Kesehatan Anak

Serba-serbi Hernia Inguinalis pada Bayi yang Wajib Dipahami Orang Tua

July 13, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Hernia inguinalis pada bayi dapat terlihat dari adanya tonjolan di selangkangan atau kantung kemaluan. Tonjolan ini biasanya akan hilang dan timbul, serta akan membesar setelah mengejan atau menangis.

Hernia sendiri merupakan kondisi saat sebagian usus atau jaringan lemak di dalam perut menekan keluar dinding otot yang membungkusnya dan menyebabkan tonjolan.

Kondisi yang berlangsung di selangkangan disebut dengan hernia inguinalis. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Penyebab hernia inguinalis pada bayi

Hernia inguinalis dapat berkembang di bulan-bulan pertama setelah bayi dilahirkan. Mengejan hingga menangis tidak menyebabkan hernia membesar, penyebab utama hernia inguinalis pada bayi adalah otot perutnya yang lemah.

Saat bayi laki-laki tumbuh dalam masa kehamilan, testisnya akan berkembang di wilayah perut, lalu bergerak ke bawah ke kantung kemaluan melalui saluran inguinal atau selangkangan. 

Setelah bayi lahir, saluran itu akan menutup untuk mencegah testis kembali ke perut, namun usus dapat bergerak ke saluran tersebut melalui area dinding otot yang lemah jika saluran tersebut tidak tertutup dengan sempurna. Inilah penyebab hernia.

Meskipun bayi perempuan tidak memiliki testis, mereka tetap memiliki saluran inguinal. Maka dari itu, hernia inguinalis pada bayi perempuan bukanlah hal yang mustahil untuk terjadi.

Faktor risiko hernia inguinalis pada bayi

Hernia lebih sering terjadi pada bayi yang lahir lebih cepat atau prematur. Selain itu faktor risiko hernia ini terjadi pada bayi adalah sebagai berikut:

  • Jika orang tua atau saudara kandung memiliki hernia pada saat bayi
  • Memiliki penyakit keturunan cystic fibrosis (fibrosis kistik) yang dapat menyerang paru-paru dan saluran pencernaan
  • Memiliki displasia yang tumbuh di sekitaran pinggul
  • Mengalami kelainan undescended testis
  • Mengalami masalah di uretra

Ciri-ciri hernia inguinalis pada bayi

Kondisi hernia ini dapat dilihat dari adanya tonjolan atau pembengkakan di wilayah selangkangan atau kantung kemaluan. Moms mungkin akan lebih mudah melihatnya ketika bayi sedang menangis.

Hernia inguinalis ini bisa menjadi kecil atau hilang ketika bayi sedang tenang. Saat itu, hernia bisa ditekan untuk kembali ke perut dan mengecil, tapi jika tidak, sebagian usus mungkin tersangkut di bagian otot yang lemah.

Kalau kondisi itu yang terjadi, maka ciri-ciri berikut kemungkinan akan dialami oleh bayi:

  • Perut yang penuh dan bundar
  • Muntah-muntah
  • Kesakitan dan menjadi rewel
  • Kemerahan atau semburat warna yang tidak normal
  • Demam

Gejala tersebut bisa terlihat seperti masalah kesehatan lainnya. Pastikan Moms mencari pertolongan medis untuk bayi jika itu yang terjadi.

Komplikasi hernia inguinalis pada bayi

Meskipun jarang terjadi, tapi komplikasi serius dapat terjadi kalau hernia pada bayi ini tidak ditangani. Di antaranya adalah terjebaknya sebagian usus yang menembus dinding otot dan tidak bisa kembali lagi.

Jika kondisi itu didiamkan, maka komplikasi selanjutnya adalah putus dan tersumbatnya aliran darah ke bagian usus tersebut. Padahal suplai darah yang baik sangat dibutuhkan usus agar dapat tetap sehat dan bekerja dengan baik.

Pengobatan hernia inguinalis pada bayi

Penanganan yang dilakukan akan bergantung pada gejala, usia dan kesehatan dari bayi. Seberapa parah kondisi hernia inguinalis ini pada bayi pun turut memengaruhi penanganan yang dilakukan.

Hernia inguinalis yang tidak kembali atau sembuh dengan sendirinya perlu diperbaiki dengan operasi selagi masih dalam kondisi awal. Operasi hernia ini akan dilakukan dengan pengaruh anestesi umum atau lokal.

Setelah dibius, dokter bedah akan membuat sayatan kecil di lokasi hernia. Setelah itu dokter akan meletakkan kembali bagian dari usus yang yang keluar tersebut ke area perut, dan menjahit dinding otot tempat usus tersebut keluar.

Perawatan setelah operasi

Setelah operasi, Moms akan diberikan arahan untuk merawat bayi di rumah. Jika terjadi beberapa hal ini, maka Moms harus kembali mencari pertolongan medis bagi bayi:

  • Bayi menjadi demam dengan suhu 38,5 derajat celsius atau lebih
  • Luka bekas operasi terlihat infeksi dengan gejala kemerahan, bengkak atau ada cairan keluar
  • Moms merasa khawatir terhadap kondisi bayi dengan alasan tertentu

Demikian informasi tentang hernia inguinalis yang perlu dipahami oleh para orang tua. Jangan tunda untuk segera cek ke dokter apabila curiga si Kecil mengalaminya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

University of Rochester Medical Center, diakses 08 Juli 2020. Inguinal Hernia in Children

Healthy Children (2019) diakses 08 Juli 2020. Inguinal Hernia in Infants & Children

The Royal Children’s Hospital Melbourne (2018) diakses 08 Juli 2020.  Inguinal hernia

Cleveland Clinic (2018) diakses 08 Juli 2020. Inguinal Hernia

    register-docotr