Kesehatan Anak

Penyakit ISPA pada Anak: Jenis-jenis, Gejala, dan Pengobatannya

August 8, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) merupakan penyakit yang rentan terjadi pada anak lho Moms. Penyakit ISPA pada anak dapat memengaruhi hidung, tenggorokan, telinga, dan sinus. Agar tidak semakin memburuk penyakit ini harus segera diobati.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai penyakit ini, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu penyakit ISPA pada anak?

ISPA merupakan penyakit menular pada saluran pernapasan bagian atas. Saluran pernapasan bagian atas ini termasuk hidung, tenggorokan, faring, laring, dan bronkus.

Penyakit ini merupakan kondisi yang paling sering dikeluhkan oleh penderintanya saat mengunjungi dokter. ISPA dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman pada anak, ini merupakan penyakit paling umum yang menyebabkan anak tidak bisa masuk sekolah.

Penyakit ini dapat terjadi kapan saja. Meskipun demikian, infeksi ini paling sering terjadi pada bulan-bulan musim dingin. Hal ini dikarenakan virus yang menyebabkan ISPA tumbuh subur di kelembapan rendah pada musim dingin.

Penyakit ISPA ditularkan dari orang ke orang dengan menghirup tetesan pernapasan dari batuk atau bersin. Infeksi juga dapat terjadi dengan menyentuh hidung atau mulut dengan tangan atau benda lain yang terapapar virus.

Apa penyebab ISPA pada anak?

Banyak virus berbeda yang dapat menyebabkan penyakit ini. Beberapa virus yang sering menyerang anak-anak di antaranya adalah:

  • Rhinovirus
  • virus influenza
  • virus parainfluenza
  • respiratory syncytial virus (RSV)
  • enterovirus
  • adenovirus

Meskipun ISPA kebanyakan disebabkan oleh virus, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh bakteri.

Moms, kemungkinan penularan dapat semakin meningkat ketika banyak anak berkumpul bersama, seperti di pusat penitipan anak maupun sekolah, dan ini harus sangat diperhatikan.

Baca juga: Obesitas pada Anak Bisa Akibatkan Penyakit Kronis Lho! Ini Dia Dampak Lainnya

Jenis-jenis penyakit ISPA pada anak

Selain flu biasa, ISPA juga memiliki beberapa jenis lainnya. Dilansir dari Healthline, berikut adalah jenis dari penyakit ISPA pada anak.

Sinusitis

Jenis ISPA yang pertama adalah sinusitis. Sinusitis sendiri merupakan peradangan yang terjadi pada sinus.

Epiglotitis

Epiglotitis merupakan peradangan pada epiglotis, yakni bagian atas pada trakea. Epiglotis melindungi jalan napas dari partikel asing yang bisa masuk ke paru-paru. Pembengkakan pada epiglotis dapat berbahaya, karena hal tersebut dapat menghalangi aliran udara ke trakea.

Laringitis

Jenis lain dari ISPA pada anak adalah laringitis. Laringitis adalah peradangan pada laring atau kotak suara.

Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan pada selaput bronkial, yang mebawa udara ke dan dari paru-paru. Seseorang yang menderita bronkitis sering batuk lendir kental yang dapat berubah warna. Bronkitis sendiri dapat bersifat akut atau kronis.

Gejala atau ciri-ciri penyakit ISPA pada anak

Dilansir dari Medicine Net, umumnya gejala ISPA dihasilkan dari racun yang dilepaskan oleh patogen serta respons peradangan yang dipasang oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Beberapa gejala umum yang dapat dialami oleh anak yang menderita ISPA adalah:

  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Perubahan warna cairan hidung (dari bening menjadi putih kehijauan)
  • Bersin
  • Tenggorokan sakit atau gatal
  • Sakit saat menelan
  • Batuk
  • Malaise
  • Demam ringan

Tak hanya itu saja, ISPA juga dapat menimbulkan gejala yang kurang umum, di antaranya adalah:

  • Berkurangnya kemampuan untuk mencium
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Nyeri sinus
  • Mata gatal dan berair
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Pegal-pegal

Gejala ISPA biasanya berlangusng antara 3-14 hari. Jika gejalanya bertahan lebih dari 14 hari, sebaiknya segeralah hubungi dokter.

Pengobatan penyakit ISPA pada anak

Pengobatan pada ISPA biasanya dimaksudkan untuk menghilangkan gejalanya. Beberapa orang memperoleh manfaat dari supresan (penekan batuk), ekspektoran, vitamin C, dan zinc untuk mengurangi atau mempersingkat gejalanya.

Beberapa pengobatan lainnya yang dapat Moms lakukan termasuk:

  • Dekongestan hidung dapat meningkatkan pernapasan. Namun, pengobatan mungkin kurang efektif dengan penggunaan berulang dan dapat menyebabkan hidung tersumbat
  • Menghirup uap dan berkumur dengan air garam merupakan cara aman yang dapat Moms lakukan untuk menghilangkan gejala ISPA
  • Analgesik seperti acetaminophen dan  NSAID dapat meredakan demam, sakit, dan nyeri.

Sebaiknya dalam mengobati ISPA, jangan pernah memberikan aspirin pada anak yang berusia di bawah 18 tahun. Anak dapat mengalami sindrom reye. Sindrom reye sendiri merupakan kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan hati yang dapat mengancam jiwa.

Moms, jika anak mengalami ISPA, sebaiknya segera diobati. Berkunjunglah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Drugs.com (2020). Diakses pada 03 Agustus 2020. Upper Respiratory Infection in Children 

Healthline (2020). Diakses pada 03 Agustus 2020. Acute Upper Respiratory Infection 

Mayo Clinic (2017). Diakses pada 03 Agustus 2020. Bronchitis 

Medicine Net (2019). Diakses pada 03 Agustus 2020. Upper Respiratory Tract Infection (URTI) 

Merck Manual (2019). Diakses pada 03 Agustus 2020. Overview of Viral Respiratory Tract Infections in Children

    register-docotr