Kesehatan Wanita

Rentan Terjadi pada Wanita, Kenali Tentang Infeksi Saluran Kemih

May 8, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya ada 8.3 juta kasus yang dilaporkan setiap tahunnya di seluruh dunia.

Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat kita semua memiliki saluran kemih yang menjadi tempat penyakit ini timbul.

Kondisi ini bisa terjadi di mana saja, mulai dari ginjal, ureter, buli-buli ataupun uretra.

Karena itu, kamu perlu waspada dan mengenal fakta tentang penyakit ini, mulai dari gejala sampai penanganannya.

Infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri

Kebanyakan penyebab ISK adalah bakteri Escherichia coli (E. coli), yang biasanya ditemukan di pencernaan. Ada juga chlamydia dan mycoplasma termasuk bakteri yang dapat menginfeksi uretra, tapi bukan di bagian buli-buli.

Bakteri dari pencernaan ini umumnya bisa bergerak dari bagian anus menuju saluran kemih. Itu sebabnya perempuan menjadi golongan yang rentan karena memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki.

Risiko lebih tinggi berada pada perempuan yang memiliki diabetes, karena sistem imunnya yang lemah membuat mereka sulit untuk melawan infeksi.

Faktor risiko infeksi saluran kemih

Kondisi lain yang dapat membuat risiko kamu terkena penyakit ini adalah:

  • Hubungan seksual, apalahi jika terlalu sering, intens dan dilakukan dengan pasangan yang berbeda-beda
  • Diabetes
  • Kebersihan pribadi yang buruk
  • Kesulitan mengosongkan buli-buli secara sempurna
  • Menggunakan kateter
  • Inkontinensia usus
  • Aliran urine yang terhalang
  • Batu ginjal
  • Kehamilan
  • Menopause
  • Tindakan kesehatan yang melibatkan kandung kemih
  • Imun sistem yang bermasalah
  • Imobilitas dalam waktu yang lama
  • Penggunaan spermisida dan tampon
  • Penggunaan antibiotik yang berat, yang dapat mengganggu kondisi natural usus dan kandun kemih

Jenis-jenis infeksi saluran kemih

Masing-masing bagian yang terinfeksi memiliki sebutan khusus untuk penyakit infeksi saluran kemih, seperti:

  • Infeksi di buli-buli disebut cystitis
  • Infeksi di uretra disebut urethritis
  • Infeksi di ginjal disebut pyelonephritis

Sementara sangat jarang terjadi infeksi di bagian ureter.

Gejala infeksi saluran kemih

Waspada jika kamu terkena kondisi seperti ini, karena bisa saja ini adalah gejala ISK:

Gejala umum ISK

  • Sensasi terbakar ketika kamu buang air kecil
  • Dorongan untuk buang air kecil yang sering meskipun hanya sedikit yang keluar
  • Urine kamu berwarna keruh, gelap, berdarah atau berbau aneh
  • Merasa lelah
  • Demam atau menggigil (tanda bahwa infeksinya sudah mencapai ginjal)

Jika kamu menggunakan kateter, kamu mungkin mengalami demam sebagai bagian dari gejala, kondisi ini membuat diagnosis semakin sulit.

Pyelonephritis akut

Pyelonephritis akut adalah infeksi ginjal yang tiba-tiba dan berat. Apabila kamu mengalami hal ini, kamu akan merasakan nyeri di bagian atas dan sisi punggung, demam yang tinggi, lunglai, menggigil, letih dan perubahan mental.

Kondisi itu adalah kondisi yang gawat, maka kamu disarankan untuk diperiksa oleh dokter secepat mungkin.

Cystitis

Apabila kamu menderita infeksi buli-buli, kamu akan mengalami demam yang rendah, dan tekanan serta kram di bagian perut dan punggung bagian bawah.

Infeksi saluran kemih dan komplikasinya

Kebanyakan kasus ISK bukanlah suatu penyakit yang serius, tapi beberapa dapat menjadi masalah serius, terutama dengan ISK bagian atas.

Infeksi yang berulang dan berlangsung dalam waktu yang lama dapat menghasilkan kerusakan permanen pada ginjal kamu, dan beberapa infeksi di bagian ginjal yang tiba-tiba ini dapat mengancam nyawa.

Terlebih kalau bakteri yang menyebabkan infeksi itu masuk ke dalam aliran darah, dan kondisi ini biasa dikenal dengan sebutan septicemia.

Kondisi ini juga dapat menaikkan risiko perempuan melahirkan anak secara prematur atau memiliki berat yang di bawah normal.

