Gizi Anak

Berat Badan Bayi Sulit Naik Padahal Sudah Minum ASI, Apa Penyebabnya?

October 12, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Air susu ibu (ASI) adalah asupan yang sangat dibutuhkan oleh bayi, terutama pada 6 bulan pertama setelah lahir. ASI bisa mendukung dan mengoptimalkan proses tumbuh kembang si Kecil. Namun, bagaimana jika berat badan bayi susah naik meski telah mendapatkan ASI?

Nah, untuk lebih jelasnya, yuk simak berbagai faktor yang bisa menghambat proses perkembangan berat badan bayi dengan ulasan berikut ini!

Fakta tentang rata-rata berat badan bayi

Tidak ada tolok ukur yang pasti untuk menentukan berat badan normal bayi. Seorang bayi bisa memiliki berat berbeda dengan yang lain. Indikasi bayi sehat adalah seberapa optimal proses pertumbuhannya, termasuk penambahan berat badan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berat lahir rata-rata untuk bayi laki-laki adalah 3,3 kg, sedangkan untuk bayi perempuan 3,2 kg.

Biasanya, bayi akan kehilangan sekitar 10 persen berat badannya sesaat setelah lahir. Penurunan ini disebabkan oleh hilangnya banyak cairan. Kondisi tersebut adalah normal, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Berat badan bayi akan berangsur kembali dalam beberapa minggu kemudian.

Idealnya, bayi yang mendapat ASI eksklusif akan mengalami penambahan berat badan sekitar satu ons setiap harinya.

Baca juga: Berapa Berat Badan Bayi Normal Sesuai Tahap Usianya? Yuk Ketahui di Sini, Moms!

Berat badan bayi susah naik, kenapa?

Sebenarnya, bayi yang mendapatkan cukup ASI kemungkinan besar tidak akan mengalami masalah pada berat badannya. Bobot yang sulit naik disebabkan oleh kurangnya asupan ASI itu sendiri.

Idealnya, bayi harus mendapatkan ASI setiap dua hingga empat jam, baik di pagi, siang, sore, dan malam hari.

Berikut beberapa hal yang bisa membuat bayi kurang mendapatkan asupan ASI:

1. Posisi menyusui yang tidak tepat

Beberapa posisi menyusui. Sumber foto: www.cdnparenting.com

Memberikan ASI pada bayi perlu memerhatikan posisi. Bayi yang kesulitan menjangkau puting bisa merasa lelah dan frustasi, hingga akhirnya enggan untuk menyusu. Apapun posisinya, pastikan si Kecil nyaman dan tidak kesulitan menempelkan mulutnya ke puting.

Lagi pula, posisi mulut bayi yang tidak pas dengan puting juga dapat mempersulit keluarnya ASI.

2. Infeksi di mulut bayi

Adanya infeksi di mulut bayi seperti sariawan bisa membuatnya enggan untuk minum ASI. Sebab, luka infeksi tersebut akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit. Akhirnya, si Kecil tidak mendapatkan cukup ASI.

Jika dibiarkan, tentu saja hal ini akan berpengaruh pada penambahan berat badannya.

3. Proses menyusu yang singkat

Proses menyusu bisa memengaruhi berat badan bayi. Dilansir Verywell Family, bayi yang baru lahir harus menyusu setidaknya selama 8 hingga 10 menit di setiap sisi. Minggu-minggu pertama inilah yang sangat penting untuk Moms perhatikan.

4. Keterlambatan keluarnya ASI

Sebagian ibu yang baru melahirkan mengalami kondisi di mana ASI belum keluar. Keadaan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, yang paling sering adalah karena faktor hormonal dan psikologis.

Hal ini tak boleh dibiarkan terlalu lama, karena bayi baru lahir sangat membutuhkan ASI eksklusif untuk pemenuhan nutrisi. Susu formula mungkin bisa menjadi alternatif, tapi ASI tetaplah pilihan utama.

Baca juga: Jangan Panik! Ini 7 Cara Efektif Mengatasi ASI Tidak Keluar yang Bisa Kamu Coba

Keadaan lain yang bisa menyulitkan bayi menyusu

Selain teknik menyusui, ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi proses pemberian ASI kepada bayi, seperti:

  • Lahir prematur: Bayi yang lahir sebelum 37 minggu mungkin tidak mempunyai kekuatan atau energi untuk menyusu dalam waktu yang cukup lama, sehingga hanya sedikit ASI yang didapatkan
  • Pembengkakan payudara: Kondisi tertentu pada payudara seperti pembengkakan akan menyulitkan bayi untuk menyusu
  • Penyakit kuning: Penyakit kuning pada bayi baru lahir bisa membuatnya rentan mengantuk dan tidak tertarik untuk menyusu
  • Refluks: Bayi yang memiliki gangguan pencernaan seperti asam lambung naik (refluks) bisa memuntahkan kembali ASI yang telah diminum
  • Gangguan neurologis: Kondisi seperti down syndrome dapat menghalangi kemampuan bayi untuk menyusu dengan benar

Apa yang harus dilakukan?

Seperti yang telah disebutkan, bayi yang mendapatkan cukup ASI kemungkinan besar tidak akan mengalami masalah pada proses tumbuh kembangnya. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala di atas adalah:

  • Menyusui bayi sesering mungkin, usahakan si Kecil aktif menyusu sekitar 20 menit setiap sesi
  • Hindari penggunaan dot, karena bisa mengurangi jumlah ASI yang diisap bayi
  • Ganti posisi menyusui jika bayi merasa kesulitan menjangkau puting
  • Pastikan mulut bayi berada pada posisi yang tepat untuk mengisap puting agar ASI mudah keluar
  • Berusahalah untuk terus memompa jika mengalami keterlambatan ASI

Nah, itulah alasan mengapa berat badan bayi susah naik meski telah mendapatkan ASI. Pastikan si Kecil tidak kekurangan ASI agar proses tumbuh kembangnya tak terganggu, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Verywell Family, diakses 9 Oktober 2020, Why Your Breastfed Baby Is Not Gaining Weight.
  2. Medical News Today, diakses 9 Oktober 2020, What is the average baby weight by month?.
  3. Johns Hopkins Medicine, diakses 9 Oktober 2020, Managing Poor Weight Gain in Your Breastfed Infant.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 9 Oktober 2020, Data Table for Boys Length-for-age and Weight-for-age Charts.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 9 Oktober 2020, Data Table for Girls Length-for-age and Weight-for-age Charts.

    register-docotr