Kesehatan Wanita

Nyeri Haid Berlebihan, Apa Penyebab dan Bahayanya?

July 12, 2020 | Putri Prima Soraya
feature image

Nyeri haid adalah hal yang umum dialami oleh wanita. Meskipun demikian, ada beberapa kondisi nyeri haid berlebihan yang mungkin perlu diwaspadai.

Apakah yang menjadi penyebab seseorang bisa mengalami nyeri haid berlebihan dan apakah itu berbahaya?

Sekilas tentang nyeri haid berlebihan

Menstruasi terjadi ketika rahim melepaskan salah satu lapisannya sebulan sekali. Beberapa rasa sakit, kram, dan ketidaknyamanan selama periode menstruasi adalah normal. Tapi, untuk kasus nyeri haid berlebih dikenal dengan dismenore.

Ada dua jenis dismenore atau nyeri berlebihan saat datang bulan, yakni dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer terjadi pada orang yang mengalami nyeri sebelum dan selama menstruasi. Sedangkan dismenore sekunder terjadi setelah masa menstruasi selesai.

Tahukah kamu, beberapa orang memiliki risiko tinggi untuk mengalami rasa sakit selama menstruasi. Antara lain saat berusia di bawah 20 tahun, faktor keturunan, merokok, serta mengalami perdarahan hebat saat menstruasi.

Selain itu, wanita yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur juga lebih rentan mengalami nyeri haid berlebihan.

Penyebab nyeri haid berlebihan

Pada umumnya, nyeri haid disebabkan oleh hormon prostaglandin yang meningkat saat menstruasi. Hormon ini memicu kontraksi otot di rahim yang mengeluarkan lapisan. 

Rasa nyeri saat menstruasi biasanya diiringi sakit kepala, mual, muntah, hingga diare.

Sebenarnya, penyebab rasa nyeri haid berlebihan tak selalu dapat diidentifikasi. Namun biasanya, rasa nyeri berlebihan disebabkan kondisi medis tertentu seperti berikut ini:

1. Premenstrual syndrome (PMS)

PMS adalah kondisi umum yang disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh yang terjadi 1-2 minggu sebelum menstruasi dimulai. Biasanya rasa nyeri menghilang setelah perdarahan dimulai.

2. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi medis yang menyakitkan di mana sel-sel dari lapisan rahim tumbuh di bagian organ lainnya. Biasanya di tuba falopi, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul.

3. Fibroid di dalam rahim

Fibroid adalah tumor non-kanker yang dapat menekan rahim atau menyebabkan rasa nyeri haid berlebihan. Munculnya fibroid seringkali tidak menimbulkan gejala, sehingga diperlukan pemeriksaan oleh dokter ahli.

4. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi yang dialami rahim, saluran tuba, atau indung telur. Penyakit ini sering disebabkan oleh bakteri menular seksual yang menyebabkan peradangan pada organ reproduksi dan rasa sakit.

Radang panggul menunjukan adanya infeksi. Infeksi yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut yang merusak organ panggul dan dapat menyebabkan infertilitas.

Orang dengan penyakit radang panggul harus segera mencari tahu apa yang menjadi penyebab infeksi. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan USG, CT scan dan tes MRI.

5. Adenomyosis

Ini adalah kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dinding otot rahim. Ada beberapa jaringan yang berpindah dalam kondisi seperti ini. Akibatnya, rahim membesar dan rasa nyeri semakin terasa. 

Orang yang mengalami adenomyosis juga biasanya mengalami periode menstruasi lebih lama. Namun, penyakit ini biasanya sembuh setelah menopause. 

Perawatan hormon dapat membantu ketidaknyamanan parah akibat adenomiosis, perawatan hormon dapat membantu. Tak hanya itu, pengangkatan rahim (histerektomi) juga bisa menyembuhkan adenomiosis.

6. Stenosis serviks

Stenosis serviks adalah kondisi langka di mana serviks sangat kecil atau sempit. Akibatnya, aliran darah saat menstruasi lebih lambat dan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam rahim. Kedua kondisi inilah yang membuat kamu merasa nyeri haid berlebihan.

Stenosis serviks biasanya disebabkan oleh kelainan atau kondisi tertentu. Antara lain, menopause, darah menstruasi tercampur sel rahim, dan hilangnya lapisan rahim.

Apakah nyeri haid berlebihan berbahaya?

Nyeri haid berlebihan tak selalu berbahaya terhadap kondisi kesehatan. Bahaya dari nyeri haid tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan medis untuk melihat dampak dari nyeri haid yang kamu rasakan.

Berikut beberapa efek yang mungkin akan kamu rasakan jika nyeri haid dibiarkan dalam jangka waktu lama:

  • Nyeri panggul saat tidak sedang menstruasi
  • Kram tiba-tiba atau nyeri panggul
  • Munculnya jaringan parut yang merusak organ panggul dan dapat menyebabkan infertilitas
  • Demam
  • Keputihan berbau tak sedap

Jika nyeri haid mengganggumu dalam menjalani aktivitas sehari-hari, mungkin sudah saatnya kamu pergi ke dokter. Apalagi, jika kamu mengalami rasa sakit seperti yang disebutkan di atas. Jangan ditunda untuk diperiksa dokter, ya. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 07/07/20. Adenomyosis

Healthline (2020). Diakses pada 07/07/20. What Causes Painful Menstrual Periods and How Do I Treat Them?

Mark Manual (2019). Diakses pada 07/07/20. Cervical Stenosis

    register-docotr