Kesehatan Anak

Jangan Panik Moms, Lakukan Ini Saat Bayi Mengalami Kejang Demam

July 6, 2020 | Arianti Khairina
feature image

Ketika anak mengalami kejang demam, tentu saja akan membuat cemas para orang tua. Apalagi hal seperti ini biasanya menyerang bayi saat berusia 6 bulan.

Jangan panik ya, Moms. Ada beberapa hal yang perlu diketahui soal bayi kejang demam dalam ulasan berikut:

Pengertian tentang kondisi bayi kejang demam 

Dilansir Mayoclinic, kejang demam adalah kenaikan suhu tubuh pada bayi secara drastis, biasanya terjadi karena adanya infeksi. Hal ini terjadi pada anak-anak dengan perkembangan normal tanpa riwayat gejala neurologis. 

Walaupun terlihat menakutkan, tetapi kejang demam tidak berbahaya dan biasanya tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius.

Perlu kamu ketahui bahwa kondisi seperti ini tidak memberikan efek samping yang berkepanjangan. Biasanya kejang demam juga tidak menyebabkan kerusakan otak, keterbelakangan mental, atau tidak menyebabkan gangguan dasar yang parah pada anak. 

Pada umumnya anak dikatakan mengalami kejang demam ketika suhu tubuh mencapai di atas 39°C. Kondisi ini terjadi karena adanya respons pada otak anak karena mengalami demam. 

Gejala bayi kejang demam 

Biasanya, seorang anak yang mengalami kejang demam mengalami getaran di seluruh tubuh dan kehilangan kesadaran. Terkadang, anak mungkin menjadi sangat kaku atau kedutan hanya di satu area tubuh. Berikut ini beberapa tanda-tanda seorang anak mengalami kejang demam:

  • Demam lebih tinggi dari 38,0 C
  • Hilang kesadaran
  • Lengan dan kaki sontak bergetar secara keras

Klasifikasi bayi kejang demam

Kejang demam sendiri diklasifikasikan secara sederhana atau kompleks:

Kejang demam sederhana

Jenis paling umum ini berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama 15 menit. Kejang demam sederhana tidak akan kambuh dalam periode 24 jam dan tidak spesifik untuk satu bagian tubuh.

Kejang demam kompleks

Berbeda dengan kejang demam sederhana, jenis ini berlangsung lebih dari 15 menit. Bahkan biasanya dalam beberapa kasus yang terjadi pada anak akan terjadi lebih dari sekali dalam waktu 24 jam atau menimbulkan kejang hanya pada satu sisi tubuh anak.

Kejang demam yang kembali muncul dalam waktu 24 jam sejak timbulnya kejang demam pertama, bisa menjadi tanda pertama bahwa anak mengalami sebuah penyakit. 

Penyebab kejang demam 

Penyebab kejang demam biasanya terjadi karena suhu tubuh yang lebih tinggi dari biasanya. Perlu kamu ketahui bahkan demam ringan dapat memicu kejang demam.

Faktor penyebab dari kejang demam yang sering dialami oleh anak-anak sendiri dikelompokkan menjadi dua yaitu karena infeksi dan pasca imunisasi. 

Infeksi

Demam ringan yang sering dialami oleh anak bisa menjadi pemicu kejang demam. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh infeksi virus, dan jarang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Contohnya seperti penyakit influenza dan virus yang menyebabkan roseola. Kedua virus tersebut biasanya sering disertai dengan demam tinggi dan paling sering dikaitkan dengan kejang demam.

Kejang setelah imunisasi

Pasca imunisasi, setiap anak pada umumnya akan mengalami efek samping yang berbeda-beda. Salah satunya adalah risiko kejang demam yang dapat meningkat setelah anak mendapatkan imunisasi. 

Beberapa imunisasi yang dapat menyebabkan kejang demam yaitu vaksinasi difteri, tetanus dan pertusis atau campak-gondong-rubella. Perlu dipahami sebenarnya bukan karena imunisasinya, tetapi seorang anak pasca imunisasi mengalami demam ringan dan hal itulah yang menyebabkan kejang.

Baca juga: Mampu Redakan Kejang, Kenali Fakta Seputar Gabapentin

Cara mengatasi bayi kejang demam

Sebagai orang tua, Moms harus tetap tenang. Usahakan untuk menghindari panik berlebihan agar bisa menangani masalah kejang demam pada bayi dengan baik. 

Hal pertama yang bisa kamu lakukan ketika anak mengalami kondisi kejang demam, pastikan tidak menahan gerakan yang terjadi. Moms cukup letakkan bayi pada posisi yang nyaman dan empuk untuk menghindari terkena cedera. 

Perhatikan dengan teliti gerakan dan perilaku bayi selama kejang demam berlangsung. Hindari juga memasukkan obat-obatan saat kondisi ini terjadi, tujuannya menghindari ia tersedak. 

Biasanya ketika anak mengalami kejang demam sangat rentan mengeluarkan busa dan muntah, jadi pastikan kamu memposisikan bayi dalam keadaan miring. Tujuannya untuk mencegah cairan keluar dari mulut masuk kembali ke dalam tubuh. 

Namun jika kejang demam terjadi selama lebih dari 5 menit, sebaiknya segera bawa bayi ke rumah sakit untuk diperiksa langsung oleh dokter. Hal tersebut untuk menghindari efek samping lain yang akan dirasakan oleh bayi. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2019) diakses 1 Juli 2020. Febrile seizure
  2. kidshealth.org (2018) diakses 1 Juli 2020. Febrile Seizures
  3. Healthychildren.org (2017) diakses 1 Juli 2020. Febrile Seizures

 

    register-docotr