Kesehatan Anak

Moms, Ini Beberapa Solusi untuk Anak yang Alergi Susu Sapi

July 21, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Anak alergi susu sapi sangat umum terjadi, namun bisa menyebabkan ketidaknyamanan, lho! Masalah ini bisa memunculkan berbagai gejala, mulai dari ringan hingga parah sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Alergi susu sendiri merupakan respons abnormal oleh sistem kekebalan tubuh terhadap produk yang mengandung susu. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan seseorang mengalami sakit parah secara tiba-tiba dan mengancam jiwa.

Baca juga: Sesak Napas karena Asam Lambung, Kenali Penyebab dan Pencegahannya!

Apa yang harus dilakukan jika anak alergi susu sapi?

Susu sapi adalah penyebab umum alergi, namun susu yang berasal dari domba, kambing, kerbau, serta mamalia lain juga bisa menyebabkan reaksi. Reaksi alergi biasanya terjadi segera setelah anak mengonsumsi susu.

Dilansir dari NHS, alergi susu sapi dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk reaksi kulit, masalah pencernaan, demam, hingga pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. Nah untuk mengatasinya, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan ketika anak mengalami alergi akibat susu sapi.

Anak alergi susu sapi bisa diberikan injeksi otomatis

Jika anak didiagnosis menderita alergi susu, maka perlu menyediakan dua injeksi epinefrin untuk keadaan darurat. Injektor epinefrin merupakan obat resep yang tersedia dalam wadah kecil sehingga mudah untuk dibawa.

Dokter biasanya akan mengajari cara pemberian suntikan sebagai bentuk penanganan mandiri. Apabila anak mulai memiliki gejala serius, seperti pembengkakan pada mulut atau tenggorokan maka segera berikan injektor otomatis epinefrin.

Bawa obat antihistamin

Obat antihistamin yang dijual secara bebas bisa diberikan jika anak alergi susu sapi. Hal ini sangat diperlukan karena obat dapat membantu mengobati gejala alergi yang masih dalam tahap ringan. 

Gunakanlah antihistamin setelah suntikan epinefrin dan bukan sebagai penggantinya. Jika masalah bertambah parah, segera hubungi tim medis agar anak segera mendapatkan pengawasan dari dokter ahli.

Hindari pemicu alergi

Cara terbaik untuk mencegah reaksi alergi adalah menghindari pemberian susu dan protein yang bisa memicu munculnya gejala.

Jangan berikan susu jenis apapun kepada anak tanpa terlebih dahulu mendapatkan saran dan medis. Jika anak masih disusui secara eksklusif, ibu disarankan untuk menghindari semua jenis produk susu sapi.

Berikan susu alternatif

Susu dari hewan lain, seperti domba, kambing, dan kerbau bukanlah alternatif yang baik karena proteinnya mirip dengan sapi. Nah, alternatif yang lebih disarankan adalah susu dengan kandungan kalsium dan vitamin D.

Biasanya, ahli medis juga akan memberi tahu pengganti susu yang baik untuk anak, agar masalah tidak kembali terjadi. Karena itu, segera bicarakan dengan dokter ahli ketika anak alergi susu sapi.

Formula hypoallergenic

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah satu ini adalah memberikan formula hypoallergenic. Beberapa formula tidak berbasis susu, namun mengandung asam amino sehingga aman untuk anak yang memiliki alergi susu sapi.

Formula ini merupakan susu yang dihidrolisis secara ekstensif sehingga dapat merangsang toleransi susu sapi. Namun, jika masih ragu bisa tanyakan pada dokter mengenai produk formula yang paling cocok dan aman.

Baca juga: Penyakit Konjungtivitis Mata: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Pencegahan terhadap anak alergi susu sapi

Untuk mencegah alergi akibat susu sapi, bacalah label makanan atau produk yang mengandung susu. Beberapa produk yang perlu diwaspadai, antara lain mentega, susu, eskrim, nougat, dan yoghurt.

Ketika makan di luar, tanyakan bagaimana makanan telah disiapkan seperti apakah mengandung mentega cair. Jika berisiko mengalami reaksi alergi serius, bicarakan dengan dokter perlukah membawa dan menggunakan epinefrin darurat.

Hilangkan berbagai pemberian produk susu kecuali berada di bawah pengawasan medis yang ketat. Dokter akan memberikan nasihat mengenai sumber pengganti kalsium dan protein yang menjadi nutrisi penting bagi anak-anak.

Formula pengganti yang direkomendasikan untuk anak juga memerlukan pengawasan cermat dari orang tua.

Jika anak menjalani diet bebas susu, dokter atau ahli gizi akan membantu merencanakan beberapa pilihan makanan dengan gizi seimbang. Anak mungkin juga perlu mengonsumsi suplemen untuk menggantikan kalsium dan nutrisi yang terkandung dalam susu, seperti vitamin D dan riboflavin.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 16 Juli 2020. Milk allergy
  2. NHS (2019), diakses 16 Juli 2020. What should I do if I think my baby is allergic or intolerant to cows’ milk?
  3. KidsHealth (2018), diakses 16 Juli 2020. Milk Allergy
  4. BetterHealth (2017), diakses 16 Juli 2020. Cow’s milk allergy
    register-docotr