Kesehatan Anak

Kenali Warna BAB Bayi agar Tahu Kondisi Kesehatannya, Yuk, Moms Cari Tahu!

October 3, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Moms, baru pertama kali dikaruniai bayi? Pastinya banyak sekali pengalaman yang tidak diduga-duga, termasuk pengalaman saat bayi buang air besar (BAB), karena warna BAB bayi tidak hanya satu warna. Bahkan salah satunya berwarna hitam. Tak perlu panik karena ternyata itu wajar lho.

Setiap warna dapat mewakili kondisi kesehatan bayi lho, Moms. Apa saja warna BAB yang menunjukkan kondisi sehat dan mana yang perlu diwaspadai? Untuk lebih lengkapnya, yuk, simak penjelasan berikut.

Warna BAB bayi normal

Beberapa warna kotoran bayi berikut bisa menjadi tanda si kecil dalam kondisi normal dan sehat. Meski terasa asing bagi Moms, tak perlu khawatir ya, jika menemukan kotoran bayi dengan warna berikut.

Warna BAB bayi hitam

Jika Moms baru pertama kali memiliki bayi, pasti akan kaget saat melihat bayi mengeluarkan feses berwarna hitam. Namun, ini bukan pertanda masalah, karena termasuk hal yang wajar.

Biasanya warna feses bayi yang baru berusia beberapa hari memang hitam, terkadang agak kehijauan. Selain itu, BAB bayi juga cenderung lengket. BAB bayi seperti itu disebut mekonium.

Mekonium adalah campuran dari cairan ketuban, sel kulit dan zat lain yang ditelan bayi selama berada di dalam rahim. Setelah empat hari, warna feses bayi akan menjadi lebih terang.

Warna hijau

Hijau adalah warna feses bayi yang sedang mengalami masa peralihan. Penyebabnya, organ pencernaan bayi masih membiasakan diri untuk menerima ASI atau susu formula.

Biasanya BAB bayi berwarna hijau tua dan akan kembali berubah tergantung dari asupan yang diterimanya. Ada dua kondisi, yaitu bayi yang diberi ASI atau yang diberi susu formula.

Selain terlihat pada bayi yang baru lahir, BAB berwarna hitam atau hijau tua juga bisa terjadi pada bayi yang menerima suplemen zat besi. Meski tidak semuanya mengalami ini.

Warna kuning

Jika bayi diberi ASI eksklusif, warna BAB akan berubah menjadi agak kuning. Terkadang juga agak hijau. BAB bayi sudah tidak lengket dan berubah menjadi lembek.

Ini adalah warna BAB yang normal untuk bayi yang diberi ASI eksklusif. Lalu bagaimana jika bayi diberi susu formula?

Warna coklat

Tidak semua ibu bisa memberikan ASI dan menggantinya dengan susu formula. Jika bayi sudah terbiasa untuk minum susu formula, BAB bayi akan berubah warna menjadi kuning namun agak coklat.

Beberapa ahli beranggapan bayi yang mengonsumsi susu formula memiliki BAB yang terlihat seperti selai kacang. Sementara itu, jika bayi yang diberi ASI, memiliki bau kotoran manis, bayi yang menyusu susu formula memiliki bau seperti orang dewasa.

Warna coklat tua

Pada bayi yang sudah diberi makanan pendamping ASI (MPASI) umumnya akan memiliki warna BAB coklat tua. Saat sudah memakan makanan padat, BAB bayi juga menjadi lebih berbau, dibanding saat masih mengonsumi ASI atau susu formula.

Warna BAB bayi yang perlu diwaspadai

Selain memahami warna feses bayi, Moms juga perlu memerhatikan tekstur atau bentuk feses bayi. Berikut penjelasannya.

Warna hitam

Di awal tadi sudah disebutkan jika bayi yang baru lahir normal memiliki warna BAB hitam atau hijau tua dan lengket. Ini juga terjadi pada bayi yang diberi suplemen zat besi.

Namun jika bayi telah berusia lebih dari sepekan dan tidak sedang diberi suplemen zat besi, sebaiknya konsultasikan pada dokter jika Moms melihat warna feses bayi hitam atau hijau tua.

Meski jarang terjadi, namun ini dapat menjadi tanda adanya perdarahan di sistem pencernaan bayi.

Warna hijau atau coklat

Jika bayi memiliki feses warna hijau atau coklat dan terlihat encer, bisa pertanda bayi mengalami diare. Diare bisa terjadi karena adanya infeksi atau alergi.

Usahakan untuk terus memberi susu pada bayi agar tidak dehidrasi. Jangan berikan obat apapun dan sebaiknya konsultasikan pada dokter anak jika diare terjadi selama lebih dari satu hari.

Warna kehijauan

Jika melihat warna kotoran si kecil kehijauan dan seperti berlendir, bisa menandakan bayi mengalami infeksi atau alergi. Namun bisa juga karena bayi menelan banyak air liur yang tidak tercerna di sistem pencernaan.

Jika meragukan kondisi bayi, Moms bisa langsung menanyakannya pada dokter anak. Dokter akan memberikan diagnosis mengenai kesehatan si kecil dari warna BAB tersebut.

Warna kemerahan

Ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, pada anak yang telah MPASI, mungkin baru saja mengonsumsi makanan berwarna merah seperti buah bit atau tomat.

Kemungkinan kedua, warna merah saat bayi BAB dapat menunjukkan adanya darah yang tercampur dalam kotoran bayi. Ini bisa menjadi tanda infeksi, alergi atau masalah dengan sistem pencernaan bayi. Segera lakukan pemeriksaan dengan dokter anak ya, Moms.

Selain warna yang sudah disebutkan, bayi juga mungkin memiliki feses berwarna putih. Namun itu jarang sekali terjadi. Jika terjadi mungkin ada masalah pada livernya dan Moms perlu memeriksakannya ke dokter anak.

Itu tadi penjelasan mengenai warna BAB bayi. Terdapat perbedaan warna antara kotoran bayi yang normal dan juga yang perlu diwaspadai. Semoga membantu, Moms!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Babycentre, diakses 1 Oktober 2020
Baby poo
Medical News Today, diakses 1 Oktober 2020
Baby poop color

    register-docotr