Kesehatan Wanita

Ladies, Terapkan 7 Tips Menjaga Kebersihan Vagina

April 28, 2020 | Santi Andriani | dr Heru Tri Purwanto
feature image

Menjaga kebersihan vagina adalah pintu masuk dari menjaga kesehatan reproduksi. Ketimbang laki-laki, bisa dikatakan perempuan memiliki tantangan lebih berat dalam menjaga kebersihan vagina.

Iklim tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembab sering membuat kita berkeringat, terutama di bagian tubuh yang tertutup serta lipatan-lipatan kulit, tidak terkecuali di daerah kelamin. 

Kondisi ini menyebabkan mikroorganisme jahat, terutama jamur mudah berkembang biak dan menyebabkan infeksi. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Kerap Ditanyakan Seputar Penggunaan Pantyliner

Wanita lebih rentan akan gangguan kesehatan reproduksi ketimbang laki-laki

menjaga kebersihan vagina
Wanita lebih rentan terkena gangguan kesehatan reproduksi. Foto: https://www.shutterstock.com

WHO mengatakan bahwa masalah kesehatan reproduksi wanita yang buruk telah mencapai 33% dari jumlah total beban penyakit yang menyerang pada wanita di seluruh dunia. Selain itu, sebanyak 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan. 

Angka ini berbanding jauh dengan masalah reproduksi yang dialami oleh kaum laki-laki pada usia yang sama. Hanya sebesar 12,3% laki-laki di dunia yang mengalami masalah reproduksi. 

Memastikan kesehatan reproduksi baik dengan menjaga kebersihan vagina

Secara umum menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini berlaku bagi kesehatan organ-organ seksual, termasuk vagina. 

Berikut adalah tips menjaga kebersihan organ kewanitaan yang dapat dilakukan :

1. Bersihkan dengan air

menjaga kebersihan vagina
Gunakan air untuk membasuh organ intim. Foto: https://www.shutterstock.com

Secara teratur bersihkan bekas keringat yang ada di sekitar alat kelamin dengan air bersih, lebih baik air hangat, dan sabun lembut terutama setelah Buang Air Besar (BAB) dan buang air kecil. 

Cara membasuh alat kelamin wanita yang benar adalah dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Jangan terbalik karena bakteri yang ada di sekitar anus bisa terbawa ke vagina. Setelah dibersihkan, kamu dapat mengeringkan dengan handuk bersih atau tisu kering.

2. Ekstra perhatian saat menggunakan kamar mandi umum

kamu harus hati-hati ketika menggunakan kamar mandi umum, apabila akan menggunakan kloset duduk maka siramlah dahulu untuk mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual.

Bakteri, kuman, dan jamur bisa menempel di kloset yang sebelumnya digunakan oleh penderita penyakit menular seksual.

3. Menjaga kebersihan vagina dengan hanya bersihkan bagian luar vagina 

Kamu tidak harus mencuci vagina (bagian dalam alat kelamin perempuan), tetapi kamu harus membersihkan bagian vulva ( bagian luar dari vagina). Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologist, vagina sebenarnya dalam kondisi bersih dan tetap sehat dengan keseimbangan PH area vagina. 

Vagina memiliki banyak flora normal, yang mana menjaga keseimbangan pH dan bersifat asam. Sehingga kondisi asam inilah yang menyebabkan vagina  sulit terinfeksi bakteri.

4. Jangan sering-sering menggunakan pantyliner

menjaga kebersihan vagina
Menggunakan pantyliner jangan terlalu sering. Foto: https://www.shutterstock.com

Gunakan pantyliner sesuai dengan kebutuhan artinya ketika mengalami keputihan yang banyak sekali. Kamu disarankan untuk menggunakan pantyliner yang tidak berparfum untuk mencegah iritasi. 

5. Ganti pakaian dalam untuk menjaga kebersihan vagina

Kebersihan daerah kewanitaan juga bisa dijaga dengan sering mengganti pakaian dalam. minimal mengganti pakaian dalam dua kali sehari, untuk menjaga vagina dari kelembaban yang berlebihan.

Bahan celana dalam yang baik harus dapat menyerap keringat, misalnya katun. Celana dalam atau celana jeans yang ketat harus dihindari, karena menyebabkan daerah kewanitaan lembab dan berkeringat, sehingga mudah menjadi tempat jamur berkembang biak dan menyebabkan iritasi.

Celana dalam yang tidak bersih juga seringkali menyebabkan infeksi. 

6. Rutin ganti pembalut selama menstruasi

Haid merupakan mekanisme tubuh untuk membuang darah kotor. Ketika kamu haid, pembalut dapat menyimpan bakteri, sehingga kamu harus sering mengganti pembalut. 

Gumpalan darah haid di pembalut dapat menjadi tempat sangat baik untuk perkembangan bakteri dan jamur. Oleh karena itu, pembalut harus segera diganti ketika sudah terkena segumpal darah haid, terasa basah, atau sekitar tiga jam sekali.

Baca Juga: Cegah Sakit, Ini Vitamin yang Dibutuhkan Saat Puasa

7. Jangan lupa dengan rambut yang tumbuh di area kewanitaan

menjaga kebersihan vagina
Menjaga kebersihan rambut di area kewanitaan. Foto: https://www.shutterstock.com

Kebersihan rambut di sekitar daerah kewanitaan juga harus diperhatikan. Rambut di daerah kewanitaan dapat dipendekkan dengan gunting atau alat cukur dan busa sabun yang lembut.

Rambut di daerah kewanitaan berfungsi untuk merangsang pertumbuhan bakteri yang baik dan menghalangi masuknya benda kecil ke dalam vagina.

Reference

“Is It Safe to Use Soap? And 12 Other FAQs About Vaginal Health.” Healthline, https://www.healthline.com/health/how-to-clean-your-vagina. Accessed 17 Feb. 2020.

Setiani, Tri, et al. “Kebersihan Organ Kewanitaan Dan Kejadian Keputihan Patologi Pada Santriwati Di Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta.” Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, vol. 3, Mar. 2016, p. 39. ResearchGate, doi:10.21927/jnki.2015.3(1).39-42.

Kusmiran, Eny. Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta; Salemba Medika,2012.

Uliyah, Musrifatul. Keterampilan Dasar Praktik Klinik Untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika; 2009.

    register-docotr