Kesehatan Wanita

Dapat Terjadi Sebelum Usia 40 Tahun, Apa Penyebab Menopause Dini di Usia Muda?

November 7, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bagi kebanyakan wanita, menopause umumnya terjadi pada usia antara 45 hingga 55 tahun. Akan tetapi, menopause juga dapat terjadi lebih awal, ini dikenal sebagai menopause dini. Lantas, apa penyebab menopause dini di usia muda? Apakah berbahaya?

Ketika seorang wanita mengalami menopause sebelum berusia 45 tahun, ini dinamakan menopause dini (early menopause), sedangkan jika menopause terjadi sebelum usia 40 tahun, ini dikenal sebagai menopause prematur.

Baca juga: 3 Fakta dan 3 Mitos Seputar Menopause yang Wajib Kamu Ketahui

Apa penyebab menopause dini di usia muda?

Menopause terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi sel telur, yang mengakibatkan kadar estrogen rendah. Estrogen sendiri adalah hormon yang mengontrol siklus reproduksi.

Seorang wanita dikatakan mengalami menopause ketika ia tidak mengalami menstruasi lebih dari 12 bulan. Melansir dari Office on Women’s Health, sekitar 5 persen wanita mengalami menopause dini.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan menopause dini di usia muda, mulai dari faktor genetik hingga kondisi medis tertentu. Berikut adalah penjelasannya masing-masing.

1. Genetik

Jika tidak ada alasan medis yang jelas mengapa kamu mengalami menopause dini, kemungkinan besar hal ini diturunkan.

Jika ibu mengalami menopause lebih awal, kemungkinan besar kamu juga akan mengalami hal yang sama.

2. Gaya hidup

Merokok memiliki efek anti-estrogen yang dapat menyebabkan menopause dini. Sebuah analisis yang dilakukan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa perokok jangka panjang akan lebih berisiko mengalami menopause lebih cepat.

Wanita yang merokok juga mungkin akan mengalami menopause satu hingga dua tahun lebih awal dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.

Indeks massa tubuh (BMI) juga berkontribusi pada faktor menopause dini. Perlu diketahui bahwa estrogen disimpan di jaringan lemak, seorang wanita yang memiliki berat badan yang sangat rendah memiliki lebih sedikit simpanan estrogen.

3. Kemoterapi atau terapi radiasi

Kemoterapi atau terapi radiasi panggul untuk kanker dapat menyebabkan menopause dini. Pengobatan ini dapat menganggu fungsi ovarium, yang mana menyebabkan menstruasi berhenti selamanya atau sementara.

Perlu kamu ketahui bahwa, tidak semua wanita yang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi akan mengalami menopause.

4. Operasi

Operasi pengangkatan kedua ovarium juga dapat menyebabkan menopause dini. Misalnya saja, ovarium mungkin saja perlu diangkat ketika kamu menjalani histeroktomi atau operasi pengangkatan rahim.

5. Kondisi medis tertentu

Faktor lain penyebab menopause dini adalah kondisi medis tertentu, ketika ini terjadi kamu harus sangat mewaspadainya. Adapun beberapa kondisi medis tersebut di antaranya adalah:

  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit radang usus
  • HIV/AIDS
  • Kelainan kromosom, seperti Sindrom turner
  • Sindrom kelelahan kronis

Ciri-ciri menopause dini di usia muda

Ciri utama menopause dini adalah menstuasi yang jarang atau berhenti sama sekali, beberapa ciri-ciri menopause dini di usia muda lainnya dapat meliputi:

  • Hot flashes, yakni rasa hangat tiba-tiba yang menyebar ke seluruh tubuh
  • Keringat di malam hari
  • Vagina kering
  • Kesulitan untuk tidur
  • Perubahan emosional, seperti mudah tersinggung, perubahan suasana hati, serta kecemasan
  • Keinginan untuk buang air kecil lebih sering
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar
  • Mata, mulut, dan kulit menjadi kering
  • Penurunan dorongan seks
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Penambahan berat badan
  • Rambut rontok atau bahkan menipis

Baca juga: Selain Perubahan Siklus Haid, Apa Ciri-ciri Menopause Umum Lainnya?

Apakah menopause dini di usia muda berbahaya?

Seperti yang sudah diketahui bahwa menopause dini di usia muda dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi medis tertentu dan ini adalah hal yang harus diwaspadai.

Perlu kamu ketahui bahwa aliran estrogen yang stabil ke jaringan memiliki banyak sekali manfaat. Estrogen dapat meningkatkan kolesterol HDL “baik” dan menurunkan kolesterol LDL “buruk”. Ini juga dapat mencegah penipisan tulang.

Kehilangan estrogen pada usia muda dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • Osteoporosis
  • Penyakit jantung
  • Penyakit neuorlogis, seperti demensia

Tak hanya itu, menopause dini di usia muda juga dapat menyebabkan disfungsi seksual serta gangguan suasana hati.

Maka dari itu, jika kamu memiliki gejala menopause dini, akan lebih baik jika kamu berkonsultasi pada dokter. Kamu juga harus segera mengunjungi dokter jika gejala yang ditimbulkan berlangsung lebih parah sehingga memengaruhi aktivitasmu sehari-hari.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland Clinic (2019). Diakses pada 27 Oktober 2020. Premature and Early Menopause 

Healthline (2019). Diakses pada 27 Oktober 2020. What Causes Early Menopause? 

NHS (2017). Diakses pada 27 Oktober 2020. Early Menopause

Office on Women’s Health (2017). Diakses pada 27 Oktober 2020. Early or Premature Menopause 

Stolk, Lisette, John RB Perry (2012). Meta-analyses Identify 13 Novel Loci Associated with Age at Menopause and Highlights DNA Repair and Immune Pathways. NCBI (diakses pada 27 Oktober 2020)

    register-docotr