Kesehatan Anak

Kerak di Kepala Bayi Dialami si Kecil, Apakah Berbahaya?

October 31, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Moms, cradle cap alias kerak di kepala bayi merupakan kondisi umum yang dapat terjadi, terutama pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini sebenarnya tidak menyakitkan serta tidak menimbulkan rasa gatal, namun harus segera dibersihkan ya Moms agar kebersihan bayi tetap terjaga.

Lantas, kenapa muncul kerak di kepala bayi? Apakah berbahaya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Moms Wajib Tahu, Ini Kadar Bilirubin Normal pada Bayi Baru Lahir

Apa itu kerak di kepala bayi?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa cradle cap pada bayi adalah kondisi kulit umum yang sering menyerang bayi. Biasanya kondisi ini muncul di kulit kepala atau wajah dan terlihat seperti ketombe.

Meskipun demikian, cradle cap pada bayi juga bisa muncul di belakang telinga, alis, di area popok, ketiak, serta lipatan kulit lainnya.

Dilansir dari Baby Center, kondisi ini terjadi pada sekitar 10 persen bayi, dan biasanya sering terjadi pada saat bayi berusia 3 minggu dan 12 bulan.

Apa penyebab cradle cap pada bayi?

Moms, penyebab pasti kondisi ini tidak diketahui, akan tetapi salah satu faktor yang mungkin berkontribusi pada kondisi ini adalah hormon yang diturunkan oleh ibu kepada bayi sebelum lahir.

Hormon-hormon ini dapat menyebabkan produksi minyak (sebum) terlalu banyak di kelenjar minyak dan folikel rambut.

Faktor lainnya mungkin ragi (jamur) yang dikenal sebagai Malassezia yang tumbuh di sebum bersama dengan bakteri. Kerak di kepala bayi ini bukanlah kondisi yang menular, dan tidak disebabkan oleh faktor kebersihan yang buruk.

Moms, jika cradle cap pada bayi terjadi, ini bukan berarti si Kecil tidak dirawat dengan baik. Melansir dari Pregnancy Birth & Baby, penelitian menemukan bahwa bayi yang mengalami kondisi ini seringkali memiliki anggota keluarga dengan kondisi alergi, seperti asma dan eksim.

Ciri-ciri kerak di kepala bayi

Moms, ciri-ciri cradle cap pada bayi dapat terlihat dengan jelas, jika kulit kepala si Kecil memiliki kulit berwarna kuning atau coklat yang mengelupas, berkerak, atau bahkan bersisik yang terlihat seperti ketombe, kemungkinan ini adalah cradle cap.

Selain itu, kulit kepala bayi terkadang juga terlihat berminyak dan memiliki bercak sisik putih atau kuning, yang seiring dengan waktu dapat mengelupas, dan dapat menyebabkan kemerahan pada kulit kepala.

Apakah kerak di kepala bayi berbahaya?

Ketika cradle cap pada bayi terjadi, sangat wajar jika Moms khawatir, namun pada umumnya kondisi ini tidaklah berbahaya. Cradle cap pada bayi biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.

Namun, bukan berarti Moms boleh membiarkan kondisi ini ya. Jika kerak di kepala bayi terus berlanjut atau bahkan tampak lebih parah, Moms harus segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Karena, kondisi yang parah mungkin saja menyebabkan gatal.

Moms juga harus segera mengunjungi dokter jika:

  • Moms sudah mencoba mengobatinya di rumah tetapi tidak berhasil
  • Bercak menyebar ke wajah atau tubuh si Kecil

Cara mengatasi kerak di kepala bayi

Moms, sebenarnya cradle cap pada bayi tidak membutuhkan pengobatan yang spesifik karena dapat hilang seiring dengan waktu. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk membersihkan kerak di kepala bayi, seperti:

Cuci rambut bayi secara teratur

Menjaga kebersihan kulit kepala bayi dapat membantu untuk mengatasi kondisi ini karena dapat membersihkan sebagian minyak berlebih. Sebaiknya, cucilah rambut si Kecil secara teratur dengan shampo bayi, Pastikan untuk membilas shampo hingga bersih ya Moms.

Setelah keramas, bersihkan serpihan kerak dengan sisir yang memiliki sikat lembut. Jika shampo bayi yang Moms gunakan tidak berhasil, tanyakanlah pada dokter produk shampo lain yang aman untuk bayi.

Baca juga: Moms Wajib Tahu, Ternyata 5 Kesalahan Ini Sering Terjadi saat Memandikan Bayi Lho!

Pijat lembut kulit kepala bayi

Cara mengatasi kerak di kepala bayi selanjutnya adalah dengan memijat lembut kulit kepala bayi yang basah maupun kering dengan jari-jari. Pijatlah secara perlahan ya Moms agar tidak menyebabkan iritasi kulit kepala yang dapat menyebabkan infeksi.

Menggunakan minyak essensial

Jika keramas dan membersihkan kerak menggunakan sikat lembut tidak berhasil, Moms dapat melembutkan terlebih dahulu kulit kepala si Kecil dengan menggunakan minyak essensial.

Moms dapat menggosokkan baby oil, minyak kelapa, atau minyak almond ke kulit kepala bayi sebelum menidurkannya di malam hari. Kemudian bersihkan minyak di kulit kepala si Kecil dengan keramas dan menyikat lembut di pagi harinya.

Sebaiknya hindarilah penggunaan minyak bunga matahari atau minyak zaitun di kulit kepala bayi ya Moms, karena ini tidak baik untuk kulitnya.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai cradle cap pada bayi. Untuk mengatasi kondisi ini Moms juga bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Baby Center (2020). Diakses pada 21 Oktober 2020. Cradle Cap (Infantile Seborrheic Dermatitis) 

Baby Center (2018). Diakses pada 21 Oktober 2020. Cradle Cap 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 21 Oktober 2020. Cradle Cap 

Pregnancy Birth & Baby (2018). Diakses pada 21 Oktober 2020. Cradle Cap 

Webmd (2020). Diakses pada 21 Oktober 2020. Cradle Cap 

    register-docotr