Kesehatan Wanita

Ladies, Ini 8 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi

November 24, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ketika mengalami menstruasi, 90 persen wanita diketahui mengalami berbagai gejala yang tidak nyaman. Mulai dari kram, kembung, sakit kepala, mual, kelelahan hingga perubahan suasana hati. Tidak jarang gejala yang muncul sangat mengganggu dan aktivitas pun terhambat.

Bila kamu mengalami gejala-gejala tersebut selama menstruasi, sebaiknya kamu perlu memerhatikan kembali asupan makananmu. Pasalnya ada beberapa makanan yang dapat memperburuk gejala menstruasi. Ingin tahu apa saja? Berikut ulasan selengkapnya. 

Baca Juga: Seberapa Penting Mencatat Jadwal Menstruasi? Ladies Wajib Tahu Ini

Hubungan makanan dengan menstruasi

Ada hubungan erat antara makanan yang kamu makan dengan tingkat estrogen dalam tubuh. Semakin banyak makanan berbasis estrogen yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinan dinding rahim menebal secara tidak normal.

Akibatnya ketika dinding rahim mulai meluruh, produksi senyawa prostaglandin akan semakin tinggi yang kemudian dapat meningkatkan rasa sakit selama menstruasi.

Makanan yang harus dihindari saat menstruasi 

Berikut ini adalah makanan dan minuman yang perlu dihindari saat sedang menstruasi:

1. Garam

Makanan yang mengandung banyak garam akan memicu retensi air (kelebihan air) dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan rasa kembung yang sudah ada saat menstruasi. 

Selain meningkatkan kembung, makanan tinggi garam juga akan membuat ketidaknyamanan perut semakin parah selama menstruasi. Untuk itu konsumsinya harus dihindari selama menstruasi.

2. Kopi

Selain garam, kopi juga dapat menyebabkan retensi air dan perut kembung. Kandungan kafein di dalamnya akan membuat pembuluh darah yang menuju rahim menyempit serta mengencang sehingga memperburuk kram. 

Di samping itu, sebagian wanita cenderung mengalami diare pada awal menstruasi, minum kopi tentu akan memperparah kondisi tersebut. 

Bila kamu memiliki ketergantungan pada kafein, cobalah untuk beralih minum teh pada beberapa hari pertama haid. Teh mengandung lebih sedikit kafein, sehingga tidak akan memperparah kram dan kembung. 

3. Daging merah

Selama menstruasi, tubuh memproduksi senyawa prostaglandin yang membantu rahim berkontraksi dan meluruhkan dinding rahim. Namun, kadar prostaglandin yang tinggi akan menyebabkan kram perut.

Sementara itu, daging merah seperti daging sapi, kambing, dan sebagainya diketahui mengandung asam arakidonat, yang juga dapat menghasilkan prostaglandin. Inilah yang menyebabkan konsumsi daging merah dilarang selama menstruasi. 

4. Gula 

Sebenarnya gula tidak perlu sepenuhnya dihindari tapi perlu dibatasi.

Di samping itu konsumsi gula yang terlalu banyak akan membuat gula darah naik dan turun secara drastis yang bisa memperburuk suasana hati. 

Namun bila kamu merasa ingin makan sesuatu yang manis, pilihlah makanan dengan gula alami. Misalnya buah-buahan. 

5. Makanan pedas

Makanan pedas seringkali menyebabkan diare, sakit perut, dan bahkan mual. Bila kamu kesulitan mentolerir makanan pedas, sebaiknya hindari makan pedas selama menstruasi. 

Baca juga:  Nafsu Makan Tinggi Selama Menstruasi, Yuk Ladies Ketahui Faktanya

6. Alkohol

Alkohol dapat menimbulkan sejumlah efek negatif pada tubuh yang memperburuk gejala menstruasi. Mulai dari sakit kepala, mudah dehidrasi, hingga perut kembung. Konsumsi alkohol saat menstruasi juga dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti diare dan mual.

Jenis-jenis makanan di atas perlu dihindari agar tubuh tidak merasakan nyeri yang berlebih ketika menstruasi. Meski mungkin terlihat sederhana, mengubah kebiasaan makan ini dapat berdampak besar pada tubuh.

Selain menghindari beberapa jenis makanan, rasa nyeri menstruasi juga bisa dicegah dengan rajin berolahraga. Dengan begitu kamu akan memiliki siklus menstruasi yang lebih sehat. 

Punya pertanyaan atau keluhan seputar menstruasi? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Reference
    register-docotr