Kesehatan Anak

Serba-serbi Imunisasi Polio: Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

August 16, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Imunisasi polio merupakan usaha untuk mencegah terkena penyakit polio yang berujung pada kelumpuhan. Di Indonesia, imunisasi ini masuk dalam imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah.

Kewajiban itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 12 tahun 2017 (Permenkes 12/2017) tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Dalam peraturan itu disebutkan jika imunisasi ini wajib diberikan pada bayi sebelum berusia 1 tahun.

Supaya lebih tahu manfaat dan jadwal pemberiannya yang tepat, yuk simak ulasan berikut ini!

Apa itu penyakit polio?

Penyakit polio merupakan infeksi yang disebabkan oleh poliovirus. Penyakit ini sangat menakutkan lantaran dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

Nama ilmiah dari penyakit ini adalah poliomyelitis yang berasal dari bahasa Yunani yaitu abu-abu dan sum-sum yang merujuk pada sumsum tulang belakang. Sementara itu, kata ‘itis’ diartikan sebagai inflamasi.

Virus polio menyebar melalui kontak antar manusia, melalui sekresi pernapasan dan mulut serta kontak dengan feses yang sudah terkontaminasi. Virus ini masuk melalui mulut dan menggandakan diri dalam perjalanan mereka di dalam saluran pencernaan.

Sebelum adanya vaksin, polio membunuh ribuan orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, memastikan supaya anak menerima imunisasi ini adalah hal yang penting.

Kenapa imunisasi polio penting diberikan?

Penyakit polio sangat menular. Oleh karena itu, mendorong agar setiap orang mendapatkan imunisasi ini adalah hal yang sangat penting.

Meskipun beberapa negara berhasil menekan penyakit ini, namun beberapa negara di Asia dan Afrika masih ada yang kesulitan untuk melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, penyebaran masih dapat terjadi karena mobilitas setiap orang di dunia yang sangat tinggi saat ini.

Jadwal pemberian imunisasi polio

Ada dua metode pemberian imunisasi polio, yaitu secara oral dan suntik. Pada imunisasi oral, bayi akan diberikan vaksin polio lewat mulut mereka.

Sedangkan vaksin polio suntik (inactivated polio vaccine/IPV) mulai dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai imunisasi dasar bagi bayi.

Laman kidshealth.org mencatat jika IPV memberikan efek samping berupa demam serta munculnya rasa sakit dan kemerahan di titik penyuntikan. Meskipun demikian, kamu tidak perlu khawatir terhadap reaksi alergi timbul, karena kemungkinannya sangat kecil.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukan penyuntikan IPV adalah:

  • Pastikan kamu atau anak yang akan disuntik tidak memiliki alergi berat terhadap antibiotik neomycin, streptomycin atau polymyxin B
  • Pastikan tidak ada reaksi alergi yang serius yang pernah kamu atau anak alami terhadap suntikan IPV

Vaksin polio tetes diberikan 4 kali, biasanya yakni saat bayi baru lahir atau maksimal saat usianya 1 bulan. Setelah itu, vaksin diberikan secara berturut-turut pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Untuk booster, vaksin diberikan pada usia 18 bulan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Hukor.kemkes.go.id (2017) diakses 14 Agustus 2014. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 12 tahun tahun 2017 
  2. Sehatnegeriku.kemkes.go.id (2016) diakses 14 Agustus 2014. Pencanangan Nasional Introduksi Vaksin Polio Suntik (IPV)
  3. Vaccines.gov (2020) diakses 14 Agustus 2014. Polio
  4. Historyofvaccines.org, diakses 14 Agustus 2014. History of Polio
  5. Kidshealth.org (2020) diakses 14 Agustus 2014. Your Child’s Immunizations: Polio Vaccine (IPV)
  6. Cdc.gov (2018) diakses 14 Agustus 2014. Polio Vaccination: What Everyone Should Know
    register-docotr