Info Parenting

Anak Sulit Berbagi? Ikuti Tips Ini Supaya Mereka Tidak Pelit

August 30, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kemampuan untuk mau berbagi dengan orang lain adalah puncak dari perkembangan moral anak. Akan tetapi, membuat anak memiliki perilaku tidak pelit tidak boleh dengan paksaan.

Deanna Bosley, seorang Certified Parenting Educator menuliskan jika setiap orang tua memiliki tekanan untuk membuat anak mereka mampu berbagi. Hal itu, disebabkan oleh harapan orang tua agar anak menjadi baik dan tidak individual jika mampu berbagi.

Baca Juga: Bukan Cuma IQ, Ini Konsep Kecerdasan Majemuk untuk Perkembangan Anak

Kenapa anak sulit berbagi?

Setiap anak memiliki sifat egosentris, di mana mereka hanya hanya memikirkan diri sendiri dan menganggap orang lain tidak penting. Setiap orang tua akan melihat suatu masa di mana anak ingin memiliki semuanya sendiri dan menangis jika diminta untuk berbagi.

Pemahaman tentang berbagi dan meminjamkan adalah hal yang sulit dimengerti oleh anak. Balita dan anak usia prasekolah belum memiliki empati dan belum bisa melihat segala sesuatu dari perspektif orang lain.

Itu sebabnya, terkadang anak tidak segan untuk berkata ‘tidak’ dan ‘punyaku’ untuk melindungi barang yang tidak mau mereka bagi. Kata-kata itu pun bisa diiringi pula dengan gerakan menarik, menghentak atau memeluk barang tersebut.

Mengajarkan anak untuk berbagi barang yang tidak mau mereka berikan adalah tugas yang berat, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Tips mengajarkan anak untuk berbagi

Kemampuan anak untuk berbagi bisa diperoleh asalkan ada arahan dan interaksi sosial dengan orang dewasa. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa kemampuan itu berkembang ketika anak memasuki usia 1 tahun.

Memasuki usia 18 dan 24 bulan, kemampuan itu akan menjadi lebih sering, spontan dan mandiri. Kemampuan ini menurut para peneliti, kemungkinan didorong oleh tumbuhnya pemahaman sosial antara anak dengan sesama mereka.

Nah, untuk menstimulasi hal itu, Moms bisa terapkan langkah-langkah berikut:

Berikan contoh yang baik

Setiap anak akan meniru apa yang dia lihat. Oleh karena itu, kalau ingin anak bisa memiliki kemampuan berbagi, Moms harus mencontohkan hal itu pada mereka.

Seperti kalau Moms sedang memakan potongan apel, berikanlah juga kepada mereka. Berikan aksi nyata yang bisa mereka pelajari tentang berbagi.

Hargai barang kepunyaan mereka

Setiap mainan yang dimiliki anak adalah kepunyaan mereka. Hargai apa yang menjadi milik mereka dengan meminta secara halus dan ucapkan terima kasih jika Moms meminjamnya.

Dan pastikan barang-barang yang Moms pinjam dari anak dikembalikan dalam kondisi yang baik. Supaya mereka sadar bahwa berbagi dengan orang lain tidak akan menimbulkan kerugian bagi mereka.

Pun demikian ketika barang tersebut mau dipinjam oleh orang lain atau teman mereka. Moms harus pastikan barang mereka tidak rusak supaya kepercayaan mereka tetap terjaga dan tidak ragu untuk berbagi di masa mendatang.

Tumbuhkan rasa empati pada anak

Mungkin Moms akan menemui satu momen di mana anak tidak dipinjamkan barang oleh temannya. Jangan khawatir, manfaatkan kesempatan ini agar anak justru tidak berbalik menjadi pelit.

Ajar anak agar berempati dan buat mereka menempatkan posisi sebagai teman mereka yang tidak mau berbagi. Moms bisa ucapkan: “Mungkin barang itu sangat berharga buat dia, kenapa kita tidak cari barang lain untuk dimainkan?”.

Buat tindakan berbagi sebagai hal yang menyenangkan

Lakukan aktivitas dan permainan yang bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih, seperti puzzle atau membuat kue bersama. Ketika kegiatan itu selesai, tanya pengalaman mereka, apakah melakukan kegiatan bersama dan saling berbagi adalah kegiatan yang menyenangkan.

Jangan paksa mereka untuk berbagi

Jika anak belum bisa berbagi, tidak apa, jangan dipermasalahkan atau langsung diberi hukuman. Jangan paksa mereka untuk berbagi dan kenali dulu apa alasan mereka masih pelit terhadap kepunyaan mereka.

Kalau Moms mendesak dan memaksa mereka berbagi barang yang mereka tidak izinkan, maka efeknya justru akan membuat mereka jadi pemarah, ketimbang menjadikan mereka sebagai anak yang baik.

Ketika memaksa anak untuk berbagi, Moms malah memberikan ajaran yang salah seperti:

  • Menangis adalah kunci bagi mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
  • Orang tua menjadi pihak yang menentukan siapa dapat apa dan kapan mereka mendapatkannya
  • Setiap anak harus berbagi hanya karena ada anak lain yang memintanya.

Demikianlah tips bagaimana mengajarkan anak untuk tidak pelit dan mau berbagi dengan anak lain. Ingat, mereka bisa diarahkan untuk berbagi, tapi bukan dengan paksaan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan anak secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Centerforparentingeducation.org, diakses 28 Agustus 2020. “I DON’T WANT TO SHARE!”
  2. Verywellfamily.com (2020) diakses 28 Agustus 2020. How to Teach Kids to Share
  3. Verywellfamily.com (2019) diakses 28 Agustus 2020. Why You Shouldn’t Force Your Kid to Share
  4. Ncbi.nlm.nih.gov (2014) diakses 28 Agustus 2020. Mine or Yours? Development of Sharing in Toddlers in Relation to Ownership Understanding
    register-docotr