Kesehatan Wanita

Gagal Ovulasi Bisa Turunkan Peluang Hamil, Kenali Penyebab & Tanda-tandanya!

November 18, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ovulasi adalah proses yang penting bagi wanita dewasa. Gagalnya proses ovulasi bisa memberi dampak serius pada siklus haid dan menurunkan peluang kehamilan.

Ini berbanding lurus dengan sebuah riset yang menyebutkan, tak kurang dari 30 persen kasus sulit hamil disebabkan oleh kondisi tersebut.

Lantas, apa saja faktor yang bisa menyebabkan gagalnya proses ovulasi? Seperti apa tanda atau ciri-ciri yang biasa muncul? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Mengenal proses ovulasi pada wanita

Ovulasi sendiri terjadi ketika bagian otak bernama hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin (GnRH), yang kemudian memacu kelenjar pituitari melepaskan hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH).

FSH bertugas merangsang ovarium atau indung telur untuk menciptakan estrogen, yang saat haid akan menjadi lapisan pada dinding rahim. Peluruhan dari dinding yang menebal itu lalu keluar menjadi darah menstruasi.

Sedangkan LH, berfungsi melepaskan sel telur dari ovarium agar masuk ke tuba fallopi. Pembuahan oleh sperma harus berlangsung dalam waktu 12 hingga 24 jam setelahnya. Jika tidak, kehamilan akan sulit terjadi.

Baca juga: Yuk Kenali Tanda-Tanda Kamu sedang Berovulasi

Sekilas tentang kondisi gagal ovulasi

Kondisi gagal ovulasi disebut dengan anovulasi. Mengutip Fertility Center, keadaan ini terjadi ketika sel telur tidak terlepas dari ovarium.

Biasanya, meski tidak selalu, anovulasi ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur atau kurang. Namun, mungkin ada perdarahan yang kerap disalahpahami sebagai darah haid.

Ketika anovulasi terjadi, seorang wanita tidak bisa hamil. Wanita yang belum memasuki masa menopause tapi mengalami anovulasi biasanya ada sesuatu yang mengganggu kadar hormon tertentu yang dapat memengaruhi ovarium.

Penyebab gagal ovulasi

Ovulasi adalah proses yang kompleks, melibatkan banyak kelenjar, organ, dan bahan kimia alami di dalam tubuh. Jika salah satu komponen itu terganggu, ovulasi mungkin akan sulit atau bahkan gagal terjadi. Ada beberapa faktor yang bisa memicu kondisi tersebut, di antaranya:

  • Obesitas: Berat badan yang tidak ideal atau terlalu gemuk dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.
  • Stres: Cemas berlebih karena tekanan dan pikiran dapat mengacaukan kadar GnRH, LH, dan FSH.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS): Kondisi ini membuat tubuh wanita lebih banyak memproduksi hormon pria, misalnya testosteron. Keadaan tersebut akan menyulitkan proses ovulasi, karena folikel pada ovarium menjadi terdampak.
  • Menjelang menopause: Wanita berusia di atas 40 tahun bisa mengalami anovulasi, yang juga dapat mengindikasikan telah memaski masa transisi menuju menopause. Pada periode ini, terjadi ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.
  • Penggunaan krim wajah tertentu: Beberapa produk kecantikan mengandung estrogen atau progesteron untuk melawan tanda penuaan. Di sisi lain, saat terserap ke dalam tubuh, tambahan progesteron dan estrogen tersebut justru menimbulkan ketidakseimbangan hormon.
  • Efek samping obat: Beberapa obat seperti steroid, pereda nyeri, dan antikejang dapat menurunkan kadar hormon tertentu yang dibutuhkan tubuh untuk proses ovulasi.
  • Perawatan kanker: Beberapa metode perawatan kanker seperti kemoterapi dan terapi radiasi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ovarium.

Tanda dan ciri-ciri gagal ovulasi

Memahami tanda-tanda anovulasi adalah hal yang sangat penting, terutama jika kamu sudah menikah dan memiliki rencana untuk memiliki momongan. Sebab, jika kondisi tersebut terjadi, peluang untuk hamil menjadi sulit.

Beberapa tanda atau ciri-ciri anovulasi yang bisa diamati dan dirasakan adalah:

  • Siklus menstruasi tidak teratur, bahkan mungkin terjadi dua kali haid dalam satu bulan
  • Jumlah darah yang keluar relatif lebih banyak dari yang kamu rasakan pada siklus haid biasanya
  • Tidak ada rasa sakit atau kram saat haid

Meski bisa menjadi tanda anovulasi, gejala-gejala di atas juga dapat menunjukkan kondisi lain yang disebabkan oleh terganggunya kadar hormon di dalam tubuh.

Bagaimana mengatasinya?

Seperti yang telah disebutkan, anovulasi bisa menjadi masalah serius bagi wanita yang ingin memiliki momongan. Sehingga, sangat penting mengetahui cara yang efektif untuk mengatasinya.

Mengutip Medical News Today, dalam banyak kasus, penyebab anovulasi atau masalah yang memengaruhi kadar hormon dapat didiagnosis dan diobati. Perawatan yang tepat juga bisa memperbaiki siklus haid dan meningkatkan peluang kehamilan.

Salah satu cara yang biasa dokter lakukan untuk menangani kondisi tersebut adalah tes darah dan pemeriksaan ultrasound. Tes darah dapat mendeteksi kadar hormon di dalam tubuh, sedangkan pemeriksaan ultrasound digunakanuntuk melihat struktur ovarium.

Nah, itulah ulasan tentang kondisi gagal ovulasi beserta beberapa penyebab dan tanda-tandanya yang perlu kamu tahu. Jika mengalami gejala di atas, ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, ya!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Fertility Center Women & Infants, diakses 17 November 2020, Anovulation.
  2. Medical News Today, diakses 17 November 2020, Anovulation: All you need to know.
  3. Firstcry Parenting, diakses 17 November 2020, Anovulation – Causes, Signs, and Treatment.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 17 November 2020, Anovulation.

    register-docotr