Kesehatan Wanita

Wajib Tahu, Ini Obat Jamur Vagina yang Bisa Dibeli di Apotek

December 27, 2020 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mengalami infeksi jamur di sekitar area vagina memang sangat mengganggu, namun sebaiknya jangan digaruk ketika merasa gatal. Lebih baik kamu segera pergi ke dokter atau apotek dan gunakan beberapa obat jamur vagina berikut ini. 

Penyebab infeksi jamur vagina

Infeksi jamur vagina adalah jenis infeksi yang menyebabkan iritasi, keluarnya cairan, dan rasa gatal yang sangat mengganggu pada vagina dan juga vulva. Biasanya infeksi yang satu ini disebabkan oleh jamur Candida albicans.

Setiap wanita setidaknya akan mengalami 1 kali infeksi jamur vagina semasa hidupnya. Infeksi jamur vagina umumnya disebabkan oleh jamur Candida yang tumbuh pada vagina dan vulva.

Meskipun hal ini umum terjadi pada wanita, kondisi ini lebih rentan dialami oleh wanita hamil, orang yang sedang minum antibiotik, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah. Infeksi jamur vagina tak hanya menyebabkan gatal, tetapi juga keputihan yang tebal dan kental.

Baca Juga: 6 Penyebab Vagina Terasa Panas, Jangan Anggap Sepele!

Berbagai obat jamur vagina 

Kamu dapat mengobati banyak infeksi jamur dengan krim atau supositoria yang dijual bebas di apotek tanpa resep. Tetapi jika kamu sering terkena infeksi jamur vagina hingga parah, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Seperti dilansir dari laman WebMD, berikut ini beberap obat jamur vagina: 

Krim vagina antijamur tanpa resep dokter

Untuk infeksijamur yang parah, dokter mungkin meresepkan krim vagina antijamur. Obat ini biasanya dikemas dengan aplikator yang membantu kamu untuk mengukur dosis yang tepat.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai obat infeksi jamur yang serupa tanpa resep. Beberapa krim yang kamu oleskan di dalam vagina. Lainnya seperti supositoria atau tablet vagina yang ditempatkan di vagina dan dibiarkan larut.

  • Clotrimazole (Lotrimin dan Mycelex)
  • Miconazole (Monistat dan Micatin)
  • Tioconazole (Vagistat-1)

Suppositoria adalah obat berbentuk oval yang dimasukkan ke dalam vagina dan dibiarkan larut. Dibandingkan dengan krim, suppositoria cenderung lebih efisien karena tidak membuat berantakan dan berair jika dipakai saat siang hari.

Sumber gambar: https://shutterstock.com

Selain itu, jenis obat yang satu ini juga biasanya mampu meredakan gejala dengan lebih cepat. Perlu kamu ketahui juga, bahwa obat untuk infeksi jamur vagina juga memiliki efek samping saat digunakan. 

Salah satu contoh efek sampingnya yaitu kulit seperti terbakar dan rasa gatal yang meningkat di awal pemakaian menjadi efek samping umum yang biasanya dirasakan.

Tetapi tak perlu terlalu khawatir karena efek samping yang dirasakan hanya sementara dan sebagai penanda bahwa obat sedang bereaksi 

Krim antijamur ini umumnya berbahan dasar minyak. Oleh sebab itu, kamu tidak dianjurkan untuk menggunakan kondom atau diafragma saat berhubungan seks setelah menggunakan krim antijamur.

Pasalnya, kandungan minyak pada krim dapat merusak lateks kondom dan membuatnya sobek atau bocor.

Obat vagina antijamur resep dokter

Selain itu, ada juga krim yang menutupi berbagai jenis jamur. Namun obat ini bisa didapatkan jika kamu memiliki resep dari dokter: 

  • Terconazole (Terazol)
  • Butoconazole (Gynazole-1)

Secara umum, semakin pekat obatnya, semakin pendek waktu kamu harus meminumnya. Krim vagina yang diberi angka 7 setelah namanya, biasanya akan digunakan selama 7 hari.

Jika nama produk yang sama memiliki angka 3, itu akan menjadi versi krim vagina yang lebih terkonsentrasi dan kamu hanya membutuhkannya selama 3 hari.

Dokter mungkin juga meresepkan krim steroid selama beberapa hari untuk meredakan peradangan yang lebih parah, kemerahan, dan nyeri pada pembukaan vagina dan jaringan di sekitarnya, yang disebut vulva.

Baca juga: Inilah Ciri-Ciri Infeksi Jamur Vagina, Yuk Ketahui Gejalanya

Pengobatan antijamur oral

Flukonazol (Diflucan) adalah obat dengan dosis satu kali jika kamu mengalami infeksi parah. Obat ini membunuh jamur di seluruh tubuh, jadi kamu mungkin memiliki efek samping ringan, seperti sakit perut atau sakit kepala, untuk waktu yang singkat sesudahnya.

Kamu juga tidak boleh menggunakan flukonazol untuk mengobati infeksi jamur jika sedang hamil, karena dapat menyebabkan keguguran atau cacat lahir.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2019) diakses pada 13 Desember 2020. Yeast infection (vaginal)
  2. Webmd.com (2020) diakses pada 13 Desember 2020. Prescription Treatments for Vaginal Yeast Infections
  3. Drugs.com (2020) diakses pada 13 Desember 2020. Medications for Vaginal Yeast Infection 
    register-docotr