Kesehatan Anak

Kenali Infeksi Telinga yang Seringkali Menyerang Bayi dan Anak-Anak

December 15, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Infeksi telinga pada bayi adalah hal yang umum terjadi. Walaupun infeksi telinga bisa menyerang siapa saja dengan segala usia. Jika si Kecil mengalami infeksi telinga, Moms tidak perlu khawatir.

Ada berbagai pengobatan yang bisa dilakukan. Tidak perlu terburu-buru membawanya ke rumah sakit, kamu bahkan bisa melakukan penanganan dengan bahan alami atau rumahan. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak ulasan berikut.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu: Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Benar dan Aman

Mengenal infeksi telinga pada bayi

Dilansir dari Healthline, infeksi telinga atau otitis media adalah peradangan di telinga yang kebanyakan terjadi di antara gendang telinga dan tabung eustachius, yang menghubungkan telinga, hidung dan tenggorokan.

Umunya infeksi telinga dialami oleh bayi dan anak-anak. Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, lima dari enam anak mengalami infeksi telinga sebelum berulang tahun yang ke-3.

Jenis infeksi telinga yang paling umum terjadi pada bayi:

  • Otitis eksterna akut atau dikenal dengan sebutan AOE. Jenis ini mengacu pada infeksi yang terjadi di saluran telinga. Dikenal juga dengan sebutan swimmer’s ear atau telinga perenang.
  • Otitis media. Infeksi yang menyebabkan peradangan dan membuat cairan menumpuk di belakang gendang telinga.
  • Otitis media dengan efusi atau disebut juga OME. Yaitu infeksi yang terjadi saat cairan menumpuk di telinga tapi biasanya tidak menyebabkan sakit atau demam.
  • Otitis media akut atau disebut AOM. Mengacu pada kondisi penumpukan cairan di telinga, yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.
Infeksi pada telinga. Foto:CDC

Penyebab infeksi telinga pada bayi

Infeksi telinga seringkali terjadi setelah flu. Bakteri atau virus adalah penyebab terjadinya penyakit ini. Orang dengan infeksi telinga akan mengalami pembengkakan dan peradangan pada tabung eustachius.

Karena terjadi pembengkakan, tabung menyempit dan cairan menumpuk di belakang gendang telinga, menyebabkan tekanan dan nyeri. Sementara itu, ada alasan khusus mengapa kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

Alasannya karena anak-anak memiliki saluran eustachius yang lebih pendek dan sempit dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu tabung eustachius bayi juga lebih horizontal, sehingga lebih mudah untuk tersumbat.

Seperti apa gejala infeksi telinga pada bayi?

Jika bayi rewel dan menangis lebih sering dari biasanya, dibarengi dengan menarik-narik telinga, kemungkinan besar ia mengalami infeksi telinga pada bayi.

Namun, selain itu, Moms perlu mengetahui gejala lainnya seperti berikut ini:

  • Mudah marah
  • Kehilangan selera makan
  • Sulit tidur
  • Demam
  • Ada cairan yang keluar dari telinga.

Infeksi telinga pada bayi juga bisa menyebabkan pusing. Pada bayi yang sedang belajar berdiri atau baru bisa berjalan, pusing bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan dan mengakibatkan jatuh.

Bagaimana cara mengatasinya?

Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa infeksi telinga pada bayi bisa diatasi dengan obat kimia maupun bahan/cara alami. Moms bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya:

  • Kompres hangat. Lakukan kompres hangat selama sekitar 10 hingga 15 menit di area telinga untuk mengurangi rasa sakit.
  • Obat pereda sakit. Moms bisa memberikan acetaminophen, obat pereda sakit jika anak sudah berusia di atas 6 bulan. Gunakan sesuai petunjuk yang tercantum pada kemasan atau konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak.
  • Menggunakan beberapa jenis minyak. Jika Moms meyakini gendang telinga tidak pecah dan tidak ada cairan yang keluar dari telinga, bisa memasukkan beberapa tetes minyak (zaitun atau wijen) dengan suhu ruangan atau sedikit hangat ke dalam telinga anak.
  • Memberi minum anak. Menelan dapat membantu membuka tabung eustachius sehingga cairan yang terperangkap dapat mengalir.
  • Tinggikan posisi kepala bayi. Caranya dengan meletakkan satu atau dua bantal di bawah kasur untuk melancarkan aliran sinus bayi lebih lancar.
  • Menggunakan obat tetes telinga homeopati. Obat tetes telinga dengan kandungan ekstrak bawang putih, lavender, calendula dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri.

Baca Juga: Jenis-jenis Cairan Pembersih Telinga dan Cara Tepat Menggunakannya

Kapan harus ke dokter?

Meski bisa diobati sendiri di rumah, Moms tetap perlu waspada dengan gejala yang muncul. Segera periksakan ke dokter jika anak menunjukkan gejala seperti:

  • Suhu tubuh sangat tinggi dan menggigil, untuk bayi di bawah 3 bulan dengan suhu 38 derajat Celcius. Untuk bayi lebih dari 3 bulan dengan suhu 39 derajat Celcius.
  • Nyeri tak juga membaik setelah 3 hari
  • Bengkak parah dan cairan keluar dari telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Nyeri di bagian lain, seperti sakit tenggorokan parah atau pusing.

Jika Moms membawa anak ke dokter, dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan lampu kecil untuk melihat bagian dalam telinga anak. Dokter mungkin meresepkan obat untuk infeksi telinga sesuai dengan kondisi pasien.

Sekitar 5 hingga 10 persen anak-anak dengan infeksi telinga bisa mengalami pecah gendang telinga. Biasanya dapat membaik, meski membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Kondisi ini jarang menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran anak.

Demikian penjelasan infeksi telinga yang seringkali terjadi pada bayi dan juga anak-anak.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 4 Desember 2020
Home Remedies for Your Baby’s Ear Infection
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, diakses 4 Desember 2020
Quick Statistics About Hearing
NHS, diakses 4 Desember 2020
Ear infections
Medical News Today, diakses 4 Desember 2020
Can you treat baby ear infection without antibiotics?

    register-docotr