Kesehatan Anak

Apakah Nebulizer Bermanfaat Mengatasi Batuk dan Pilek pada Anak?

October 1, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Saat anak mengalami gangguan pernapasan, dokter mungkin akan memberikan obat yang penggunaannya memerlukan nebulizer. Nebulizer umumnya digunakan untuk mengatasi asma atau gangguan lain, termasuk pilek dan juga batuk pada anak.

Beberapa pertimbangan penggunaan nebulizer adalah lebih mudah digunakan pada anak, dibandingkan harus menggunakan inhaler untuk pereda batuk dan pilek. Untuk lebih mengenal nebulizer serta manfaatnya, yuk simak penjelasannya berikut.

Apa itu nebulizer?

Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi uap. Uap tersebut kemudian dihirup dan masuk ke dalam paru-paru.

Umumnya, nebulizer digunakan untuk mengatasi penyakit asma. Tapi nebulizer juga bisa digunakan untuk mengatasi batuk pilek pada anak. Selain itu juga mungkin digunakan terkait peradangan atau infeksi saluran pernapasan.

Bagaimana cara kerja nebulizer untuk mengatasi batuk pilek pada anak?

Nebulizer digunakan untuk meredakan batuk dan pilek pada anak setelah mendapat rekomendasi dari dokter. Dokter akan menentukan penyebab batuk terlebih dahulu.

Jika diperlukan pengobatan dengan efek cepat, dokter akan merekomendasikan nebulizer. Biasanya pertimbangan lain menggunakan nebulizer karena pasien masih terlalu kecil untuk menggunakan inhaler pereda pilek dan batuk.

Cara kerja nebulizer adalah membawa uap obat ke paru-paru dan mengendurkan saluran pernapasan, sehingga saluran pernapasan menjadi lebih terbuka. Anak yang mengalami penyumbatan akibat batuk dan pilek pun akan lebih lega bernapas.

Obat apa saja yang biasanya digunakan?

Dilansir dari Healthline, obat cair yang biasanya digunakan dengan nebulizer antara lain:

  • Albuterol
  • Pulmozyme
  • Formoterol
  • Budesonide
  • Ipratorium
  • Serta obat-obat lainnya, tergantung dari resep dokter

Tidak hanya obat-obatan, nebulizer juga bisa digunakan untuk melembabkan hidung anak. Biasanya menggunakan cairan garam yang kemudian diubah menjadi uap.

Bagaimana cara menggunakan nebulizer?

Untuk menggunakannya, Moms perlu memiliki alat nebulizer terlebih dahulu. Alat nebulizer biasanya terbagi menjadi dua jenis, yaitu alat yang menggunakan tenaga baterai dan juga menggunakan listrik.

  • Setelah alat tersedia, pastikan tangan Moms bersih saat menyiapkan penggunaan.
  • Langkah selanjutnya, siapkan selang penghubung. Satu sisi disambungkan pada alat nebulizer, satu sisi selang disambungkan pada tabung obat.
  • Kemudian masukan obat ke dalam tabung sesuai dengan resep dokter.
  • Setelahnya, sambungkan sisi tabung obat dengan masker untuk menghirup uap obat.
  • Nyalakan nebulizer sesuai petunjuk penggunaan alat.
  • Kemudian hirup obat melalui masker. Jika anak kesulitan, Moms bisa membantu memegangi masker sampai penguapan selesai.
  • Proses penggunaan nebulizer biasanya memakan waktu sekitar 10 hingga 20 menit dalam satu kali dosis obat.
  • Untuk mengatasi batuk dan pilek anak, dokter mungkin akan meresepkan obat hirup untuk beberapa kali penggunaan.

Sebelum menggunakan nebulizer perhatikan hal-hal berikut ini

  • Jangan gunakan nebulizer tanpa rekomendasi dokter
  • Jika direkomendasikan oleh dokter, gunakan obat sesuai dengan takaran dosis.
  • Jangan gunakan obat untuk orang lain. Gunakan hanya untuk anak yang mendapatkan resep.
  • Dalam kondisi tertentu, nebulizer mungkin digunakan dalam jangka panjang, untuk itu Moms juga perlu merawatnya agar tetap awet selama penggunaan.
  • Moms juga harus rutin membersihkan sesuai dengan label petunjuk pemakaian.
  • Pastikan peralatan dibersihkan setiap kali selesai digunakan, karena tabung, selang, masker atau bagian lain yang terkena air dan uap bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur.

Apa manfaat yang dirasakan setelah menggunakan nebulizer?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, nebulizer membantu obat langsung masuk ke paru-paru. Cara kerjanya selain mengobati penyebab batuk dan pilek, juga untuk memecah lendir yang mengganggu pernapasan.

Manfaat yang dirasakan adalah gejala batuk dan pilek mereda, termasuk hidung atau pernapasan yang tersumbat. Hidung yang cenderung kering karena penyumbatan, bisa menjadi lebih lembab dan itu membantu lendir lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan.

Selain itu, penggunaan nebulizer juga dianggap lebih mudah dibandingkan harus memberikan inhaler genggam pada anak. Dengan nebulizer Moms bisa membantu mengawasi dan membuat obat terhirup dengan efektif.

Catatan penggunaan nebulizer

Penggunaan nebulizer hanya salah satu pilihan pengobatan untuk mengatasi batuk dan pilek. Ada beberapa kondisi yang tidak mempan menggunakan teknik nebulizer.

Jika batuk dan pilek tetap tidak membaik atau justru semakin buruk setelah menghirup obat melalui nebulizer, sebaiknya hubungi dokter atau rumah sakit terdekat, apalagi jika anak menunjukkan ciri seperti di bawah ini:

  • Sesak napas parah
  • Kulit membiru
  • Lendir berdarah
  • Muntah
  • Pusing atau pingsan
  • Merasa tersedak terus menerus

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline, diakses 30 September 2020
Can You Use a Nebulizer to Treat a Cough?
Healthline, diakses 30 September 2020
Nebulizers for Babies: How They Help Treat Respiratory Issues
Healthline, diakses 30 September 2020
Using a Nebulizer
Parenting Firstcry, diakses 30 September 2020,
Nebulisation for Babies and Kids

    register-docotr