Kesehatan Anak

Imunisasi Campak: Apa Saja Jenis, Dosis hingga Efek Sampingnya

August 16, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Campak merupakan penyakit yang rentan menyerang anak-anak. Sebagai upaya pencegahan penyakit ini, biasanya anak-anak akan diimunisasi. Imunisasi campak merupakan imunisasi yang paling dianjurkan oleh pemerintah. Pemberian vaksin campak sendiri dimulai sejak usia 9 bulan.

Baca juga: Campak pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Apa itu campak?

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai imunisasi campak, kamu wajib mengetahui terlebih dahulu apa itu penyakit campak.

Campak sendiri merupakan infeksi masa kanak-kanak yang disebabkan oleh virus. Campak termasuk penyakit menular. Ini dapat menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk ataupun bersin.

Kondisi ini sendiri dimulai dengan beberapa gejala, seperti batuk, pilek, mata merah, serta demam. Kemudian diikuti dengan gejala lainnya, yakni munculnya bintik-bintik merah yang dimulai di kepala dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Campak merupakan penyakit yang harus diwaspadai karena dapat berakibat fatal. Kondisi ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin.

Imunisasi campak

Campak merupakan kondisi yang dapat membuat anak tidak nyaman. Imunisasi campak merupakan imunisasi yang banyak dilakukan oleh orang tua untuk mencegah anak-anak terkena kondisi tersebut.

Meskipun seringkali diberikan pada anak-anak, vaksin campak juga dapat diberikan pada remaja dan orang dewasa.

Terdapat dua jenis vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah campak, di antaranya adalah:

  • Vaksin MMR: Melindungi anak-anak dan orang dewasa dari campak, gondongan dan rubella
  • Vaksin MR: Digunakan hanya untuk mencegah penyakit campak dan rubella

Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini.

Vaksin MMR

Vaksin MMR merupakan vaksin yang sangat aman dan efektif. Centers for Disease Control and Prevention, merekomendasikan anak-anak untuk mendapatkan dua dosis vaksin MMR.

Dimulai dengan dosis pertama pada usia 12 sampai 15 bulan, dan dosis kedua pada usia 4 sampai 6 tahun. Remaja dan orang dewasa juga bisa mendapatkan vaksin ini. 2 dosis ini disuntikkan ke otot paha atau lengan atas. Dua dosis dipastikan untuk mendapatkan perlindungan penuh.

Pemberian dua dosis vaksin MMR seitar 97 persen efektif untuk mencegah campak, sedangkan pemberian satu dosis memiliki efektivitas sekitar 93 persen.

Vaksin MR

Di Indonesia sendiri, vaksin MR lebih dikenal luas dibandingkan dengan vaksin MMR. Hal ini dikarenakan, saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian campak dan rubella karena komplikasinya yang dapat sangat berbahaya dan mematikan.

Vaksin MR diberikan pada anak yang berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Vaksin MR aman diberikan pada anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi campak.

Dengan pemberian imunisasi campak dan rubella, hal ini dimaksudkan untuk mencegah kecacatan dan kematian sebagai akibat dari pneumonia, kerusakan otak, diare, kebutaan, ketulian, serta penyakit jantung bawaan yang merupakan komplikasi dari penyakit campak serta rubella.

Siapa saja yang tidak boleh melakukan imunisasi campak?

Pemberian vaksin campak memang dapat mencegah penyakit campak. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang sebaiknya tidak melakukan imunisasi campak. Berikut adalah beberapa kondisi tersebut seperti yang dilansir dari Vaccines.gov.

  • Pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap satu dosis vaksin campak atau bahan apa pun yang terkandung dalam vaksin, seperti neomycin, antibiotik yang terkadang digunakan dalam vaksin
  • Sedang hamil

Selalu pastikanlah kamu memberitahu dokter jika:

  • Memiliki riwayat HIV/AIDS
  • Punya riwayat penyakit tuberculosis
  • Menderita kanker
  • Mengonsumsi obat yang memengaruhi sistem imun
  • Pernah memiliki riwayat jumlah trombosit rendah (kelainan darah)
  • Telah mendapat vaksin sebulan terakhir
  • Baru saja menjalani transfusi darah atau diberi produk darah lain, seperti plasma

Jika sedang sakit, seseorang perlu menunggu hingga kondisinya lebih baik untuk mendapatkan vaksin campak.

Adakah efek samping vaksin campak?

Efek samping vaksin campak dapat dikatakan jarang terjadi. Meskipun demikian ada beberapa efek samping dari pemberian vaksin campak yang perlu kamu ketahui. Efek samping ini bersifat ringan dan biasanya akan hilang dalam beberapa hari, seperti:

  • Demam
  • Ruam
  • Pembengkakan kelenjar di pipi atau leher

Efek samping lainnya yakni:

  • Nyeri atau kaku pada persendian, biasanya terjadi pada wanita (1 dari 4 orang)
  • Kejang yang diakibatkan oleh demam tinggi
  • Jumlah trombosit rendah yang bersifat sementara

Itulah beberapa informasi mengenai imunisasi campak yang perlu kamu ketahui. Sebelum melakukan imunisasi campak, sebaiknya konsultasikan lah terlebih dahulu mengenai kondisi kesehatanmu atau si kecil pada dokter ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2019). Diakses pada 11 Agustus 2020. Measles Vaccination 

Indonesian Pediatric Society (2017). Diakses pada 11 Agustus 2020. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR) 

Kemenkes RI (2017). Diakses pada 11 Agustus 2020. Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 11 Agustus 2020. Measles 

NHS (2020). Diakses pada 11 Agustus 2020. MMR (Measles, Mumps, and Rubella Vaccine) 

Vaccines.gov (2020). Diakses pada 11 Agustus 2020. Measles 

WHO. Diakses pada 11 Agustus 2020. Measles 

    register-docotr