Kesehatan Wanita

Apakah Penyakit Kista Payudara Dapat Meningkatkan Risiko Kanker?

September 19, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Menjaga kesehatan payudara adalah hal wajib dilakukan wanita. Selain untuk memantau kemungkinan adanya kanker, juga untuk mengetahui kemungkinan adanya kista payudara.

Sama seperti ciri-ciri kanker payudara, kista juga muncul berupa benjolan di sekitar payudara. Lalu apa yang membedakan kista dengan kanker? Berikut penjelasan selengkapnyanya.

Apa itu kista payudara?

Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang muncul di dalam payudara. Umumnya kista payudara bersifat jinak atau tidak berpotensi menjadi kanker.

Kista payudara biasanya berbentuk bulat dan terasa seperti balon berisi air. Umumnya ukurannya sebesar anggur. Kista bisa tumbuh di salah satu bagian payudara atau di kedua bagian. Bahkan pada beberapa kasus, seseorang bisa memiliki lebih dari satu benjolan.

Lebih jauh lagi, kamu perlu mengetahui jika kista dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan ukurannya, yaitu:

  • Mikrokista. Yaitu kista yang terlalu kecil sehingga tidak teraba, tetapi akan terlihat jelas saat pemeriksaan menggunakan alat mamografi atau ultrasound.
  • Makrokista. Biasanya ukurannya bisa mencapai 2,5 hingga 5 sentimeter. Jika ukuran cukup besar, dapat menekan jaringan di sekitarnya dan menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara.

Apa gejala dari kista payudara?

Beberapa gejala yang menunjukkan kamu memiliki kista antara lain:

  • Kamu dapat merasakan bentuk benjolan saat menyentuh payudara. Biasanya bentuknya jelas dan bisa digerakkan.
  • Kondisi ini juga bisa membuat puting payudara mengeluarkan cairan berwarna kekuningan, coklat tua atau bening.
  • Terasa nyeri di sekitar area benjolan kista.
  • Mendekati waktu menstruasi, benjolan tampak membesar dan terasa nyeri.
  • Setelah menstruasi, ukuran benjolan tampak mengecil dan juga berkurang rasa nyeri.

Apa penyebab terjadinya kista payudara?

Para ahli tidak bisa memastikan penyebab dari terbentuknya kista. Namun kondisi ini mungkin berkembang sebagai akibat dari penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

Bagaimana kista didiagnosis?

Jika merasa memiliki kista di payudara, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dalam beberapa tahap. Tahapan pemeriksaan tersebut antara lain:

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini memeriksa langsung bagian payudara. Dokter akan melihat benjolan yang muncul dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.

USG payudara

Jika dirasa membutuhkan pemeriksaan lanjutan, kamu akan diminta melakukan USG payudara. Dokter akan melihat benjolan tersebut padat atau berisi cairan. Jika berisi cairan maka benjolan tersebut adalah kista, sementara jika padat bisa pertanda fibroid atau tanda adanya sel kanker.

Jika ternyata hasilnya adalah benjolan tersebut tampak padat, dokter akan meminta kamu melakukan biopsi. Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan, untuk memastikan benjolan tersebut tanda sel kanker atau kondisi medis lainnya.

Pengobatan yang biasa dilakukan

Kamu bisa melakukan pengobatan medis maupun pengobatan di rumah. Berikut daftar pengobatan medis yang bisa dilakukan.

Mengeluarkan cairan

Jika dari hasil pemeriksaan dinyatakan kamu memiliki kista, dokter biasanya akan melakukan prosedur penarikan cairan kista atau disebut dengan tindakan aspirasi jarum halus.

Dokter akan menggunakan jarum khusus untuk menarik cairan dari dalam benjolan. Jika cairan berhasil dikeluarkan, benjolan akan menghilang dengan sendirinya.

Namun ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan. Dalam beberapa kasus yang menunjukkan hasil cairan bercampur darah, atau benjolan tidak hilang setelah cairan dikeluarkan.

Jika kedua hal itu terjadi, dokter mungkin akan meminta kamu melakukan tes biopsi untuk memastikan benjolan tersebut kanker atau bukan.

Pengobatan menggunakan hormon

Menggunakan pil KB atau terapi hormon lain untuk memengaruhi hormon juga bisa dilakukan untuk mengatasi benjolan. Namun terdapat efek samping yang perlu diperhatikan. Karena itu, pilihan pengobatan ini hanya dianjurkan jika gejala sudah terlihat parah.

Operasi

Pilihan pengobatan medis lainnya adalah dengan operasi. Ini adalah langkah yang bisa dilakukan jika terjadi kondisi khusus, seperti kista kembali muncul setelah melakukan prosedur pengeluaran cairan.

Dokter juga mungkin menganjurkan operasi pengangkatan kista jika terlihat tanda-tanda mengkhawatirkan lainnya. Termasuk adanya darah dalam cairan kista.

Selain pengobatan medis, kamu juga bisa menjalani pengobatan di rumah, berupa:

  • Kompres hangat atau dingin. Kompres dapat meredakan nyeri yang disebabkan kista payudara.
  • Hindari kafein. Meski belum ada penelitian yang mendukung, namun beberapa mengungkapkan, pengurangan kafein dapat menurunkan gejala dari kista di payudara.
  • Mengenakan bra yang pas. Memilih bra yang menopang payudara dengan pas akan membantu meredakan rasa tidak nyaman yang timbul akibat kista.
  • Obat pereda nyeri. Kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas jika sakit yang ditimbulkan sudah mengganggu. Salah satu obat yang bisa dikonsumsi yaitu ibuprofen.

Apakah kista payudara meningkatkan risiko kanker?

Dilansir dari American Cancer Society, pernah memiliki kista tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara di kemudian hari.

Pada beberapa kasus, jika dicurigai adanya sel kanker, dokter pasti akan langsung merekomendasikan biopsi jaringan payudara. Namun kecil kemungkinan, dari kista bisa berubah menjadi sel kanker.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Mayoclinic diakses 16 September 2020 Breast cysts
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/symptoms-causes/syc-20370284

American Cancer Society diakses 16 September 2020 Fibrosis and Simple Cysts in the Breast
https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions/fibrosis-and-simple-cysts-in-the-breast.html

    register-docotr