Info Parenting

7 Tips Mengasuh Anak Tunggal agar Tidak Manja dan Egois

November 7, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Anak tunggal dikenal sebagai pribadi yang sulit berbagi, egois, atau bahkan sangat manja. Orang kerap menyebutnya dengan sindrom anak tunggal.

Pandangan ini memang tidak berlaku untuk semua anak. Tapi reputasi ini membuat beberapa orang cemas, khususnya orang tua yang hanya memiliki satu anak.

Lalu bagaimana sih tips untuk mengasuh anak tunggal agar tidak terjerembab ke sindrom anak tunggal itu? Berikut beberapa tips yang bisa Moms lakukan.

1. Ajarkan keterampilan sosial

Agar tidak merasa kesepian, banyak anak-anak yang sering mengembangkan teman khayalan atau ikatan dengan benda mati, seperti boneka atau boneka binatang. 

Tidak peduli seberapa banyak perhatian yang Moms berikan kepada anak tunggal, terkadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang sebaya dengan mereka untuk berhubungan.

Itu sebabnya ketika memiliki anak tunggal, kegiatan sosial perlu diatur lebih sering dimulai saat dia berusia 18 bulan. Sebagai orang tua, Moms harus aktif mengajak anak berinteraksi dengan orang lain. 

Baca Juga : Orangtua dan Mertua ‘Berebut’ Mengasuh Cucu, Mana yang Lebih Sesuai? Yuk, Simak Tipsnya!

2. Biarkan anak mandiri

Membesarkan anak tunggal memberi orang tua hubungan yang sangat dekat dengan anaknya. Namun, beberapa anak menjadi terlalu bergantung pada orang tua untuk dukungan moral, bantuan pekerjaan rumah, dan hiburan.

Hingga tanpa sadar orang tua dapat memperkuat ketergantungan ini. Untuk membantu anak menjadi lebih mandiri, beri dia tanggung jawab seperti dengan melakukan tugas membersihkan rumah.

Anak tunggal perlu belajar bagaimana menyibukkan diri dan bersenang-senang, dan orang tua tidak selalu harus menjadi penghibur.

3. Jangan manjakan anak secara berlebihan

Ketika anak-anak dibombardir dengan hadiah dan hadiah, mereka mendapat pesan, “Saya selalu mendapatkan apa yang saya inginkan”. Tidak ada kata terlambat untuk mengekang pemberian hadiah yang berlebihan.

Protes emosional kemungkinan besar akan menyusul, tetapi sikap ini akan bermanfaat dalam jangka panjang. Orang tua perlu menyadari bahwa bukan hadiah yang penting, yang terpenting adalah waktu yang dihabiskan bersama anak.

Jika Moms menyayangi anak tunggal dan memuaskan setiap keinginannya, Moms akan menyesal melakukannya dalam jangka panjang.

Baca Juga : Seluk-beluk RIE Parenting: Pola Asuh Anak Masa Kini dan Cara Menerapkannya

4. Ajarkan anak empati

Tentu, anak-anak dengan saudara kandung mungkin dipaksa untuk lebih sering memikirkan kebutuhan orang lain daripada hanya sendirian. Tetapi ada cara lain untuk membentuk anak menjadi orang yang berempati.

Menjadi sukarelawan di suatu tempat sebagai keluarga, misalnya, atau membantu teman-teman untuk pindah rumah. Bicarakan tentang kompromi, tunjukkan contoh empati ketika Moms melihatnya, dan contohkan perilaku yang Moms ingin anak pelajari.

5. Jangan selalu ikut campur masalah anak

Semua orang tua bergumul dengan dorongan untuk melindungi anak-anak mereka. Tapi anak tunggal perlu belajar bagaimana menghadapi konflik tanpa campur tangan orang tua.

Seperti saat anak ngambek karena tak bisa bergantian menggunakan ayunan di taman. Moms bisa bertahan di belakang sambil mengawasi, kadang anak selalu punya cara unik untuk menyelesaikan konflik mereka.

Jika memungkinkan, biarkan mereka menyelesaikan konflik itu sendiri, karena Moms tidak akan selalu berada di sana untuk menyelesaikan masalah ketika mereka dewasa.

Baca Juga : Moms Wajib Tahu! Ini Kunci Utama Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus

6. Berikan kebebasan kepada anak

Dengan banyak anak, orang tua cenderung membagi kasih sayang mereka. Yang berarti bahwa anak-anak dengan saudara kandung tidak memiliki ibu atau ayah yang selalu mengawasi mereka setiap menit.

Sementara untuk anak tunggal pastilah perhatian hanya tertuju padanya. Sebagai orang tua ada baiknya Moms memberi anak untuk ruang sendiri.

Itu sebenarnya bisa menjadi hal yang baik untuk pengembangan kemandirian dan hasrat pribadi. Jadi jangan selalu diawasi 24 jam ya Moms!

7. Jangan percaya pada hype

Ada begitu banyak kesalahpahaman tentang perjuangan anak-anak tunggal, dan begitu banyak stereotip yang pasti setiap orang tua tidak ingin memercayainya.

Tetapi ada banyak penelitian positif yang perlu dipertimbangkan juga. Misalnya, ternyata mereka tidak pendiam seperti yang dipikirkan semua orang, dan mereka cenderung berprestasi lebih baik di sekolah daripada anak-anak dengan saudara kandung.

Jadi cobalah untuk tidak terlalu terjebak dengan apa yang orang lain katakan tentang siapa dan seperti apa anak Moms nantinya. 

Anak-anak itu unik dan bervariasi, tidak peduli berapa banyak saudara kandung yang mereka miliki atau tidak. Tidak ada studi yang dapat secara pasti memberi tahu Moms tentang bagaimana anak Moms kelak.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar parenting? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline Parenthood. Diakses pada 5 November 2020. Only Child Syndrome: Proven Reality or Long-Standing Myth?

Healthline Parenthood. Diakses pada 5 November 2020. 9 Parenting Tips for Raising an Only Child

Parents. Diakses pada 5 November 2020. 12 Tips for Raising an Only Child

    register-docotr