Kesehatan Anak

Keringat Dingin pada Bayi: Ketahui Berbagai Penyebab & Cara Mengatasinya

November 13, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Keringat dingin tak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak bahkan bayi. Berbeda dengan kondisi pada umumnya, keringat dingin dapat mengindikasikan adanya keadaan tertentu di dalam tubuh.

Apa saja yang menyebabkan keringat dingin pada bayi? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mekanisme tubuh mengeluarkan keringat

Keringat berperan penting dalam mendinginkan suhu tubuh manusia. Ketika temperatur badan mulai naik, sistem saraf mengirimkan sinyal ke otak dan meneruskannya ke kelenjar keringat untuk mengeluarkan cairan.

Keringat yang menguap membantu mendinginkan suhu di permukaan kulit.

Menurut sebuah studi, orang yang sehat secara fisik akan lebih cepat dan lebih banyak berkeringat selama beraktivitas. Penelitian yang sama juga mengungkapkan, pria lebih banyak berkeringat jika dibandingkan dengan wanita.

Bagaimana dengan keringat dingin?

Dilansir dari Verywell Health, keringat dingin atau cold sweat mengacu pada kondisi ketika tubuh mengeluarkan keringat secara mendadak. Keringat dingin merupakan respons tubuh terhadap kondisi tertentu, tapi bukan karena suhu panas atau aktivitas fisik.

Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa keringat dingin bukanlah sesuatu yang umum, karena dapat menjadi tanda adanya penyakit atau kondisi tertentu di dalam tubuh. Tak hanya orang dewasa, keringat dingin juga bisa terjadi pada bayi.

Baca juga: Biang Keringat Bikin Bayi Rewel? Begini Lho Cara Mengatasinya

Penyebab keringat dingin pada bayi

Keringat dingin pada bayi bisa mengindikasikan kondisi yang lebih serius jika dibandingkan dengan orang dewasa. Sebab, menurut Stanford Children’s Health, mekanisme pengaturan suhu pada tubuh bayi sangat berbeda dengan orang dewasa.

Bayi bisa kehilangan panas empat kali lebih cepat. Sehingga, adanya keadaan tertentu di dalam tubuh dapat memengaruhi penguapan keringat lebih banyak. Pada beberapa kasus, keringat dingin bisa menyebabkan bayi merasa tidak nyaman hingga kondisi yang lebih serius seperti kejang.

Berikut beberapa hal yang mungkin menjadi faktor penyebab keringat dingin pada bayi:

1. Kadar oksigen menurun

Penyebab keringat dingin pada bayi yang pertama adalah penurunan kadar oksigen di dalam tubuh. Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan otak si Kecil.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penurunan kadar oksigen pada tubuh bayi, salah satunya adalah dehidrasi. Solusinya, pastikan bayi tetap mendapat asupan air susu ibu (ASI) yang cukup.

Pada beberapa minggu pertama, bayi perlu menyusu 8 hingga 12 kali dalam sehari. Idealnya, si Kecil harus mendapatkan ASI setiap dua jam sekali, baik di pagi, siang, sore, atau malam hari.

Setiap sesi setidaknya berlangsung sekitar 20 sampai 30 menit, atau hingga bayi memberi tanda sudah kenyang.

2. Faktor stres

Tak hanya orang dewasa, bayi juga dapat merasakan stres, lho. Kondisi tersebut bisa memicu keluarnya keringat dingin. Stres dan cemas dapat menyebabkan oksigen terhalang masuk ke otak dan organ lain.

Mengutip Mom Junction, ada banyak hal yang bisa membuat bayi stres namun jarang disadari oleh para orang tua. Yakni ketidaknyamanan, kurang mendapat perhatian, terpisah dari ibu, dan faktor lingkungan.

Stres pada bayi ditandai dengan beberapa hal, misalnya menangis terus-menerus, perubahan pada kebiasaan tidur dan makan, serta menghindari kontak mata.

Untuk mengatasinya, berikan perhatian pada si Kecil dan ajaklah bermain, jangan tinggalkan bayi ketika menangis, dan jangan mengganggunya saat sedang tidur. Tak hanya itu, jika Moms sedang mengalami stres, jangan tunjukkan pada bayi karena dapat menular.

3. Infeksi atau penyakit

Tubuh bayi belum memiliki sistem imun sekuat orang dewasa, sehingga rentan mengalami infeksi dari zat asing di luar tubuh, seperti virus atau bakteri. Infeksi menyebabkan jaringan pada tubuh meradang saat sistem kekebalan berusaha untuk melawannya.

Infeksi tersebut dapat menyebabkan panas dingin pada bayi, yang ditandai dengan cold sweat. Cara mengatasinya yakni dengan memberikan kompresan, juga ada baiknya Moms periksakan si Kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sebab, jika terlambat diatasi, kondisi tersebut dapat menyebabkannya kejang atau yang masyarakat kenal sebagai step.

4. Hipoglikemia

Penyebab keringat dingin pada bayi yang terakhir adalah hipoglikemia atau rendahnya kadar gula di dalam darah. Tubuh akan bereaksi seperti saat kekurangan oksigen.

Mengutip Medline, ada beberapa hal yang bisa memicu kondisi tersebut pada bayi, di antaranya adalah:

  • Terlalu banyak insulin di dalam darah
  • Tubuh bayi menggunakan lebih banyak glukosa daripada yang diproduksi
  • Bayi tidak dapat mengambil cukup glukosa dengan menyusu.

Selain itu, bayi bisa rentan mengalami hipoglikemia jika:

  • Lahir lebih awal (prematur)
  • Ibu menderita diabetes
  • Pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim berjalan sangat lambat.

Dilansir dari University of Rochester Medical Center, cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan pemberian sumber glukosa baik itu dari makanan maupun formula. Bisa juga, bayi mendapat asupan gula melalui suntikan intravena.

Nah, itulah ulasan tentang keringat dingin pada bayi beserta cara mengatasinya berdasarkan masing-masing penyebab. Jika kondisinya tak kunjung normal, tak perlu pikir panjang untuk memeriksakan si Kecil, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 13 November 2020, What Causes Cold Sweats and What Can You Do About It?
  2. Verywell Health, diakses 13 November 2020, Causes and Treatment of Cold Sweats.
  3. University of Rochester Medical Center, diakses 13 November 2020, Hypoglycemia in a Newborn Baby.
  4. Medline Plus, diakses 13 November 2020, Low blood sugar – newborns.
  5. Mom Junction, diakses 13 November 2020, Stress In Babies: Symptoms, Causes, And Prevention.
  6. Stanford Children’s Health, diakses 13 November 2020, Keeping Your Baby Warm.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 13 November 2020, Sex differences in the effects of physical training on sweat gland responses during a graded exercise.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 13 November 2020, Hypoxia in the newborn infant.[MH1]

    register-docotr