayi.

Mengutip ADA, cradle cap tidak disebabkan oleh bakteri, alergi, dan masalah kebersihan. Kondisi ini juga bukan sebuah penyakit menular.

Gejala cradle cap

Gejala paling terlihat dari cradle cap adalah munculnya kerak di permukaan kulit kepala. Ini karena kulit kepala adalah salah satu area yang memiliki kelenjar minyak terbanyak di tubuh manusia.

Area kulit kepala bayi yang berkerak biasanya berwarna kekuningan, kasar, bersisik, dan menyebar hingga ke bagian belakang telinga. Meski begitu, kerak tersebut pada umumnya tidak menimbulkan rasa gatal.

Jika terasa gatal, ada baiknya untuk tidak menggaruknya. Sebab, hal tersebut justru bisa membuat kulit mengalami infeksi.

Cara mengatasi kulit kepala bayi berkerak

Mengutip Mayo Clinic, cradle cap bisa hilang dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan perawatan medis. Perawatan dokter hanya dilakukan jika kondisinya memburuk dan tak kunjung sembuh.

Ada beberapa cara rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, di antaranya adalah:

1. Gosok kulit kepala bayi

Cara pertama untuk mengatasi kerak pada kulit kepala bayi adalah dengan menggosok atau menyikatnya. Gosok secara perlahan dan lembut untuk mengangkat kerak yang menempel. Kamu bisa menggunakan sikat gigi berbulu halus agar si kecil tidak kesakitan.

Sikat kulit kepala ke satu arah secara perlahan. Jangan sekali-sekali berusaha mencabut paksa kerak yang ada. Selain menyakitkan, hal tersebut bisa menyebabkan luka.

2. Basahi kulit kepala

Dengan membasahinya, kulit kepala akan tetap terhidrasi. Kondisi ini bisa membantu melonggarkan serpihan-serpihan yang membentuk kerak. Jika memungkinkan, berikan juga minyak zaitun atau minyak nabati murni untuk mencegah iritasi saat kerak mulai terkelupas.

3. Gunakan sampo khusus bayi

Seperti yang telah dijelaskan, kulit bayi masih sangat sensitif terhadap zat kimia. Oleh karena itu, gunakan sampo khusus bayi untuk membersihkan rambut dan kulit kepalanya.

Jika memungkinkan, mintalah saran dokter untuk penggunaan sampo anti ketombe. Ini menjadi penting, karena sebagian sampo anti ketombe tidak cocok untuk bayi. Dokter mungkin akan merekomendasikan produk yang sesuai dan aman untuk si kecil.

4. Obat topikal

Jika kerak pada kulit kepala bayi terlalu tebal dan tak kunjung mengelupas, obat-obatan topikal mungkin bisa menjadi solusi. Namun, jangan sembarangan untuk memberikan krim pada kulit si kecil.

Menurut Seattle Children’s Hospital, krim yang mengandung hidrokortison relatif aman digunakan pada bayi. Tapi, tetap perhatikan dosis dan aturan yang tertera pada label kemasan.

Baca juga: Moms Beri Salep Gatal ke Bayi Jangan Coba-Coba, Ini Tips Pilih yang Aman

Nah, itulah ulasan tentang penyebab kulit kepala bayi berkerak dan bagimana cara mengatasinya. Jika kondisi tak kunjung membaik, tak perlu pikir panjang untuk memeriksakan si kecil ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan anak dan bayi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 23 Agustus 2020, Cradle cap.
  2. American Dermatological Asssociation, diakses 23 Agustus 2020, Cradle Cap.
  3. Medical News Today, diakses 23 Agustus 2020, All you need to know about cradle cap.
  4. Healthline, diakses 23 Agustus 2020, Easy Ways to Get Rid of Cradle Cap.
  5. Seattle Children’s, diakses 23 Agustus 2020, Eczema.

    register-docotr