Kesehatan Anak

Moms, Yuk Kenali Ciri-ciri Bayi Masuk Angin Berikut Ini

August 10, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Masuk angin adalah istilah populer di Indonesia untuk menggambarkan kondisi tidak enak badan, kembung dan tubuh terasa lebih panas. Kondisi tersebut bisa dialami siapa saja, baik itu orang dewasa, anak-anak dan juga bayi. Namun, apakah ciri-ciri bayi masuk angin sama seperti orang dewasa?

Tentu saja akan berbeda. Jika orang dewasa sudah bisa menggambarkan dan menyampaikan keluhan yang dirasakan, bayi belum bisa melakukannya. Karena itu, Moms perlu mengenali ciri-ciri bayi masuk angin berikut ini, untuk memahami kondisi pada bayi.

5 Ciri-ciri bayi masuk angin

Dikutip dari Kumparan.com, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya, DR. dr Rini Sekartini, SpAK menjelaskan jika masuk angin yang dimaksud itu seperti gejala flu. Biasanya ditandai dengan suhu tubuh meningkat, nyeri tulang, bersin-bersin atau tidak nyaman di tenggorokan.

Dari ciri-ciri yang disebut di atas, bagaimana Moms bisa mengenalinya jika terjadi pada bayi? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

1. Bayi rewel

Jika orang dewasa bisa menjelaskan apa yang dirasakan, maka bayi akan menunjukkannya dengan rewel atau mudah menangis. Berbeda dengan tangisan bayi saat lapar atau ketakutan, bayi yang masuk angin biasanya mudah menangis.

Tangisan tersebut bisa saja berhenti dalam waktu singkat, tapi kemudian ia kembali menangis dengan tanda tinggi. Ini dapat menunjukkan ia merasa ada yang tidak biasa pada tubuhnya. Bisa saja karena kembung, atau nyeri badan dan juga tidak nyaman pada tenggorokan atau hidungnya.

2. Sulit minum susu

Bayi sulit menyusu langsung dari payudara ibu atau melalui botol dapat terjadi karena beberapa hal. Salah satunya hidung tersumbat, karena menyusu dalam kondisi hidung tersumbat akan membuatnya sulit bernapas.

Untuk memastikannya, terkadang anak juga mengalami pilek atau gejala flu lainnya.

3. Sulit tidur termasuk ciri-ciri bayi masuk angin

Salah satu ciri-ciri bayi masuk yang bisa dikenali adalah sulit tidur. Walaupun umumnya ini terjadi saat bayi mengalami tumbuh gigi. Selain itu, bisa juga karena adanya gas di perut atau kembung.

Kembung termasuk salah satu keluhan yang dirasakan saat seseorang masuk angin. Kembung pada bayi bisa disebabkan banyak hal, salah satunya konsumsi ASI berlebih pada bayi yang belum berusia 2 bulan.

ASI berlebih sementara enzim pencernaan dalam usus belum sempurna dapat mengakibatkan timbulnya gas dalam perut. Intoleransi pada ASI juga bisa menyebabkan bayi kembung dan membuatnya sulit tidur.

4. Bayi menangis terus-menerus

Bayi yang menangis setidaknya dalam waktu 3 jam terus-menerus, tanpa sebab yang jelas bisa disebut dengan bayi kolik. Kondisi ini juga bisa menjadi pertanda ada yang salah dengan kondisi bayi.

Meski tidak ada penyebab pastinya, tetapi tidak nyaman pada perut seperti perut kembung dan masalah pencernaan menjadi beberapa hal yang seringkali menyebabkan bayi menangis terus-menerus.

5. Perubuahan mood

Jika bayi yang tadinya ceria berubah murung atau bayi terlihat mengalami perubahan mood dalam waktu singkat, bisa jadi karena ia merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Terkadang bayi juga menjadi lebih pendiam atau gerakannya terlihat lemah.

Perubahan pada bayi ini bisa jadi salah satu ciri-ciri bayi masuk angin. Jika Moms melihat gejala-gejala yang sudah disebutkan, Moms bisa melakukan cara sederhana untuk membantu menenangkan bayi dan membuatnya merasa lebih nyaman.

Beberapa cara meredakan masuk angin pada bayi

  • Moms bisa memijat bayi, ini dapat membantu bayi merasa lebih nyaman.
  • Saat hidung bayi terlihat berlendir, Moms bisa mengeluarkan lendir dari hidungnya. Moms bisa menggunakan alat khusus yang dijual bebas untuk menyedot ingus bayi.
  • Jika bayi kembung, Moms bisa membantu mengeluarkan gas dengan membuatnya bersendawa. Caranya, gendong bayi di dada dan biarkan bahu Moms menjadi tumpuan dagu bayi, lalu tepuk lembut punggung bayi.
  • Moms juga bisa membuat bayi lebih nyaman dengan menggunakan diffuser. Jika bayi mengalami hidung tersumbat, uap diffuser akan membantu melegakan pernapasannya.

Jika cara-cara tersebut sudah dilakukan tapi ciri-ciri bayi masuk angin masih terlihat, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri bayi masuk angin.

Jika punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kesehatan bayi, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline diakses 6 Agustus 20205 Reasons Why Your Newborn Isn’t Sleeping at Night 
  2. Mayoclinic diakses 6 Agustus 2020 Common cold in babies 
  3. Medicalnewstoday 6 Agustus 2020 Causes and how to relieve gas in a baby 
  4. Kidshealth diakses 6 Agustus 2020 Burping Your Baby 
  5. Babycentre diakses 6 Agustus 2020 Seven reasons babies cry and how to soothe them 
  6. Helpguide diakses 6 Agustus 2020 When Your Baby Won’t Stop Crying 
    register-docotr