Kesehatan Anak

Kulit Bayi Moms Gatal dan Memerah? Bisa Jadi Terkena Dermatitis

July 26, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Dermatitis merupakan kondisi yang dapat menyebabkan kulit kering dan gatal. Ini merupakan masalah kulit yang paling umum pada bayi dan anak-anak. Dermatitis pada bayi pertama kali muncul pada usia 3 dan 6 bulan.

Kulit bayi biasanya halus dan lembut, tetapi kulit juga dapat menjadi sangat kering, bersisik, dan merah. Jika bayi mengalami kondisi tersebut, bisa jadi mereka mengalami dermatitis atopik (eksim).

Baca Juga: Kenali Miconazole, Obat Ampuh untuk Mengatasi Jamur pada Kulit

Apa penyebab dermatitis pada bayi?

Penyebab dermatitis pada bayi tidak diketahui pasti. Tetapi beberapa faktor telah dikaitkan pada kondisi ini, seperti:

  • Gen: Masalah kulit ini dapat diturunkan dari orang tua ke anak
  • Sistem imun: Sistem imun yang tidak berkembang sepenuhnya dapat memengaruhi seberapa banyak perlindungan yang dapat diberikan oleh kulit
  • Faktor lainnya: Dermatitis pada bayi juga dapat dipicu oleh beberapa hal lain, seperti kelembapan, debu, kain yang kasar, bulu binatang peliharaan, asap rokok, serta sabun mandi ataupun deterjen.

Dermatitis sendiri terjadi ketika tubuh membuat terlalu sedikit sel lemak yang disebut ceramide. Jika tidak memiliki ceramide yang cukup, kulit akan kehilangan air dan menjadi sangat kering.

Gejala dermatitis pada bayi

Gejala dermatitis pada bayi dapat hilang dan muncul kembali. Gejala biasanya memengaruhi wajah, leher, kulit kepala, siku, dan lutut.

Sedangkan pada anak-anak, gejala dapat memengaruhi kulit di dalam siku, belakang lutut, sisi leher, di sekitar mulut, pergelangan tangan dan kaki, serta di tangan.

Dermatitis yang menyerang bayi biasanya muncul sebagai bercak-bercak kulit merah, gatal, dan bersisik di tempat yang sangat terlihat, seperti pipi, di belakang telinga serta kulit kepala.

Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebar di lipatan siku, belakang lutut, dan terkadang dapat muncul di area popok.

Seorang bayi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena dermatitis jika anggota keluarganya juga mengalami kondisi tersebut. Alergi juga dapat meningkatkan risiko terkena dermatitis.

Apa yang menyebabkan kondisi ini semakin parah?

Moms, meskipun gejala dermatitis pada bayi bisa berbeda-beda, akan tetapi sebaiknya hindarilah beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu dermatitis. Hal ini dikarenakan faktor tersebut dapat membuat dermatitis semakin parah.

Dilansir dari Webmd, berikut adalah beberapa faktor yang dapat membuat dermatitis pada bayi semakin parah.

  • Kulit kering: Kulit kering dapat membuat kondisi ini semakin gatal
  • Iritasi: Pakaian wol yang gatal, poliester, parfum, sabun mandi, serta sabun cuci dapat memicu gejala dermatitis
  • Panas dan keringat: Kedua hal ini dapat menyebabkan dermatitis semakin memburuk
  • Alergen: Meskipun tidak pasti, tetapi beberapa ahli percaya bahwa berhenti mengonsumsi susu sapi, kacang, telur, atau buah-buahan tertentu dapat membantu mengendalikan gejala dermatitis.

Baca juga: Gatal-gatal pada Bayi? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perawatan dermatitis pada bayi

Moms, jika si kecil terkena dermatitis, sebaiknya janganlah dibiarkan dan harus segera diobati. Beberapa cara berikut dapat Moms lakukan sebagai perawatan dermatitis pada si kecil yang mudah dilakukan di rumah.

Pastikan kelembapan kulit bayi terjaga

Dermatitis pada bayi dapat dipicu oleh kulit yang kering, oleh karena itu sebaiknya pastikan kulit bayi selalu lembap. Pelembap dengan kandungan ceramide adalah pilihan yang terbaik, ini dapat ditemukan di pasaran dan juga dapat diresepkan oleh dokter.

Jika Moms tidak menemukan pelembap dengan kandungan ceramide, carilah krim yang bebas pewangi, atau salep seperti petroleum jelly. Jika digunakan beberapa hari sekali, ini dapat membantu menjaga kelembapan kulit bayi.

Mandi air hangat

Mandi dengan air hangat dapat membantu melembapkan dan membuat kulit menjadi lebih rileks. Tak hanya itu saja, air hangat juga dapat mengurangi rasa gatal. Yang perlu diperhatikan adalah janganlah memandikan bayi dengan air hangat lebih dari 10 menit.

Gunakan sabun mandi yang ringan

Sebaiknya gunakanlah sabun mandi yang ringan tanpa pewangi. Sabun mandi yang wangi, deodoran, serta sabun antibakteri dapat membuat kulit sensitif bayi menjadi kasar.

Pastikan kuku bayi selalu pendek

Rasa gatal memang dapat sangat tak tertahankan dan hal ini dapat membuat bayi menggaruk area yang terkena dermatitis. Untuk mencegah goresan akibat dari menggaruk, sebaiknya potonglah kuku bayi yang panjang.

Moms juga dapat menggunakan sarung tangan katun atau kaus kaki saat mereka sedang tidur.

Moms, dermatitis pada bayi dapat membuat si kecil menjadi tidak nyaman dan rewel. Oleh sebab itu, jika dermatitis menyerang si kecil, sebaiknya segeralah konsultasikan kondisi tersebut pada dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Stanford Children’s Health. Diakses pada 21 Juli 2020. Atopic Dermatitis in Children 

What to Expect (2018). Diakses pada 21 Juli 2020. How to Recognize and Treat Infant Eczema (Atopic Dermatitis) 

Webmd (2018). Diakses pada 21 Juli 2020. Does My Baby Have Eczema? 

    register-docotr