Info Parenting

Anak Tantrum? Pahami Penyebab serta Cara Menghadapinya Moms

August 19, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pernahkah Moms menghadapi si kecil yang terus marah dan mengamuk? Kondisi ini dikenal sebagai tantrum. Tantrum juga umumnya diiringi tangisan, teriakan, tendangan atau pukulan. Sehingga tidak jarang para orang tua merasa kewalahan menghadapi situasi seperti ini.

Namun Moms tidak perlu panik, pahami cara mencegah dan mengatasi tantrum pada anak dengan tepat. Informasi selengkapnya, ada dalam ulasan berikut!

Baca Juga: Anak Sulit Akur? Bisa Jadi Mereka Mengalami Sibling Rivalry, Ini Cara Mengatasinya

Mengenal tantrum dan penyebabnya

Tantrum merupakan ekspresi frustasi yang normal terjadi dalam masa tumbuh kembang anak. Biasanya tantrum terjadi saat anak menginjak usia 1 hingga 3 tahun. Kondisi ini terjadi saat anak mengalami kesulitan memikirkan sesuatu atau menyelesaikan suatu pekerjaan.

Anak juga mungkin tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya sehingga ia merasa frustasi. Ketika frustasi, anak akan mengekspresikannya dengan mengamuk. Tantrum biasanya menjadi lebih parah saat anak merasa haus, lapar atau kelelahan. 

Apakah tantrum bisa dicegah?

Tantrum merupakan tindakan yang tidak bisa dicegah. Namun Moms dapat melakukan beberapa hal yang mendorong perilaku baik pada anak, seperti:

  • Berikan banyak perhatian yang positif. Biasakan untuk memberi si kecil pujian dan perhatian saat ia berhasil melakukan hal yang baik. Beritahu ia jika Moms bangga saat dirinya berhasil mengikuti arahan. 
  • Ajarkan anak untuk memilih. Sebelum memberikan anak sesuatu tawarkan pilihan padanya terlebih dahulu. Misalnya biarkan ia memutuskan keinginannya sendiri saat memilih minuman yang akan diminum. 
  • Jauhkan benda yang terlarang dari pandangan dan jangkauan. Dalam masa balita, anak sedang senang meraih barang-barang yang ada di sekitarnya. Untuk itu, jauhkan benda-benda yang mungkin berbahaya dari pandangannya.
  • Alihkan perhatian anak. Ketika anak mulai rewel misalnya meminta barang tertentu, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya. Moms bisa mengalihkan perhatiannya dengan memulai aktivitas lain atau ajak ia berpindah ruangan. 
  • Dorong anak berekspresi dengan kata-kata. Umumnya, anak memahami banyak kata tetapi masih kesulitan mengungkapkan perasaannya  lewat kata-kata. Jika si kecil belum bisa berbicara jelas, ajarkan ia bahasa isyarat. Misalnya untuk “minum” atau “makan”.

Apa yang harus dilakukan saat anak tantrum?

Beberapa ahli menyatakan bahwa cara terbaik untuk menghadapi anak saat tantrum adalah dengan tetap tenang. Moms harus bisa mengendalikan emosi sehingga tidak memarahinya. Supaya anak tenang, Moms juga perlu menjaga diri agar tetap tenang. 

Tantrum dapat ditangani dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan alasan penyebab anak tantrum. Misalnya ketika anak merasa lelah, Moms bisa mengajaknya tidur siang atau menyantap camilan. 

Sedangkan bila tantrum terjadi karena anak sedang mencari perhatian orang tua, salah satu cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan mengabaikannya. Moms perlu mengajari ia menjelaskan keinginannya tanpa mengamuk. 

Tantrum juga dapat diatasi dengan mengalihkan perhatian anak. Misalnya dengan mengajak anak membaca buku atau mengajaknya pergi ke tempat lain. Namun bila Moms melihat anak memukul atau menendang seseorang, pegang dan jagalah ia sampai tenang. 

Satu hal yang paling penting, jangan pernah menjanjikan atau memberikan hadiah untuk menghentikan amukan anak. Kebiasaan ini dapat membuat anak berpikir bahwa mengamuk efektif untuk mendapatkan hal yang ia inginkan. 

Bagaimana bila tantrum terjadi di tempat umum?

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak dapat mengalami tantrum di mana saja. Termasuk di tempat umum yang dapat membuat orang lain merasa terganggu. Bila si kecil menunjukkan perilaku tantrum di depan umum, Moms dapat mengabaikannya hingga ia tenang.

Moms juga bisa membawanya ke tempat lain yang lebih sepi hingga ia tenang. Kemudian Moms bisa kembali melanjutkan aktivitas yang sebelumnya terganggu. Hal ini penting agar si kecil tidak beranggapan bahwa tantrum dapat membuatnya menghindari situasi tertentu. 

Baca juga: Tenang, Ini yang Perlu Moms Lakukan Jika Anak Menunjukkan Efek Setelah Imunisasi 

Apakah perlu ke dokter?

Tantrum biasanya tidak perlu dikhawatirkan dan berhenti dengan sendirinya. Namun Moms perlu berkonsultasi dengan dokter bila si kecil mengalami hal-hal seperti berikut:

  • Anak sering melukai diri sendiri atau orang lain ketika tantrum
  • Anak sulit diatur, sering membantah dan sulit diajak bekerja sama
  • Tantrum terjadi lebih sering dan lebih lama

Terkadang, gangguan pendengaran, penglihatan, penyakit kronis, keterlambatan bicara, atau ketidakmampuan belajar dapat membuat anak cenderung lebih sering mengamuk. Untuk itu, dokter perlu melakukan pemeriksaan pada anak supaya dapat memastikan kondisi kesehatannya. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr