Kesehatan Wanita

7 Penyebab Vagina Gatal dan Cara Mengatasinya

May 29, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Vagina gatal umum terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini tidak berbahaya tetapi dapat membuat tidak nyaman.

Terlebih jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, jika gatal pada vagina berlangsung selama berhari-hari dan disertai gangguan lain, segeralah temui dokter. 

Berikut beberapa penyebab dan cara mengatasinya:

Penyebab gatal di area vagina

1. Iritasi atau alergi

Rasa gatal pada vagina dapat terjadi akibat penggunaan deterjen atau produk kewanitaan seperti pembalut atau tampon.

Namun, jangan khawatir karena gatal akan segera hilang jika kamu berhenti menggunakan produk tersebut. Untuk menghindari iritasi pada vagina, pilihlah produk yang bebas pewangi. 

Selain itu, beberapa wanita mungkin memiliki reaksi alergi terhadap kondom berbahan lateks. Hal ini juga dapat menimbulkan iritasi dan rasa gatal pada vagina.

Sebagai alternatif, kamu bisa memilih kondom bebas lateks untuk digunakan. Konsultasikan juga pada dokter soal alergimu, dokter mungkin memberikan alternatif lain. 

2. Infeksi jamur

Keberadaan jamur dalam vagina adalah hal yang alami dan normal. Biasanya, jamur dalam vagina pun tidak menyebabkan masalah. Namun ketika pertumbuhannya tidak terkendali, di situlah bisa terjadi infeksi sehingga menimbulkan rasa gatal. 

Infeksi jamur dalam vagina adalah hal yang dialami hampir sebagian besar wanita. Kondisi infeksi ini rentan terjadi setelah kamu mengonsumsi antibiotik.

Obat antibiotik dapat menghancurkan bakteri baik bersamaan dengan bakteri jahat. Padahal bakteri baik dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan jamur tetap terkendali. 

Selain menimbulkan rasa gatal, infeksi jamur dapat membuat vagina mengeluarkan cairan putih atau bening. Di samping itu vagina juga berpotensi iritasi serta timbul sensasi terbakar.

3. Bacterial vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis (BV) adalah salah satu penyebab paling umum yang ditemukan pada wanita. Kondisi BV ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara bakteri baik dan jahat yang ada di vagina.

Penyebab pasti dari BV belum diketahui. Tetapi dalam banyak kasus, BV dapat dipicu oleh salah satu dari hal berikut:

  • Menggunakan vaginal douche
  • Mandi dengan produk antiseptik atau antibakteri
  • Berganti-ganti pasangan 
  • Menggunakan produk beraroma kuat untuk area vagina
  • Menggunakan deterjen pakaian yang mengandung bahan kuat
  • Merokok

Pada sebagian wanita, BV bisa terjadi tanpa gejala apapun. Namun selain menimbulkan gatal, BV juga bisa membuat vagina mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap. Cairan tersebut bisa berwarna abu-abu atau putih dan kadang disertai busa. 

Baca juga: Bagaimana Cara Merawat Vagina yang Benar? Yuk, Simak Penjelasannya

4. Stres 

Stres secara fisik dan emosional dapat menyebabkan gatal-gatal dan iritasi pada vagina. Meski hal ini tidak umum, dalam kondisi stres tubuh lebih rentan terhadap infeksi yang menyebabkan gatal.

5. Penyakit menular seksual (PMS)

Sejumlah penyakit dapat menular melalui hubungan seks tanpa kondom. Mulai dari klamidia, gonorea, trikomoniasis, genital herpes, atau kutil kelamin. Selain gatal, PMS biasanya disertai dengan keputihan, keluar cairan berwarna hijau atau kuning, dan rasa sakit saat buang air kecil.

6. Kanker vulva

Penyebab yang satu ini memang jarang terjadi, tapi gatal pada vagina bisa jadi tanda kanker vulva. Kanker ini menyerang bagian eksternal alat kelamin perempuan. Meliputi bibir dalam dan luar vagina, klitoris, dan vestibulum (rongga kemaluan). 

Selain gatal, kemunculan kanker vulva dapat diiringi dengan perdarahan atau rasa sakit di daerah vulva. Kanker vulva dapat diobati jika dokter mendiagnosisnya sejak dini. Ini adalah pentingnya pemeriksaan ginekologis tahunan rutin dilakukan. 

7. Menopause

Perempuan yang sedang mengalami menopause atau yang sudah melewati masa subur lebih berisiko mengalami gatal-gatal pada vagina. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi selama menopause. 

Bila hormon estrogen menurun, vagina menjadi tipis, kering serta elastisitasnya berkurang. Kekeringan pada vagina dapat menyebabkan gatal dan iritasi jika tidak diatasi dengan tepat. 

Kapan harus menemui dokter? 

Saat rasa gatal pada vagina terasa cukup parah dan berangsur dalam waktu lama segeralah berkonsultasi dengan dokter. Meskipun sebagian besar penyebabnya tidak begitu serius, tetapi dokter dapat memberikan perawatan yang akan meredakan gatal pada vagina. 

Kamu juga harus segera menemui dokter jika gangguan pada vagina disertai hal-hal lain. Misalnya seperti bisul, keputihan, pembengkakan, kemerahan, sulit buang air kecil atau rasa sakit selama berhubungan seksual.

Baca juga: Ladies, Ini Trik Menjaga Kesehatan Vagina agar Makin Percaya Diri

Perawatan medis pada vagina gatal

Setelah berkonsultasi dengan dokter, kamu akan mendapat perawatan sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Untuk mengatasi jamur, dokter akan memberi krim, salep, atau pil yang disertai resep. Sedangkan untuk mengatasi BV dokter akan memberi antibiotik. 

Pada wanita yang sudah mengalami menopause, rasa gatal dapat diatasi dengan krim estrogen, tablet, atau alat yang berbentuk cincin untuk disisipkan di dalam vagina.

Setelah mendapat perawatan dokter, pastikan kamu selalu meminum obat sesuai dosis, ya. Hindari juga melakukan hubungan hubungan seksual sampai gatal pada vagina hilang. 

Perawatan yang bisa dilakukan di rumah

Untuk mengatasi gatal yang terasa ringan dan menghindarinya terulang, kamu bisa melakukan perawatan di rumah seperti berikut ini: 

  • Gunakan air hangat untuk membersihkan area vagina
  • Hindari menggunakan sabun atau wewangian pada vagina
  • Hindari penggunaan vaginal douche atau penyemprot vagina
  • Segera ganti pakaian yang basah setelah berolahraga
  • Lakukan gerakan dari dari depan ke belakang saat menyeka di toilet
  • Pilih celana dalam berbahan katun dan ganti celana dalam setiap hari
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual

Demikian beberapa informasi tentang penyebab gatal pada vagina dan cara mengatasinya. Tetap jaga kebersihan area organ intim kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr