Info Parenting

Tips Mudah Bikin Rumah Aman untuk Balita dan Anak Bermain Seharian

August 30, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Membuat rumah yang aman sebagai tempat bermain anak memang menjadi kewajiban orang tua. Ya, hal ini tak lain bertujuan agar kamu bisa dengan tenang membiarkan anak bermain tanpa perlu didampingi sepanjang waktu.

Berbagai cara akan dilakukan untuk menciptakan rumah yang ramah anak, salah satunya menyingkirkan semua benda berbahaya. Nah, untuk lebih jelasnya, yuk, simak beberapa tips lain untuk membuat rumah aman agar anak bisa bermain seharian.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ketahui Faktor-faktor Penyebab Kaki Sering Kram Berikut Ini!

Cara membuat rumah aman untuk anak bermain seharian

Ketika kamu memiliki bayi di rumah, maka pastikan semua tempat sudah aman untuk area bermainnya. Balita dan anak belum memahami bahaya sehingga rasa penasaran masih tinggi dan sangat berisiko terjadi hal yang tidak diinginkan ketika mereka bermain.

Karena itulah, kamu perlu mengubah beberapa hal di rumah untuk memastikan agar anak tidak terluka. Perhatian penuh terhadap barang-barang di rumah harus dilakukan, terutama ketika anak baru bisa merangkak dan suka mengambil sesuatu dengan tangannya sendiri.

Nah, berikut beberapa tips agar rumah aman untuk area bermain anak dan balita yang perlu diketahui berdasar area:

Kamar tidur

Dilansir dari Family Doctor, area pertama yang harus aman bagi anak untuk bermain dengan leluasa adalah kamar tidur. Karena itu, pastikan untuk melepas semua tali yang memiliki kemungkinan dapat melingkari leher bayi ketika bermain.

Selain itu, ikat juga kabel listrik atau kabel gorden hingga panjangnya hanya kurang dari 15cm dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Ponsel dan mainan gantung lainnya juga harus dijauhkan dari jangkauan bayi agar tidak terjadi hal membahayakan ketika bermain dalam pengawasan yang kurang.

Perlu diketahui, tempat tidur bayi adalah bagian utama dari furnitur kamar tidur. Untuk itu, pilihlah tempat tidur bayi dengan jarak antar palang yang tidak lebih dari 7cm. Jika jarak antar palang terlalu lebar, maka bayi bisa saja lolos dan tercekik di antaranya.

Gunakan penggaris untuk memeriksa lebar jarak antar palang dan gunakan kain untuk menutupnya jika dianggap terlalu jauh. Ketika bayi sudah bisa berdiri sendiri, lepaskan bantal, bumper, atau mainan dari boks karena bisa digunakan untuk memanjat keluar dan berisiko terjatuh.

Ruang tengah

Ruang tengah biasanya menjadi tempat bermain kedua untuk anak sehingga area ini juga harus aman. Jika kamu memiliki tangga, maka gunakanlah gerbang balita di bagian atas dan bawah tangga.

Hindarilah menggunakan gerbang dengan celah besar di antara bilah karena anak bisa saja terjebak di antaranya.

Tempatkan penutup knop pintu yang mengarah ke garasi, ruang bawah tanah, loteng, atau luar ruangan guna mencegah anak pergi ke tempat berbahaya tersebut. Gunakan pula pelindung jendela agar anak-anak tidak jatuh serta jauhkan kursi atau furnitur lain yang mudah dipanjat.

Biasanya, tanaman hias akan ditempatkan di ruang tengah karena itu pilihlah tanaman yang aman atau jauhkan dari jangkauan anak. Beberapa tanaman hias mengandung racun sehingga perlu pengetahuan yang lebih sebelum meletakkannya di ruang tengah.

Rasa penasaran bayi atau balita masih sangat tinggi, karena itu tutuplah semua area colokan listrik yang tidak terpakai dengan penutup khusus. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah anak menancapkan jari atau mainan ke dalam lubang colokan tersebut.

Baca juga: Vaksin Kanker Serviks: Kenali Dosis dan Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Area dapur

Dapur dan ruang makan menjadi area yang tidak boleh luput dari perhatian karena bisa saja anak bermain di tempat tersebut. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjauhkan makanan dan minuman panas dari jangkauan atau jauh dari tepi meja.

Letakkan kait di laci kabinet agar anak tidak bisa dengan leluasa untuk membuka dan menutupnya. Hal ini biasanya dilakukan untuk membantu mencegah anak tidak sengaja menyelipkan jari sehingga terbentur di antara laci atau lemari saat menutupnya.

Jauhkan juga pisau dan benda tajam lainnya dari jangkauan anak atau simpan di laci yang terkunci. Jangan gunakan taplak meja karena mungkin saja anak akan menarik sehingga barang-barang akan terjatuh menimpa tubuhnya.

Rumah aman untuk bermain anak seharian harus memperhatikan tempat penyimpanan mainan. Nah, usahakan untuk tidak menyimpan mainan di atas rak atau lemari yang tinggi karena memungkinkan anak untuk memanjat dan akhirnya terjatuh.

Itu dia beberapa tips mudah membuat rumah aman untuk balita dan anak ketika bermain. Perhatikan semua anjuran tersebut agar anak terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Raisingchildren.net (2019), diakses pada 28 Agustus 2020. Child safety at home
  2. Family Doctor, diakses pada 28 Agustus 2020. Child Safety: Keeping Your Home Safe for Your Baby
  3. Healthychildren.org (2020), diakses pada 28 Agustus 2020. Make Baby’s Room Safe: Parent Checklist
    register-docotr