Kesehatan Anak

Mimisan pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

May 26, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Mimisan (epistaksis) merupakan fenomena yang bisa terjadi pada anak usia 3 hingga 10 tahun. Tapi, jangan panik dulu, ada cara mengatasi mimisan pada anak yang dapat dilakukan di rumah.

Penyebab utama mimisan adalah karena mengupil dan udara yang kering. Mimisan memang menyeramkan, tapi biasanya tidak serius.

Meskipun demikian, ada kasus di mana anak bisa mengalami mimisan hebat dan sulit dihentikan. Dalam kondisi ini, maka anak harus segera dibawa ke dokter untuk diberikan tindakan medis.

Mimisan pada anak

Pada banyak kejadian, mimisan pada anak terjadi di anterior, itu berarti perdarahan berlangsung di depan, bagian halus dari hidung. Area hidung ini terdiri dari banyak pembuluh darah kecil yang dapat sobek dan terluka apabila teriritasi.

Sementara, untuk mimisan posterior terjadi di bagian belakang hidung dan jarang terjadi pada anak-anak. Jenis ini merupakan mimisan hebat dan perdarahannya sulit untuk dihentikan.

Cara mengatasi mimisan

Mengatasi mimisan pada anak bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana. Kunci dari penangaan ini adalah tetap tenang, karena kebanyakan mimisan berlangsung singkat dan tidak mengindikasikan masalah serius.

Kamu bisa ikuti langkah berikut:

  • Mulai dengan mendudukan anak dengan posisi duduk tegak dan agak condong ke depan.
  • Jangan lakukan posisi bersandar atau berbaring. Karena ini akan membuat mereka menelan darahnya dan berujung pada batuk dan muntah.
  • Jepit ujung hidung anak dengan lembut menggunakan tisu atau handuk kering, dan imbau mereka agar bernapas menggunakan mulut.
  • Terus tekan selama 10 menit, bahkan saat perdarahan sudah berhenti.
  • Jangan sumbat hidung anak dengan kain kasa ataupun tisu dan hindari menyemprotkan cairan apapun ke dalam hidung.

Setelah perdarahan berhenti, usahakan agar anak beristirahat atau bermain dengan lebih tenang dan hati-hati, ingatkan anak agar tidak menggaruk hidung terlalu keras.

Yang perlu diingat, mimisan tidak berbahaya, tapi mengetahui langkah tepat untuk menghambat dan menghentikannya sangat diperlukan oleh semua orang tua.

Setelah berhasil menghentikan mimisan, anak biasanya akan diperiksa lebih lanjut untuk diketahui penyebabnya. Pada beberapa kasus, bisa saja dilakukan operasi untuk memperbaiki masalah dengan pembuluh darah di hidung.

Cara mengatasi mimisan yang sering terjadi

Jika anak sering mengalami mimisan, buat lapisan hidung anak menjadi lembap dengan cara:

  • Gunakan cairan penyemprot nasal saline ke lubang hidung beberapa kali dalam sehari.
  • Oleskan krim atau losion yang sepeti vaseline atau lanolin di bagian dalam lubang hidung menggunakan cotton bud atau jari.
  • Gunakan vaporizer atau penguap di kamar anak untuk melembapkan udara di sana.
  • Sering gunting kuku anak untuk mengurangi goresan dan iritasi dari kebiasaan mengupil.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com (2019) diakses 20 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324536#when-to-see-a-doctor
    2019
  2. Healthline.com (2016) diakses 20 Mei 2020. https://www.healthline.com/health/parenting/nosebleeds-in-children
  3. Kidshealth.org (2019) diakses 20 Mei 2010. https://kidshealth.org/en/parents/nose-bleed.html
  4. Hopkinsmedicine.org, diakses 20 Mei 2020. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/nosebleeds
    register-docotr