Info Parenting

6 Tips Melatih agar Anak Cepat Bicara, Moms Wajib Tahu!

October 28, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Bayi dilahirkan dengan kondisi yang belum bisa berbicara dan hanya bisa menangis. Kemampuan berbicara si Kecil akan berkembang seiring waktu berjalan. Meski begitu, sebagai orangtua, tak ada salahnya melakukan beberapa cara agar anak cepat bicara.

Apa saja cara yang bisa dilakukan agar anak cepat bicara? Yuk, simak beberapa tips berikut ini!

Baca juga: Jangan Kaget! Ini Perkembangan Anak 5 Tahun yang Perlu Moms Tahu

Masa perkembangan anak dalam berbicara

Sebelum mengetahui berbagai tips agar anak cepat bicara, Moms perlu memahami masa perkembangan kemampuan berkomunikasi buah hati. Perkembangan ini dimulai dari usia 0 hingga 36 bulan.

Usia 0 hingga 6 bulan

Pada periode ini, si Kecil baru bisa mengeluarkan suara seperti mendesis dan mengoceh. Meski begitu, bayi di bawah 6 bulan sudah bisa memahami bahwa Moms sedang berbicara dengannya, lho. Si Kecil akan lebih sering menoleh ke arah suara atau sumber bunyi.

Usia 7 hingga 12 bulan

Pada periode ini, kemampuan anak dalam berceloteh akan meningkat signifikan. Bahkan, anak-anak sudah bisa memahami kata-kata sederhana seperti perintah “tidak” yang mengacu pada larangan.

Tak hanya itu, si Kecil juga sudah dapat merangkai satu hingga tiga kata, meski masih sulit untuk mengucapkannya.

Usia 13 hingga 18 bulan

Setelah memasuki umur satu tahun, si Kecil sudah bisa memahami kalimat perintah dengan baik, seperti “angkat benda ini”. Pada periode ini, anak juga dapat mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh orangtua.

Jadi, jangan kaget jika buah hati bisa menirukan apa yang telah Moms katakan, ya.

Usia 19 hingga 36 bulan

Pada rentang usia ini, perkembangan si Kecil sudah meningkat signifikan, termasuk memiliki pemahaman terhadap lebih dari 50 kosakata. Anak mulai bisa berbicara dengan jelas, meski hanya melontarkan frasa atau kalimat pendek.

Pada saat menginjak tiga tahun, si Kecil idealnya sudah bisa diajak berkomunikasi dan mengikuti petunjuk secara detail serta arahan dari orangtua.

Tips agar anak cepat bicara

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa rentang usia di mana anak mulai bisa berbicara adalah umur dua tahun. Namun, tak menutup kemungkinan hal tersebut dapat terjadi lebih cepat. Ada beberapa tips yang bisa Moms lakukan agar anak cepat bicara, yaitu:

1. Membaca bersama

Meski belum bisa bicara, ajaklah anak untuk membaca bersama. Jika perlu, bacakan dongeng sebanyak mungkin atau bahkan setiap hari. Menurut sebuah studi pada 2016, hal ini bisa menambah kosakata dan memberikan stimulasi agar anak cepat bicara.

2. Tanggapi celotehan anak

Tips berikutnya agar anak cepat bicara adalah dengan menanggapi setiap celotehannya. Setiap respons yang Moms berikan bisa membuat anak lebih bersemangat untuk bebicara. Lama-kelamaan, si Kecil akan terbiasa melakukannya.

3. Selalu ajak bicara

Tak hanya sekadar membacakan dongeng, ada baiknya Moms terus mengajaknya bicara dalam hal apapun. Gunakan setiap kesempatan untuk mengajaknya berbicara, misalnya ketika membuatkan makan, mengganti popok, atau saat sedang memandikannya.

Selain bisa menstimulasi anak untuk berbicara, hal ini juga dapat menambah banyak kosakata baru pada buah hati.

Baca juga: Moms Harus Tahu! Ini Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan Motorik pada Bayi

4. Gunakan musik

Musik bisa berkontribusi dalam merangsang otak anak dalam berbicara. Bahkan, menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, musik digunakan sebagai alat terapi untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay).

Ritme dari musik itulah yang bisa menstimulasi kemampuan bicara anak. Putarkan lagu anak-anak yang ceria, misalnya Twinkle-twinkle. Biarkan si Kecil bersenandung dan mengikuti setiap kata yang ia dengarkan.

5. Sebutkan nama benda

Beberapa balita mungkin akan menunjuk barang yang diinginkan, alih-alih memintanya dengan mengucapkan sesuatu. Misalnya, jika si Kecil menunjuk sebuah gelas berisi jus, maka Moms bisa menimpalinya, “Apakah kamu mau jus?”

Tujuan dari metode ini adalah agar anak bisa terdorong untuk mengucapkan kata atau frasa yang sama, misalnya “jus”. Jadi, jika si Kecil sedang menunjuk sesuatu, ucapkan nama benda itu agar ia bisa menirukannya, ya.

6. Batasi penggunaan pacifier

Bayi sangat menyukai mainan yang digigit (pacifier), termasuk empeng. Ini yang menjadi alasan mengapa si Kecil sangat suka mengisap jempolnya. Namun, ada baiknya Moms membatasi penggunaan benda atau mainan tersebut.

Sebab, hal ini bisa menghambat anak untuk mengeluarkan suara dan kata-kata. Gunakan empeng hanya selama waktu tidur, jika memang diperlukan.

Nah, itulah enam tips yang bisa Moms terapkan agar anak cepat bicara. Lakukan dengan penuh kasih sayang dan kesabaran untuk terus merangsang kemampuan si Kecil dalam mengucapkan kata-kata, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Healthline, diakses 15 Oktober 2020, How to Teach Your Toddler to Talk.
  2. Teaching Littles, diakses 15 Oktober 2020, 21 Tips to Teach Your Toddler to Talk and Develop Language.
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 15 Oktober 2020, Effects of music therapy in the treatment of children with delayed speech development – results of a pilot study.
  4. SAGE Journals, diakses 15 Oktober 2020, Two Different Communication Genres and Implications for Vocabulary Development and Learning to Read.

    register-docotr