Kesehatan Wanita

Mau Peduli Lingkungan? Yuk, Simak Panduan Cara Pakai Tampon saat Haid bagi Pemula

June 15, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Bagi perempuan Indonesia, umumnya pasti menggunakan pembalut saat haid. Sedangkan di luar negeri umumnya menggunakan alat sanitasi lain seperti menstrual cup dan tampon untuk haid untuk mengurangi sampah pembalut.

Apa sih yang membuat tampon disukai selain peduli terhadap lingkungan karena mengurangi sampah pembalut? Adakah bahayanya? Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Apa itu tampon untuk haid

Sama dengan pembalut, tampon digunakan untuk menyerap darah menstruasi saat siklus datang. Perbedaannya ada pada bentuk dan cara penggunaannya.

Tampon berbentuk silinder dan terbuat dari katun, rayon, atau campuran keduanya. Cara menggunakannya dengan dimasukkan ke dalam vagina.

Tampon sebenarnya terdiri dari 2 bagian, yakni tampon itu sendiri yang dimasukkan ke dalam tubuh kamu, dan aplikator plastik yang kamu gunakan untuk memasukkannya. 

Aplikator ini umumnya memiliki laras meruncing beserta tampon di dalamnya. Pada ujungnya, terpasang tabung yang lebih kecil yang disebut dengan plunger.

Di bawah ini adalah gambar bagian-bagian tampon beserta aplikatornya:

Cara Menggunakan dan Menyisipkan Tampon Dengan Diagram Aplikator
Tampon. Sumber Foto : https://www.playtexplayon.com/

Kelebihan penggunaan tampon untuk haid

Setiap produk pastilah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing. Nampaknya, bentuk tampon yang kecil bisa membawa benefit yang cukup banyak.

Berikut beberapa kelebihan penggunaan tampon:

  • Meski sedang menstruasi, kamu tetap bisa berenang saat menggunakan tampon
  • Tak perlu khawatir akan nyeplak saat menggunakan bawahan ketat
  • Saat dipasang dengan benar, kamu seperti tidak merasa menggunakan apapun
  • Ukurannya yang kecil sangat mudah dibawa kemana-mana.

Kekurangan penggunaan tampon untuk haid

Dari segi kenyamanan, tampon memang lebih unggul dari pembalut. Tapi bukan berarti ia tak punya kekurangan. Kekurangan terbesar tampon adalah ancaman toxic shock syndrome (TTS). 

TTS merupakan komplikasi yang jarang terjadi tetapi sangat berbahaya. Dulunya komplikasi ini terkait dengan penggunaan tampon super-absorben. Namun, risikonya bisa ditekan dengan cara:

  • Gunakan tampon berdaya serap rendah
  • Ganti tampon secara rutin
  • Kamu bisa bergantian menggunakan tampon dan pembalut berdasarkan banyaknya darah menstruasi yang keluar
  • Jangan gunakan satu tampon selama semalaman

Selain risiko TTS, berikut beberapa kekurangan lain dari tampon yang perlu kamu tahu:

  • Proses memasukkannya akan terasa kurang nyaman, apalagi bagi yang baru pertama kali memakainya
  • Mencari ukuran dan daya serap yang pas dengan kamu akan butuh waktu cukup lama setelah banyak trial and error
  • Kadang-kadang dapat mengiritasi dan membuat vagina kering sehingga menimbulkan gatal dan rasa tidak nyaman

Siapa yang cocok menggunakan tampon?

Jika kamu belum merasa nyaman menggunakan tampon setiap hari selama periode menstruasi, kamu bisa menggunakan tampon sebagai alternatif saat event khusus seperti:

  • Saat akan pergi olahraga ke gym atau aktivitas lainnya
  • Ketika ingin pergi ke pantai atau kolam renang
  • Butuh alat sanitasi yang praktis dan bisa dimasukkan ke kantong

Cara menggunakan tampon untuk haid

Untuk kamu yang baru akan mencoba, sebaiknya perbanyak referensi. Bisa dengan menonton video tutorial atau berdiskusi dengan orang yang pernah memakai tampon.

Umumnya, berikut beberapa tahapan yang harus kamu lakukan saat menggunakan tampon:

1. Cuci tangan

Bersihkan tangan kamu dengan sabun dan bilas menggunakan air bersih. Setelah itu buka kemasan tampon. Ikat ujung tali dan pastikan posisinya sudah ada di luar plunger.

2. Posisikan tubuh senyaman mungkin

Kamu bisa melakukannya dengan duduk di toilet dengan lutut terbuka atau berdiri dengan satu kaki di kursi toilet.

3. Masukkan tampon

Masukkan aplikator ke dalam vagina secara lembut. Pegang plunger dan bagian aplikator non-slip menggunakan ibu jari dan jari tengah.

Tempatkan ujung aplikator ke dalam vagina pada sudut 45 derajat. Sekarang, geser aplikator yang halus dan meruncing ke dalam vagina sampai jari-jari kamu menyentuh tubuh.

4. Dorong tampon ke dalam

Selanjutnya dorong plunger dengan jari penunjuk. Gerakan ini akan melepaskan tampon. Sambil masih memegang plunger non-slip grip, tarik aplikator tampon dengan lembut.

Dengan begitu seharusnya tampon sudah masuk dan terpasang dengan baik. Setelah kamu memasukkan tampon, tempatkan aplikator yang sudah digunakan kembali ke dalam pembungkus dan buang.

6. Bagaimana jika tidak nyaman?

Bisa jadi tampon yang kamu masukkan tidak terpasang dengan baik. Jika ini terjadi, lepas saja tampon dan coba lagi dengan yang baru. Kamu seharusnya tidak akan merasakan apapun ketika tampon terpasang dengan benar.

Cara mengeluarkan tampon

Nah setelah memasangnya, ada baiknya kamu mengganti setelah 4-8 jam. Untuk melepaskannya, kamu bisa mengikuti instruksi berikut:

1. Posisikan tubuh dengan nyaman

Setelah kamu merasa cukup rileks, langsung saja tarik benang tampon secara lembut. Proses ini seharusnya berjalan mulus dan tampon keluar dengan mudah.

Setelah itu langsung bungkus tampon dan buang di tempat sampah. Jangan buang tampon ke dalam toilet ya.

2. Cuci tangan

Setelah membersihkan tampon, pastikan untuk kembali mencuci tangan kamu dengan sabun.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar tampon? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada 12 Juni 2020. Tampons vs. Pads: The Ultimate Showdown.

FDA. Diakses pada 12 Juni 2020. The Facts on Tampons—and How to Use Them Safely.

Playtex. Diakses pada 12 Juni 2020. How to Use a Tampon.

    register-docotr