Kesehatan Anak

Bayi Sering Gumoh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

October 25, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Moms mungkin merasa panik melihat bayi sering gumoh tak lama setelah menyusu. Wajar jika Moms bertanya-tanya apakah gumoh adalah hal yang wajar, atau sebaliknya, dapat menjadi pertanda gangguan kesehatan?

Nah, jangan panik melihat kebiasaan Si Kecil tersebut, yuk baca penjelasan berikut ini tentang penyebab bayi sering gumoh, apakah hal tersebut berbahaya untuk bayi, hingga cara mencegah dan mengatasinya.

Apa itu gumoh pada bayi?

Gumoh adalah hal yang umum terjadi pada bayi. Di usia tiga bulan pertama bayi sering gumoh karena isi perut naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini disebut dengan refluks bayi. Ada juga yang menyebutnya refluks gastroesofagus bayi.

Apa penyebab bayi sering gumoh?

Isi perut kembali naik ke kerongkongan karena otot antara esofagus dan lambung belum berfungsi dengan sepenuhnya. Membutuhkan waktu hingga otot ini berfungsi dengan baik.

Jika otot tersebut telah berfungsi sepenuhnya, susu yang telah diminum akan terjaga di tempatnya dan tidak akan kembali ke kerongkongan. Selama otot tersebut masih dalam perkembangan, bayi akan sering gumoh saat merasa kenyang.

Apa ada penyebab lain?

Ada beberapa kemungkinan, tiga yang mungkin menjadi penyebab bayi gumoh antara lain:

  • Aerophagia. Yaitu kondisi udara yang masuk ketika menyusui lebih banyak dari biasanya.
  • Stimulasi. Beberapa kondisi seperti tengkurap dapat memberikan stimulasi berlebihan dan menyebabkan bayi gumoh.
  • Stenosis pilorus. Penyempitan pilorus atau katup otot yang terletak di antara lambung dan usus kecil. Ini akan menyebabkan aliran makanan dari lambung ke usus kecil terganggu.

Apakah berbahaya jika bayi sering gumoh?

Jika penyebabnya adalah perkembangan otot yang belum sempurna, Moms tidak perlu khawatir. Karena gumoh akan berkurang seiring pertambahan usia bayi. Kebanyakan bayi akan benar-benar berhenti gumoh di usia 12 bulan.

Sayangnya, ada beberapa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi saat bayi sering gumoh, seperti yang sudah disebutkan, salah satunya adalah stenosis pilorus.

Jika gumoh disertai beberapa gejala lain, mungkin bayi mengalami kesehatan dan sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai yang muncul bersama dengan kebiasaan bayi sering gumoh antara lain:

  • Berat badan bayi tidak bertambah
  • Memaksakan untuk gumoh
  • Mengeluarkan cairan berwarna hijau atau kuning saat gumoh
  • Mengeluarkan darah atau seperti ampas kopi
  • Menolak menyusu
  • Ada darah di feses
  • Sulit bernapas
  • Gumoh di usia 6 bulan atau lebih
  • Menangis lebih dari tiga jam sehari
  • Urine yang lebih sedikit dari biasanya

Gejala lain yang perlu Moms waspadai adalah muntah. Muntah dan gumoh adalah dua hal yang berbeda. Muntah seringkali terjadi menjadi pertanda adanya masalah kesehatan pada bayi.

Mengenal perbedaan gumoh dan muntah

Gumoh biasanya hanya mengeluarkan cairan yang tidak begitu banyak. Terjadi biasanya disertai sendawa. Gumoh juga umumnya terjadi setelah bayi menyusu. Mulai terjadi pada bayi yang usianya belum mencapai 6 bulan.

Sementara muntah biasanya lebih banyak dan alirannya kencang. Muntah biasanya menunjukkan adanya gangguan kesehatan. Karena itu muntah biasanya juga disertai gejala lain seperti demam atau diare.

Bagaimana mengatasi anak yang sering gumoh?

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengatasi bayi sering gumoh.

  • Menyusui bayi dengan posisi tegak, agar tidak terlalu banyak udara yang masuk atau tertelan oleh bayi.
  • Setelah menyusui, baik bayi yang menyusu ASI atau susu formula, bantu bayi untuk sendawa.
  • Jika bayi diberi susu formula, dilansir dari familydoctor.org, pastikan lubang di dot berukuran tepat.
  • Bantu menggendong bayi dalam posisi bayi dalam posisi tegak setelah menyusu. Setidaknya selama 20 hingga 30 menit.
  • Beri susu secukupnya. Beri ASI atau susu formula lebih sedikit dari biasanya, bisa membantu bayi mengurangi gumoh. Namun, agar bayi tetap mendapat asupan yang cukup, Moms perlu lebih sering memberinya susu, karena porsinya dikurangi.

Demikian penjelasan mengenai bayi sering gumoh, dari penyebab hingga cara mengatasinya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Mayoclinic, diakses 17 Oktober 2020
Spitting up in babies: What’s normal, what’s not
Healthline, diakses 17 Oktober 2020
Is All This Baby Spit-Up Normal?
Familydoctor.org, diakses 17 Oktober 2020
Spitting Up in Babies

    register-docotr