Kesehatan Anak

Gejala DBD pada Anak yang Harus Diwaspadai

July 19, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Demam berdarah adalah penyakit tropis yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. DBD dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.

Virus ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, ruam, dan rasa sakit di seluruh tubuh. Sebagian besar kasus demam berdarah ringan dan akan hilang dengan sendirinya setelah sekitar satu minggu.

DBD mungkin akan membuat anak merasa sangat tidak nyaman dan rewel. Untuk mengetahui lebih dalam soal DBD pada anak, kamu bisa simak ulasan berikut.

Tanda dan gejala umum DBD pada anak

Gejala demam berdarah umumnya ringan pada anak-anak dan mereka yang memiliki penyakit ini untuk pertama kalinya.

Anak-anak yang lebih tua, orang dewasa, dan mereka yang pernah mengalami infeksi sebelumnya mungkin memiliki gejala sedang hingga berat.

Berikut beberapa tanda dan gejala umum dari demam berdarah yang harus kamu tahu:

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat celcius
  • Rasa sakit di belakang mata dan di persendian, otot dan atau tulang
  • Sakit kepala parah
  • Muncul ruam pada sebagian besar tubuh
  • Perdarahan ringan dari hidung atau gusi
  • Mudah memar

Baca Juga : Mengenal Kondisi Demam pada Anak yang Harus Moms Ketahui

Gejala yang harus orangtua waspadai

Orangtua harus selalu ingat bahwa risiko DBD sangat tinggi terjadi pada 1-2 hari pertama setelah demam mereda. Ini dikenal sebagai periode kritis.

Inilah beberapa gejala periode kritis DBD pada anak:

  • Tidak bisa mengonsumsi cairan dan muntah
  • Ngantuk atau gelisah
  • Perdarahan pada hidung dan gusi
  • Ditemukannya darah dalam muntahan atau feses
  • Sakit perut
  • Berbintik-bintik kulit, kulit berkeringat dingin atau tangan dan kaki dingin
  • Tidak adanya urin dalam 6 jam terakhir

Baca Juga : Ciri-Ciri Demam yang Berbahaya, Harus Segera Dibawa ke Dokter

Berapa lama DBD pada anak terjadi?

Gejala dapat mulai dari 4 hari hingga 2 minggu setelah digigit nyamuk yang terinfeksi, dan biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari.

Setelah demam mereda, gejala lain dapat menjadi lebih buruk dan dapat menyebabkan perdarahan yang lebih parah. Lalu muncul masalah pencernaan seperti mual, muntah, atau sakit perut yang parah, dan masalah pernapasan seperti kesulitan bernapas.

Dehidrasi, perdarahan hebat, dan penurunan tekanan darah yang cepat bisa terjadi jika DBD tidak diobati. Gejala-gejala ini bisa mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis segera.

Seseorang yang pernah terkena DBD akan menjadi kebal terhadap jenis virus tertentu (tetapi masih dapat terinfeksi oleh salah satu dari tiga jenis lainnya).

Cara mendiagnosis DBD pada anak

Jika kamu berpikir anak kamu mungkin menderita demam berdarah, segera hubungi dokter. Kamu juga harus menghubungi dokter jika anak baru-baru ini berkunjung ke daerah di mana terjadi wabah demam berdarah lalu ia merasa demam atau sakit kepala parah.

Untuk membuat diagnosis, dokter akan memeriksa anak dan mengevaluasi gejalanya. Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan anak dan perjalanan terakhir, serta mengirim sampel darah untuk pengujian.

Baca Juga : 5 Cara Mencegah Demam Berdarah yang Efektif Dilakukan

Pengobatan DBD pada anak

Sama seperti penyakit infeksi pada umumnya, tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah. Pada kasus gejala ringan, konsumsi banyak cairan bisa dilakukan untuk cegah dehidrasi.

Obat penghilang rasa sakit jenis acetaminophen dapat meringankan gejala sakit kepala dan rasa sakit lain akibat DBD. Namun obat jenis aspirin atau ibuprofen harus dihindari, karena obat ini bisa menyebabkan perdarahan lebih parah.

Sebagian besar kasus demam berdarah hilang dalam satu atau dua minggu dan tidak akan menyebabkan masalah yang berkepanjangan.

Jika anak memiliki gejala penyakit yang parah, atau jika gejalanya memburuk pada hari pertama atau kedua setelah demam hilang, segera cari perawatan medis. Ini bisa menjadi indikasi DBD parah alias darurat medis.

Apakah bisa diobati di rumah?

Bisa, selama gejala-gejala masih ringan dan tidak ada tanda berbahaya yang muncul. Konsumsi cukup cairan bisa membantu.

Hal yang penting dilakukan adalah menurunkan suhu demam pada anak. Suhu yang terlalu tinggi pada anak-anak bisa berbahaya dan bisa menyebabkan kejang.

Untuk menurunkan demam pada anak, kamu bisa kompres anak dengan air lalu memberinya paracetamol. Jangan lupa untuk pastikan anak minum cukup agar tidak dehidrasi.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Mayo Clinic. Diakses pada 15 Juli 2020. Dengue fever

Kids Health. Diakses pada 15 Juli 2020. Dengue Fever

Apollo Hospitals. Diakses pada 15 Juli 2020. Dengue Fever in Children

    register-docotr