Cara mencegah infeksi saluran kemih

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ISK ini, diantaranya:

  • Minum air putih yang banyak dan buang urine secara rutin
  • Hindari minum minuman beralkohol dan berkafein yang dapat melukai buli-buli
  • Buang urine secara perlahan setelah berhubungan badan
  • Bersihkan saluran pembuangan urine dan kotoran dengan baik
  • Pastikan area kelamin bersih
  • Pembalut herbal dan menstrual cup lebih direkomendasikan ketimbang menggunakan tampon
  • Hindari penggunaan diafragma dan spermisida untuk KB
  • Hindari penggunaan produk pewangi untuk wilayah kelamin
  • Gunakan pakaian dalam dari katun dan agak longgar untuk membuat area sekitar uretra kering

Diagnosis infeksi saluran kemih

Diagnosis biasanya dilakukan setelah kamu ditanyai mengenai gejala dan tes sampel dari urine untuk mengkaji kandungan sel darah putih, sel darah merah dan bakteri di dalamnya.

Dalam mengambil urine, meode yang biasa dipakai adalah ‘clean catch’. Kamu akan diminta untuk membersihkan area kelamin sebelum mengambil urine yang keluar di tengah-tengah pengeluaran.

Apabila ditemukan penyakit infeksi saluran kemih pada dirimu, maka dokter akan meminta untuk dilakukan diagnosis lanjutan untuk menemukan akar masalah dari ISK. Tesnya sendiri dapat berupa:

  • Diagnosis pencitraan (imaging): Pengkajian pada saluran kemih menggunakan ultrasound, CT dan MRI scan, pelacakan radiasi atau X-ray
  • Urodinamik: Prosedur ini menentukan seberapa baik saluran kemih menampung dan mengeluarkan urine
  • Sistokopi: Pemeriksaan diagnosis ini membuat dokter dapat melihat bagian buli-buli dan uretra dengan lensa kamera yang dimasukan ke uretra

Penanganan infeksi saluran kemih

Karena infeksi saluran kemih ini adalah penyakit yang normalnya disebabkan oleh bakteri, maka penanganan yang umumnya dilakukan adalah dengan konsumsi antibiotik dan antimicrobial.

Namun, tipe dari pengobatan dan seberapa panjang penanganan yang mesti dilakukan bergantung pada seperti apa gejala dan sejarah pengobatan yang pernah kamu dapatkan.

Untuk memastikan infeksi saluran kemih sembuh dengan baik, kamu tidak boleh menjalankan perawatan setengah-setengah, ini juga untuk memastikan tidak ada resistensi antibiotik.

Yang perlu diperhatikan, terkadang gejala hilang sebelum infeksinya sembuh total.

Perawatan pasca pengobatan

Gejala dari infeksi saluran kemih kadang meningkat dalam beberapa hari kamu mengonsumsi antibiotik. Selama gejala ISK ini diatasi setelah konsumsi antibiotik, kamu tidak perlu khawatir lagi untuk memasikan apakah infeksinya sudah hilang.

Namun kamu memerlukan diagnosis pada urine apabila kamu menderita ISK yang rumit, untuk memastikan infeksinya hilang.

Apabila gejalanya tidak hilang bahkan setelah konsumsi antibiotik, maka kamu mungkin butuh pengobatan yang lebih lama, antibiotik atau cara konsumsinya yang berbeda.

Biasanya perempuan akan mengalami ISK kambuh, apabila terjadi sering, setidaknya lebih dari 3 kali setahun, maka kamu perlu menemui doktermu untuk dilakukan tes lebih lanjut.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Fk.ugm.ac.id (2017) diakses 07 Mei 2020. https://fk.ugm.ac.id/prevalensi-infeksi-saluran-kemih-cukup-tinggi/
  2. Who.int (2011) diunduh 07 Mei 2020. https://www.who.int/gpsc/information_centre/cauda-uti_eccmid.pd
  3. Ncbi.nlm.nih.gov (2008) diakses 07 Mei 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18253990
  4. Ncbi.nlm.nih.gov (2009) diakses 07 Mei 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19042940
  5. Medicalnewstoday.com (2018) diakses 07 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/189953
  6. urologyhealth.org (2019) diakses 07 Mei 2020. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/urinary-tract-infections-in-adults
  7. Webmd.com (2019) diakses 07 Mei 2020. https://www.webmd.com/women/guide/your-guide-urinary-tract-infections#1
    register-docotr