Kesehatan Wanita

Muncul Benjolan Kecil di Depan Vagina? Bisa Jadi Akibat Kista Bartholin

July 10, 2020 | Dewi Nurfitriyana
feature image

Gangguan kista bartholin sampai saat ini mungkin masih terdengar asing, karena belum terlalu populer di kalangan wanita. Umumnya sebagian besar orang akan bertanya-tanya, kista bartholin apakah berbahaya atau tidak?

Untuk menjawabnya, kamu bisa mencari tahu hal-hal seputar kista bartholin lewat ulasan di bawah ini:

Apa itu kista bartholin?

Kista bartholin terjadi ketika kelenjar bartholin mengalami pembengkakan karena adanya kelebihan cairan.

Letak kelenjar ini sendiri ada di masing-masing sisi mulut vagina, tepatnya di bagian labia. Keberadaan kista di bagian tersebut tidak wajar dan umum terjadi pada wanita dalam usia aktif secara seksual.

Kista bartholin biasanya muncul dalam ukuran yang terbilang kecil. Diameternya kurang lebih sebesar biji kacang polong sampai 1 inci. Dilansir Healthline, sekitar 2 persen wanita dapat mengalami gejala-gejala penyakit ini di usia 20 tahunan.

Penyebab kista bartholin

Secara umum penyakit ini tidak memunculkan gejala serius yang membuat ia bisa dikategorikan berbahaya. Adapun untuk mengetahui penyebabnya, kamu harus menelaah dulu fungsi dari kelenjar bartholin itu sendiri terlebih dulu.

Memiliki fungsi utama menghasilkan cairan pelicin pada vagina, cairan yang dihasilkan kelenjar bartholin ini akan membantu hubungan seksual terasa nyaman dan tidak menyakitkan.

Agar cairan bisa keluar dengan normal, ia harus melalui sebuah celah di bagian bawah mulut vagina yang berukuran sekitar 2 cm. Ketika celah saluran tersebut terhalangi sesuatu, cairan tidak bisa keluar sehingga menumpuk dan membentuk kista.

Apakah kista bartholin berbahaya dan patut dikhawatirkan?

Meski penyakit ini tidak termasuk gangguan kesehatan yang membahayakan jiwa, namun tetap dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini wajar mengingat kista bartholin juga menimbulkan gejala tertentu.

Adapun dilansir Medical News Today, gejala yang akan timbul dari penyakit ini di antaranya adalah:

  1. Muncul benjolan kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit pada bagian depan vagina
  2. Muncul kemerahan di dekat bagian depan vagina
  3. Pembengkakan di dekat bagian vagina
  4. Rasa tidak nyaman saat duduk, berjalan, dan berhubungan seksual

Namun jika kista telah mengalami infeksi, gejala yang muncul akan semakin berkembang. Beberapa di antaranya adalah vagina menjadi kering, demam, dan mengigil.

Cara mengatasi kista bartholin

Mengingat sifatnya yang relatif tidak berbahaya, penanganan kista bartholin khususnya yang masih berukuran kecil dan tidak bergejala, tidak memerlukan tindakan medis serius. Keluhan atas penyakit ini bisa diatasi melalui beberapa cara yakni:

Perawatan rumahan

Duduk di dalam rendaman air hangat secara rutin dapat membantu mendorong cairan kista keluar dan mengering.

Selain itu mengoleskan kompresan hangat yang lembut pada vagina juga bisa memberikan efek yang sama. Sebagian besar kasus kista bartholin akan sembuh dengan penanganan ini.

Obat-obatan

Jika kista sudah menimbulkan rasa sakit, kamu bisa mengonsumsi beberapa jenis obat yang dijual secara bebas. Misalnya pereda rasa sakit seperti acetaminophen untuk meredakan rasa tidak nyaman.

Adapun bila kista telah mengalami infeksi, umumnya dokter akan meresepkan obat antibiotik.

Operasi

Pada beberapa kasus terdapat pula komplikasi penyakit ini yang perlu ditangani secara lebih serius.

Umumnya operasi adalah jalan keluar yang akan diambil untuk mengatasi kista bartholin yang telah menunjukkan gejala khusus, misalnya:

  1. Kista membesar, sehingga dokter akan membentuk celah kecil yang membuat cairan keluar dan mengering
  2. Kista membesar dan disertai gejala yang berulang, dokter akan memasukkan sejenis tabung kecil ke dalam kita dan membiarkannya selama beberapa minggu. Tabung ini berfungsi untuk menjadi jalan keluar cairan dan menjaga saluran vagina tetap terbuka
  3. Marsupialisasi, adalah tindakan yang melibatkan pembuatan celah kecil permanen untuk jalan keluar cairan. Tindakan ini juga menjadi langkah pencegahan agar kista tidak terbentuk lagi

Jika ketiga prosedur di atas tidak berhasil menangani kista bartholin yang kamu alami, langkah penanganan terakhir yang memungkinkan diambil adalah menghilangkan kelenjar bartholin itu sendiri.

Inilah pentingnya kamu melakukan pemeriksaan ke dokter apabila dirasakan ada sesuatu yang tak biasa pada kesehatan organ intim. Pemeriksaan tepat akan membantu meningkatkan peluang kesembuhan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

What Is a Bartholin’s Gland Cyst? https://www.webmd.com/women/guide/bartholins-gland-cyst#1 diakses pada 6 Juli 2020

Bartholin’s Cyst, https://www.healthline.com/health/bartholins-gland-cyst diakses pada 6 Juli 2020

What is a Bartholin’s cyst? https://www.medicalnewstoday.com/articles/185022#quick_facts diakses pada 6 Juli 2020

    register-docotr