Kesehatan Wanita

Siklus Menstruasi KB Suntik Tak Teratur: Penyebab dan Hal yang Harus Diwaspadai

October 13, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

KB suntik merupakan alat kontrasepsi yang paling populer untuk mencegah kehamilan. Namun, sayangnya, salah satu efek samping dari alat kontrasepsi ini adalah dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Siklus menstruasi KB suntik yang tak teratur ini banyak dikeluhkan.

Nah, agar lebih memahami lebih jauh, yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Waspadai Efek Samping Suntik KB: Bisa Bikin Rambut Rontok hingga Jerawat

Apa itu KB suntik?

KB suntik atau suntik KB adalah suntikan hormon yang memberikan perlindungan jangka panjang dari kehamilan yang tidak direncanakan. Ini bekerja dengan cara melepaskan hormon progesteron ke dalam tubuh untuk mencegah terjadinya ovulasi.

KB suntik sendiri dilakukan minimal 3 bulan sekali. Efektivitas dari KB suntik sangat bergantung pada usia, seberapa sering kamu berhubungan seks, serta apakah kamu mengikuti instruksi dengan benar atau tidak.

Jika dilakukan dengan benar, tingkat keefektifannya bisa mencapai 99 persen atau lebih. Tak hanya itu, KB suntik juga sangat bermanfaat bagi wanita yang tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen.

Kamu dapat menerima suntikan kapan saja selama siklus menstruasimu dan selama kamu tidak hamil. Jika kamu mendapat suntikan selama 5 hari pertama dalam siklus menstruasi, kamu dapat segera terlindungi dari kehamilan.

Mengetahui siklus menstruasi KB suntik

Metode ini memiliki beberapa efek samping yang harus diperhatikan, di antaranya adalah penambahan berat badan, perubahan suasana hati, nyeri payudara, hingga perubahan siklus menstruasi.

Dilansir dari American Pregnancy Association, siklus menstruasi KB suntik yang tidak teratur merupakan efek samping yang paling umum.

Beberapa wanita mungkin saja akan mengalami menstruasi yang berkepanjangan, dan sebagian lain mungkin tidak haid selama beberapa bulan.

Setelah kamu berhenti menggunakan KB suntik, diperlukan waktu hingga satu tahun untuk mengembalikan siklus menstruasi dan kesuburan menjadi normal kembali. Bagi banyak wanita, efek samping tersebut seringkali hilang seiring dengan waktu dan masalah serius pun biasanya jarang terjadi.

Lalu, apa yang harus diwaspadai?

KB suntik memang dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, tetapi bukan berarti kamu tidak perlu memerhatikan hal ini.

Jika menstruasi menjadi sangat berat atau kamu mengalami perdarahan terus menerus selama lebih dari 14 hari, segera hubungi dokter untuk memastikan apakah hal ini normal atau tidak.

Haid berkepanjangan dapat disebabkan oleh penyebab lain yang harus kamu waspadai, seperti fibroid rahim, kondisi tiroid, adenomiosis, atau bahkan gangguan dalam pembekuan darah.

Tak hanya itu, kamu juga harus segera berkonsultasi pada dokter jika perdarahan yang tidak teratur menjadi terlalu berat untuk dihadapi atau mengancam kesehatan dengan menempatkan pada risiko anemia.

Dilansir dari Clue, wanita yang mengalami perdarahan menstruasi yang berat lebih rentan terkena anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi sendiri memiliki beberapa gejala, ini termasuk rasa lelah dan lemah, sesak napas, konsentrasi yang buruk, pusing, hingga jantung berdebar-debar.

Baca juga: Yuk Cek ke Dokter, Kenali 11 Penyebab Haid Tidak Teratur Ini!

Efek samping lain KB suntik

Sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi ini, kamu harus memerhatikan efek samping lainnya. KB suntik juga dapat memengaruhi tulangmu lho.

Menggunakan alat kontrasepsi ini dapat memengaruhi kadar estrogen alami, yang mana hal ini dapat menyebabkan penipisan tulang. Penipisan tulang mungkin menjadi sebuah masalah jika kamu sudah memiliki faktor risiko osteoporosis.

Jika kamu memiliki faktor risiko osteoporosis biasanya akan disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi lain. Dilansir dari Fpa.org.uk, faktor-faktor ini meliputi:

  • Kekurangan estrogen akibat menopause atau menopause dini (sebelum berusia 45 tahun)
  • Kekurangan estrogen karena tidak mengalami menstruasi selama 6 bulan atau lebih
  • Merokok
  • Peminum berat
  • Penggunaan steroid jangka panjang
  • Memiliki riwayat keluarga dengan osteoporosis
  • Beberapa kondisi medis yang dapat memengaruhi hati, tiroid, dan sistem pencernaan
  • Memiliki berat badan yang kurang

Efek samping lainnya yang mungkin dapat ditimbulkan di antaranya adalah rambut rontok, jerawat, sakit kepala, mual, pusing, atau bahkan perubahan pada gairah seks.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai siklus menstruasi KB suntik yang perlu kamu tahu. Jika efek samping yang ditimbulkan membuatmu tidak nyaman atau berlangsung lebih parah, sebaiknya segera hubungi dokter ya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

American Pregnancy Association (2013). Diakses pada 09 Oktober 2020. Depo-Provera: Quarterly Injection 

Clue. Diakses pada 09 Oktober 2020. Can Your Period Cause Anemia? 

Fpa.org.uk (2017). Diakses pada 09 Oktober 2020. Your Guide to Contrateptive Injections 

Healthline (2016). Diakses pada 09 Oktober 2020. Depo-Provera Shot Bleeding and Spotting: How to Stop It 

Healthline (2019). Diakses pada 09 Oktober 2020. What Causes Long Periods and When to Seek Help 

NHS (2018). Diakses pada 09 Oktober 2020. The Contrateptive Injection 

 

    register-docotr