Kesehatan Wanita

Wajib Tahu, Ini 7 Masalah Reproduksi Wanita yang Paling Sering Terjadi

May 12, 2020 | Ajeng Annastasia
feature image

Organ reproduksi wanita memang menjadi salah satu sumber penyakit jika tidak dirawat dengan baik. Oleh sebab itu, ada masalah reproduksi wanita paling sering terjadi yang perlu kamu ketahui.

Dengan begitu, kamu bisa mulai lebih peduli untuk menjaga kesehatan, terutama kesehatan reproduksi.

Masalah reproduksi wanita paling sering terjadi

cara mengobati asam lambung dengan cepat
Jangan anggap remeh adanya keluhan seperti nyeri, ya! Foto: Shutterstock.com

Ada banyak masalah maupun penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita. Baik itu yang berkaitan dengan organ vulva dan vagina, indung telur, tuba falopi, hingga siklus haid.

Penting sekali mengenali apa saja masalah yang kerap terjadi pada organ reproduksi wanita. Tujuannya agar kamu bisa lebih ketat menjaga kesehatan area tersebut.

Baca juga: Penting! Ini Penyebab Infeksi Saluran Kemih yang Harus Kamu Ketahui

Disfungsi seksual jadi salah satu masalah reproduksi wanita

Ini merupakan salah satu masalah yang bisa mengidap wanita manapun. Penyebabnya beragam. Seks yang menyakitkan, kurangnya minat dalam berhubungan dan seks yang tidak memuaskan adalah beberapa jenis kondisi yang disebut disfungsi seksual.

Masalah ini bisa menjadi penyebab infertilitas (kemandulan). Jadi jika kamu sulit untuk hamil atau ada masalah pada aktivitas seksual, ada kemungkinan ini berhubungan dengan disfungsi seksual. Bicaralah dengan ahli kesehatan tentang masalah ini.

Masalah yang berkaitan dengan vulva dan vagina

masalah reproduksi wanita
Nyeri atau pendarahan juga bisa menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Foto: Shutterstock.com
  • Peradangan vulva dan vagina

Yakni gangguan yang disebabkan oleh iritasi seperti bahan celana dalam, sabun mandi, dan sebagainya.

Menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mencegah masalah satu ini. Gejala penyakit ini umumnya timbul kemerahan dan gatal dan terkadang keluar cairan dari vagina

  • Pendarahan non-menstruasi

Umumnya masalah ini terjadi karena adanya penumpukan partikel asing di vagina. Selain itu, trauma akibat pelecehan seksual, cedera, dan sebagainya juga bisa menjadi penyebab jenis perdarahan ini

Masalah yang berkaitan dengan indung telur dan tuba falopi

  • Kehamilan ektopik

Yakni kehamilan yang terjadi di luar rahim. Pada kasus ini, zigot melekat pada tuba falopi. Nyeri perut parah umumnya menjadi gejala paling mudah dikenali pada kasus satu ini

  • Endometriosis

Merupakan jaringan halus pembentuk uterus yang dijumpai berkembang di luar uterus. Misalnya saja di tuba falopi, indung telur, hingga rongga panggul. Masalah ini menyebabkan perdarahan yang abnormal, nyeri panggul, hingga haid yang sangat menyakitkan

  • Tumor indung telur

Wanita yang mengalami masalah ini umumnya kerap merasakan nyeri di bagian perut atas. Untuk penanganannya, diperlukan prosedur resmi dari medis

  • Kista indung telur

Merupakan kelenjar yang tumbuh abnormal dalam indung telur. Kista umumnya masuk ke dalam golongan yang tidak mengkhawatirkan. Namun jika terus bertumbuh besar, maka diperlukan perawatan intens secara medis

  • Sindrom Ovarium Polikistik

Yakni gangguan hormon yang terjadi karena peningkatan hormon pria di ovarium. Kondisi ini akan menyebabkan indung telur menjadi membesar serta dapat menumbuhkan kista

Baca juga: Peluang Hamil Lebih Besar, Begini Cara Menghitung Masa Subur

Masalah yang berhubungan dengan siklus haid

siklus menstruasi
Siklus haid tidak teratur atau bahkan tidak terjadi? Segera cek ke dokter. Foto: Shutterstock.com
  • Dysmenorrhea

Yakni masalah yang menimbulkan rasa nyeri selama periode haid. Jika tidak berkelanjutan, masalah satu ini tidak berbahaya

  • Menorrhagia

Yakni pendarahan ketika haid namun volumenya lebih banyak dan berat

  • Oligomenorrhea

Yaitu situasi di mana perempuan memiliki periode haid yang tidak teratur

  • Amenore

Kondisi wanita yang belum mengalami haid meskipun usianya sudah beranjak 16 tahun

Masalah yang berhubungan dengan sistem reproduksi

  • Penyakit seks menular

Yang termasuk ke dalam jenis penyakit ini adalah radang panggul, HIV/AIDS, HPV (human papillomavirus), syphilis, gonorrhea, herpes, dsb. Penyakit ini dapat menular melalui aktivitas seksual

  • Sindrom syok racun

Penyakit ini memang jarang ditemui, namun dapat mematikan. Penyebabnya adalah racun yang dilepaskan ke dalam tubuh. Racun tersebut berkembang dan dibiarkan terlalu lama dalam vagina

Pendarahan setelah persalinan normal

Selalu jaga kesehatan saat hamil, ya! Foto: Shutterstock.com

Pendarahan setelah persalinan merupakan salah satu masalah reproduksi wanita yang paling sering terjadi. Masalah satu ini juga menjadi penyebab paling umum kematian ibu.

Banyak faktor yang melatarbelakangi masalah satu ini. Untuk mencegah perdarahan postpartum, oksitosin merupakan terapi standar yang dapat dilakukan.

Selain itu, penggunaan asam traneksamat juga dipercaya dapat mengurangi kemungkinan kematian karena postpartum.

Masalah reproduksi wanita lainnya: kemandulan

Kemandulan atau infertilitas memang tak hanya menyerang reproduksi wanita. Pria pun dapat mengalami hal serupa. Namun kebanyakan kasus, infertilitas sebagian besar menyerang kaum hawa.

Infertilitas dapat diartikan sebagai kegagalan dalam mencapai kehamilan selama hubungan seksual. Penyebab utamanya adalah disfungsi ovarium, adanya masalah pada tuba falopi, endometriosis, serviks, serta gangguan pada rahim.

Pilihan pengobatannya pun beragam. Infertilitas yang disebabkan karena disfungsi ovulasi kerap diobati dengan agen penginduksi ovulasi oral.

Sedangkan infertilitas karena endometriosis dapat ditangani melalui jalur pembedahan, induksi ovulasi, serta inseminasi intrauterin.

Baca juga: Cara Tepat Menghitung Siklus Menstruasi untuk Kehamilan

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

WebMD. Diakses 13 Oktober 2019. Women’s Health: Top Reproductive Problems
Journal of Reproduction & Infertility. Diakses 13 Oktober 2019. Sexual Dysfunction in Women Undergoing Fertility Treatment in Iran: Prevalence and Associated Risk Factors
NEJM (2018). Diakses 13 Oktober 2019. Heat-Stable Carbetocin versus Oxytocin to Prevent Hemorrhage after Vaginal Birth
Medscape (2019). Diakses 13 Oktober 2019. Medical Groups, NEJM Editors Urge Abortion Rights Protection

    register-docotr